oleh

Korupsi PLTA Asahan III: Plh Sekda dan Asisten I Pemkab Divonis 2 Tahun 4 Bulan Penjara

MEDAN-OKB|
Dua terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana (base camp) dan access road Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III di Dusun Baty Mamak, Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan,Kab Toba Samosir,Prov Sumut yakni Ir Saibun Sirait selaku Plh Sekda Pemkab Tobasa dan Rudolf Manurung Asisten I Pemkab Tobasa, divonis oleh majelis hakim divonis kurungan penjara masing-masing selama 2 tahun 4 bulan penjara.Putusan itu dibacakan Majelis hakim diketuai Nelson Japasar Marbun, di ruang Cakra VII Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (07/08/2014) petang.

Sidang yang digelar sampai malam hari tersebut, selain hukuman badan, kedua terdakwa diperintahkan membayar denda Rp300 juta subsder 2 bulan kurungan. Tidak hanya itu keduanya juga diwajibkan membayar uang pengganti (UP) masing-masing sebesar Rp86,9 juta.

“Dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan harta benda disita dan dilelang untuk negara. apabila harta benda tidak mencukupi maka diganti dengan penjara selama 2 bulan,” sebut hakim.

Hakim menilai kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan diatur dengan UU Nomor 20/2001 Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau dakwaan subsidair JPU.

Sebelumnya, anak buah Bupati Tobasa, Pandapotan Kasmin Simanjuntak ini, dituntut masing-masing tiga tahun enam bulan penjara. Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nickson dari Kejari Balige.

Dalam amar tuntutan itu, JPU juga memerintahkan kedua terdakwa membayar denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan. Kedua terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti (UP) kerugian negara masing-masing Rp25 juta. Namun uang pengganti tersebut telah dititipkan kedua terdakwa ke Kejari Balige.

Menyikapi putusan majelis hakim, kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya mengaku pikir-pikir. Hal serupa pun dikatakan JPU.
“Kami pikir-pikir majelis,”ucap kuasa hukum terdakwa Timbul Hutajulu.(Ema)
Foto :Ilustrasi

News Feed