oleh

Korban Perkosaan Ketua Fokrat Siantar Kembali Datangi Polda Sumut

OKEBUNG|
Tentu masyarakat masih ingat kejadian yang menimpa gadis malang
berinisial NR (17) warga Jalan Rondahaim,Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Timur,Kota Siantar,Sumut yang diperkosa oleh Ketua Forum Komunikasi Rakyat Tani (FOKRAT) Pematang Siantar Jasmen Saragih.

Tentu masyarakat masih ingat dan berharap agar polisi dapat menindaklanjutinya segera.Dan ,tepatnya,Selasa (24/02/2015) sekira pukul 14:00 WIB korban dengan ditemani orang tuanya dan Azmiati Zuliah SH.MH dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (Puspa) Sumut
mendatangi kembali Subdit IV Renakta/Dit Reskrimum Polda Sumut.

Kedatangan korban tersebut untuk memberikan keterangan terkait pemerkosaan yang dilakukan JS terhadap anak di bawah umur.

Korban NR yang terlihat lugu, setibanya di gedung Renakta Satgas People Smuggling Polda Sumut itu sebelum memasuki ruang penyidik tampak malu-malu dan terus mendekat denganorang tuanya, dan setelah korban memasuki ruang pemeriksaan,lalu penyidik memberikan secarik kertas dan korban langsung membacanya

Azmiati Zuliah SH.MH dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (Puspa) Sumut di Mapoldasu kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa kedatangan dirinya bersama korban ke Poldasu ini untuk memberikan keterangan lanjutan terkait kasus pemerkosaan yang sempat ditangani Polres Siantar dan saat ini sudah di tarik ke Polda Sumatera Utara ,” kata Azmiati Zuliah SH.MH yang di dampingi korban dan keluarga korban,di ruang tunggu Renakta Selasa (24/02/2015) siang.

Lebih lanjut Kordinator Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (Puspa) Sumut Azmiati Zuliah SH.MH ketika ditanya soal kasus pemerkosaan ini Azmiati Zuliah SH.MH mengaku hanya sebatas melakukan pendampingan saja,namun menurutnya pihaknya tidak akan main-main dalam kasus ini.

“Saya dan rekan-rekan Puspa terus mengawal kasus pemerkosaan ini hingga tuntas,” tegasnya.

Lebih jauh Azmiati Zuliah SH.MH menjabarkan diketahui sebelumnya terkait kasus pemerkosaan yang di lakukan Ketua Forum Komunikasi Rakyat Tani (FOKRAT) Pematang Siantar JS,tersebut sebelumnya pihak keluarga korban sempat melapor ke Polres Siantar pada Tahun 2013 lalu sesuai bukti lapor No LP/ 63/II/2013/SU/STR, tanggal 02 Februari 2013 di Polres Pematang Siiantar.Namun sangat disayangkan sekali,karena kasus ini terkesan sengaja “dibiarkan” istilah kerennya di “petieskan”oleh penyidik Polres Siantar,pungkas Azmiati Zuliah SH.MH

Karena kasusnya diduga telah “dikondisikan”, pihak keluarga kemudian melapor ke Polda Sumut.dan di Polda Sumut kasus ini terbuka sedikit demi sedikit akhirnya Polda Sumut menemukan adanya kejanggalan pada penyidik Polres Siantar yang sebelumnya menangani kasus ini.

Selain itu yang sangat memilukan hati keluarga korban dalam kasus pemerkosaan gadis di bawah umur ternyata pelaku sempat meminta perdamaian kepada keluarga korban ,tapi bukan pelaku sendiri yang datang tetapi pelaku minta tolong sama Ketua OKP waktu itu. Ya, dia minta berdamai lah,”ungkap R Sinaga, selaku paman korban.

Ketika di tanya wartawan,apakah keluarga bersedia untuk damai,awal pihak keluarga korban sepakat. Namun,anehnya kok bisa-bisa si pelaku itu menuding keluarga korban berusaha melakukan pemerasan.

“Sudah dia yang memperkosa keponakan kami,malah dia pula nuduh kami memerasnya,”cetusnya.

Karena merasa disepelekan,kata dia,maka kami dan keluarga memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke Polres Siantar. Tapi sampai sekarang enggak ada hasilnya.

“Kasusnya ini sudah bertahun-tahun ditangani Polres Siantar. Tapi enggak ada hasilnya. Makanya kami menganggap JS ini kebal hukum,”tegasnya.

R.Sinaga juga mengakui selama berproses di Polres Siantar, JS memang sempat pernah dipanggil. Namun kasusnya tak kunjung selesai di tangani oleh Polres Pematang Siantar.”Makanya kami memutuskan melapor ke Polda Sumut. Karena udah bertahun-tahun ini kasusnya enggak selesai,” ungkap paman korban.

Di akhir perbincangannya dengan wartawan R.Sinaga selaku paman korban,lagi-lagi menjelaskan kejadian pemerkosaan ini bermula pada November 2012 lalu.Kala itu,korban diajak oleh pelaku ke sebuah tempat wisata Pemandian Karang Anyer disitulah awal kejadiannya,”pungkas R.Sinaga (el\admin)

Foto|ist

News Feed