oleh

Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Umroh Menangis di Mapoldasu

OKEBUNG|
Aksi penipuan modus bisa berangkatkan Umroh kembali terjadi di Medan.Kali ini,belasan orang yang gagal berangkat melaksanakan ibadah Umroh mendatangi Mapolda Sumut sembari bertakbir dan menangis,(10/03/2015).

Kedatangan,Eka Yulianti Putri, Direktur PT Eka Berkah Wisata dan Muhammad Toyib, perwakilan PT Pesona Mekah bersama belasan orang berbusana muslim itu,meminta bertemu dengan Wakil Direktur Ditreskrimum Poldasu, AKBP Wawan Munawar, untuk menanyakan perkembangan laporan mereka yang tertuang dalam laporan nomor STTLP/ 031/ I/2015/ SPKT III dan STTLP /841/VII /2014/ SPKT III.

” Kenapa Poldasu menutup mata pada laporan kami.Alasannya apa, beri tahu kami, “ungkap Direktur PT Eka Berkah Wisata,Eka Yulianti Putri,begitu tiba di dalam gedung Ditreskrimum Poldasu.

Seketika,sejumlah petugas yang ada di sana, terlihat berdiri, begitu melihat keramaian oleh belasan orang yang gagal berangkat Umroh itu.

Setelah mendengar keinginan belasan orang itu untuk betemu Wadir Ditreskrimum Poldasu, terlihat seorang petugas memasuki ruang kerja Wadirreskrimum Poldasu.Namun,petugas itu terlihat tetap sendiri,saat keluar dari ruang kerja Wadirreskrimum Poldasu itu.

” Wadir lagi ada tamu. Ayo ke penyidik saja langsung saya antar, ” ungkap seorang petugas itu kepada belasan orang yang didominasi wanita itu.

Atas jawaban itu, tangisan dari belasan orang yang mengaku sudah tertipu itu, pecah. Bahkan, terlihat seorang wanita mengenakan baju warna merah liris bunga-bunga dan jilbab warna merah, bersujud pada petugas itu.

Saat itulah, Wakil Direktur Ditreskrimum Poldasu, AKBP Wawan Munawar didampingi Kasubdit II/Harda Bangtah, AKBP Yusuf Safrudin, keluar dari ruang kerjanya dan langsung menemui belasan orang yang nyaris histeris itu.

” Sudah ayo, langsung saja kita ke penyidiknya, ” ungkap Wawan singkat sembari langsung membawa belasan orang itu ke lantai II gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut.

Sekitar 20 menit kemudian, belasan orang itu keluar dari gedung Direktorat yang kini dipimpin Kombes Pol Andap Budi itu. Namun, wajah belasan orang itu terlihat masih sedih dan tidak puas. Mereka mengaku mendapat jawaban yang belum memberi kejelasan atas laporan mereka itu.

” Tadi saya meminta untuk si Nabila segera ditangkap. Wadir bilang, mereka bukan Superman dan hanya bisa memberikan yang terbaik. Namun Wadir memberikan nomor teleponnya dan berjanji akan segera menangkap Nabila, ” sambung Eka.

Sebelum meninggalkan Mapoldasu, Eka menyebut kalau pihaknya ditipu Nabila Khadijah dalam biaya perjalanan umroh untuk 700-an orang. Oleh karena itu dikatakannya kalau dirinya menderita kerugian Rp5,5 Milyar. Sementara Muhammad Toyib, mengaku menderita kerugian Rp2,2 Milyar, untuk biaya perjalanan umroh 387 orang jemaahnya.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat perintah membawa terhadap Faizah, selaku Ibu kandung dari Nabilah Khadijah. Disebutnya, hal itu karena Faizah 2 kali mangkir dari panggilan Polisi. Namun, disebutnya kalau pihaknya belum menetapkan Nabila Khadijah sebagai tersangka.

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, mengaku akan memeriksa kasus itu. Bahkan, mantan Gubernur Akpol itu mengaku akan memantau kasus itu. Hal itu disampaikan Jendral Polisi berpangkat 2 bintang di pundaknya itu, saat dihubungi Sumut Pos via telepon, Senin (09/03/2015) siang.

Begitu juga dengan Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta yang juga dihubungi via telepon, mengaku mengumpulkan barang bukti, untuk mencari tersangka lain.

” Kita sedang mengejar tersangka. Kita juga akan terbitkan DPO terhadap tersangka, ” ungkap Kombes Pol Nico Afinta singkat, saat di Mapoldasu.(el\admin)

News Feed