oleh

Korupsi Jampersal:Terdakwa Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Penjara

MEDAN-OKB|
Kasus dugaan korupsi pengadaan sarana air minum di Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) tahun anggaran 2007, senilai Rp 1,8 milliar, dengan terdakwa Juara Pangaribuan, kembali digelar di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan, Rabu (20/08/2014) siang.

Dalam sidang yang beragendakan tuntutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vinsensius Tampubolon menuntut terdakwa dengan tuntutan kurungan penjara selama 4 tahun 6 bulan, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Terdakwa secara sah dan terbukti meyakinkan melakukan korupsi dan meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan kurungan penjara selama 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 200 juta dan subsider 3 bulan,” jelas JPU

Terdakwa dinyatakan terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sarana air minum di Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) tahun anggaran 2007, senilai Rp 1,8 milliar. Dan terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau dakwaan primer JPU.

Usai persidangan majelis hakim yang diketuai oleh, SB Hutagalung, SH, ini pun menunda persidangan hingga minggu depan dengan agenda pembelaan.

Dalam keterangan sebelumnya, terdakwa mengakui bahwa pihak perusahaannya adalah pemenang tender dalam pengadaan sarana air minum di Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir tahun anggaran 2007, Senilai Rp1,8 Milliar.

Namun pekerjaan dilapangan bukanlah perusahaannya melainkan perusahaan Tumpal dan Aris. Akibat pengalihat tersebut, terjadi kerusakan akibat perusahaan yang menangani proyek bukanlah perusahaan yang sebelumnya dianggap layak dan berkompeten dari proses pelelangan yang mencapai 36 perusahaan.(Ema)

Foto:Ilustrasi/

News Feed