oleh

Konversi Elpiji, Pertamina Hemat Subsidi Rp197,05 Triliun

OKEBUNG|
Program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg telah mendistribusikan 57,19 juta paket dan berhasil hemat subsidi sebesar Rp197,05 triliun sejak dimulainya pada 2007. Kesuksesan program konversi yang dilakukan Indonesia ini disebut telah menjadi contoh bagi negara-negara lain.

Beberapa indikator kesuksesan program konversi BBM ke elpiji 3 kg antara lain, hingga kini telah mendistribusikan paket perdana sebanyak 57,19 juta paket hanya dalam waktu sembilan tahun program berjalan, dan mengubah pola konsumsi energi masyarakat secara masif dari semula minyak tanah ke elpiji 3 kg. Program ini juga mendorong kemajuan industri tabung elpiji dan membuka lapangan kerja, di mana hingga saat ini sebanyak 89 juta tabung elpiji 3 kg beredar di masyarakat.

“Sukses utamanya adalah menekan subsidi BBM, utamanya Minyak Tanah dimana secara akumulatif penghematan subsidinya sejak pertama kali bergulir hingga saat ini telah mencapai Rp197 triliun, di mana konsumsi Minyak Tanah turun dari 9,85 juta KL pada 2007 menjadi hanya 850 ribu KL tahun lalu di antaranya digunakan untuk UMKM dan masyarakat di daerah yang belum terkonversi,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Purponegoro, melansir laman Kementerian ESDM, Sabtu (13/2/2016).

Wianda mengungkapkan, saat ini konversi telah dilakukan di seluruh Indonesia, kecuali Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat berikut pulau-pulau kecil yang sulit untuk dikonversi karena keterbatasan infrastruktur dasar. Saat ini, terdapat 3.250 agen dan 128.044 pangkalan elpiji 3 kg yang tersebar hingga pelosok.

Pihaknya juga mengaku, Pertamina fokus dalam upaya penyediaan elpiji kepada masyarakat yang terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun dan memproyeksikan konsumsi elpiji 3 kg tahun ini sebesar 6,6 juta metrik ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan realisasi permintaan pada tahun lalu sebesar 5,57 juta metrik ton.(Okz)

Foto :Ilustrasi.

News Feed