oleh

Kunker ke Mapolda Aceh,Kapolri Saksikan Pemusnahan 1,7 Ton Ganja

OKEBUNG
Kapolri Jenderal Badroddin Haiti menyaksikan langsung pemusnahan 1,7 ton ganja kering saat berkunjung ke Mapolda Aceh Jalan Teuku Nyak Arif, Banda Aceh.Ganja yang dimusnahkan ini merupakan hasil operasi Polda Aceh sepanjang 2015.

Barang bukti ini ada yang disita langsung dari lahannya, ada juga yang didapat lewat razia rutin polda bersama jajarannya di daerah.

Dalam pemusnahan ini ada dua tumpukan ganja dengan jumlah total pohonnya mencapai 11.977 batang.

Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti didampingi Kapolda Aceh Irjen Husein Hamidi, pejabat Kejaksaan Tinggi Aceh, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) kemudian menyulutkan api ketumpukan ganja tersebut hingga terbakar seluruhnya. Mereka ikut mengenakan masker agar tak terpapar asap ganja.

“Narkoba kalau di sini (Aceh) memang sumbernya ladang ganja,” kata Kapolri kepada wartawan seusai pemusnahan ganja tersebut, Kamis (29/10/2015),sebagaimana dikutip. okezone.com.

Dalam dua tahun terakhir,kata Kapolda Aceh bahwa pihaknya sudah memusnahkan 390 hektare lebih ladang ganja yang tersebar di beberapa daerah. Adapun rinciannya yakni,235,5 ha ditemukan sepanjang 2015 dengan jumlah pohon 833 ribu batang, sementara tahun sebelumnya ada 155 Ha atau sekira 563 ribu batang,”jelasnya.

Disebutkannya bahwa jumlah kasus narkoba ditangani Polda Aceh juga meningkat. Jika 2014 sebanyak 943 kasus, tahun ini naik jadi 947 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 1.371 orang.

Selain memusnahkan barang bukti ganja, Kapolri juga ikut menyaksikan gelar barang bukti yang disita dari kelompok kriminal bersenjata di Aceh masing-masing 32 pucuk senjata api, 4.955 butir amunisi, 28 magasin, dan satu granat.

 Sebagian besar barang bukti itu disita dari kelompok Din Minimi, selebihnya dari kelompok dipimpin Gambit, Raja Rimba, Fauzi, dan Abdullah.

Kapolda Aceh mengatakan sejauh ini sudah 32 orang tersangka dari kelompok tersebut ditangkap, enam lainnya tewas saat operasi. “Jumlah DPO 25 orang,”ujarnya.

Kapolri menegaskan, kelompok bersenjata yang bermain di Aceh saat ini merupakan pelaku criminal. “Kita akan tetap lakukan penindakan,”tegas mantan Kapolda Sumut ini.(red)

Foto| ilustrasi.dok.net

News Feed