oleh

Kompol Wahyu Bram :Terkait Kasus Penembakan Rita, Anggota Sudah Sesuai Prosedur & Keduanya DPO Polisi

OKEBUNG |
Terkait kasus penangkapan dan penembakan tersangka Rita Magdalena (34) warga Jalan Veteran Pasar VI Kec.Labuhan Deli yang dilakukan oleh petugas Polresta Medan pada,Sabtu (13/12/2014) sekira pukul 02.00 dinihari di Jalan Pertempuran, persisnya di persimpangan eks Asrama Zipur, Medan,ternyata keduanya masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi dalam kasus pencurian sepeda motor.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polresta Medan,Kompol Wahyu Bram kepada okebung.com,Sabtu (13/12/2014)malam.

Disebutkannya bahwa sebelum tersangka ditangkap,petugas polisi sudah dua kali memberikan tembakan peringatan keudara saat terjadi aksi kejar-kejaran dengan dua tersangka.

“Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan,anggota kita sudah memberikan tembakan peringatan dua kali ke udara,namun tidak diindahkan juga”sebutnya.

Informasi diterima okebung.com menyebutkan bahwa ditangkapnya tersangka Rita berawal adanya kejadian pencurian di Perum Sumarsono City Blok B6,pada 31 Agustus 2013,sekitar pukul 02.00 dinihari.Atas kejadian itu,korban mengalami kehilangan dua unit sepeda motor jenis Honda Minerva.

Merasa dirugikan selanjutnya korban melaporkan kepolisi dan petugas pun selanjutnya melakukan penyelidikan hingga akhirnya polisi berhasil meringkus dua dari empat pelakunya yakni,Suheri alias Bokir dan Budi Datuk (keduanya telah diproses).

Sementara kedua pelaku lainnya yakni,Rita Magdalena dan Adi Darma (pasangan suami istri ) menjadi daftar pencarian orang (DPO) polisi.

“Dalam aksinya Rita yang memantau disamping rumah korban untuk mengawasi situasi, sedangkan Suheri,Adi Darma dan Budi melakukan pembongkaran pintu.Begitu berhasil masuk,ketiga tersangka langsung membawa kedua sepeda motor korban,”ungkap Kompol Wahyu Bram.

Setelah berhasil mencuri dua sepeda motor,kata Wahyu,para pelaku membawanya kerumah tersangka Suheri dan selanjutnya tersangka Rita yang menjual sepeda motor hasil curian itu kepada orang tuanya dengan harga Rp 3 juta dan Rp 5 juta.

“Dari penjualan sepeda motor tersebut Rita dan Darma menerima Rp 3 juta, sedangkan Suheri Rp 800 ribu sementara Budi Datuk Rp 700 ribu,”beber Kompol Wahyu Bram.

Dijelaskannya lagi bahwa pada Sabtu (13/12/2014) dinihari,ketika petugas Polresta Medan sedang melakukan hunting sekaligus mencari kedua DPO tersebut,melihat tersangka Adi dan istrinya,Rita sdang berencana membeli sabu melintas di Jalan Sumarsono Helvetia.

Melihat dua buronan tersebut,selanjutnya petugas polisi melakukan pengejaran dan disaat jarak kedua sepeda motor berdekatan,petugas polisi memperkenalkan diri sebagai anggota polisi dan meminta kepada kedua tersanfka untuk berhenti.

“Begitu anggota kita melihat kedua tersangka melintas di Jalan Kapt Sumarsono langsung dikejar dan begitu jarak sepeda motor berdekatan anggotakita sudah memeperkenalkan diri sebagai polisi sembari menyuruh keduanya berhenti,”jelasnya lagi.

Walaupun sudah disuruh berhenti,kedua tersangka tetap tancap gas saja dan semakin menambah kecepatan sepeda motornya untuk berusaha kabur dari polisi sehingga terjadi aksi kejar-kejaran.

“Saat kejar-kejaran anggota kita berhasil mendekat dan kembali meminta tersangka berhenti namun tersangka membuat gerakan yang bertujuan untuk mengganggu keseimbangan sepeda motor milik anggota kita,sehingga anggota terpaksa melepaskan tembakan peringatan keudara,”terang Kompol Wahyu Bram.

Lanjutnya lagi,kendati sudah diberikan tembakan peringatan,tetapi pelaku tetap berupaya melarikan diri kemudian anggota polisi kembali berhasil mendekat dan kembali memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali,namun tetap diabaikan dan tetap berupaya lolos dari anggota seraya melakukan gerakan yang mengancam keseimbangan kendaraan anggota polisi lagi.

“Sudah diberi tembakan peringatan dua kali,keduanya tetap tancap gas dan berupaya melakukan gerakan mengancam keseimbangan kendaraan anggota kita,”sebut Kompol Wahyu.

Akhirnya anggota Polresta medan mengejar terus sambil menjaga jarak dan terpaksa menembak kearah bagian bawah sepeda motor tersangka,karena tetap diabaikan juga akhirnya anggota terpaksa melepaskan tembakan kembali dengan tujuan melumpuhkan tersangka.

.
“Akibat tembakan yang terakhir sepeda motor dikendarai kedua tersangka jatuh, namun tersangka Adi langsung melarikan diri meninggalkan istrinya kearah pemukiman penduduk,namun karena anggota berbalik arah sehingga saat dilakukan pengejaran terhadap tersangka Adi,anggota tertinggal cukup jauh sehingga diputuskan untuk kembali kelokasi dimana istrinya terjatuh,,”katanya.

Selanjutnya,sambung Kompol Wahyu Bram,tersangka Rita mengalami luka tembak sehingga dilakukan tindakan pertolongan terhadap tersangka membwanya ke rumah sakit.

“Saat ini tersangka Rita telah dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut dan dalam tahap pemulihan guna menjalani proses hukum atas perbuatannya.Dalam kasus ini tersangka dikenakkan Pasal 363 KUHPidana,dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,”tegas Kompol Wahyu Bram.

Kalau disebut petugas polisi menembak orang tanpa sebab,kata Wahyu,itu tak masuk akal,karena polisi bertindak tegas tentu ada sebab dan sesuai prosedur.

“Keduanya adalah pelaku pencurian sepeda motor DPO polisi,”pungkasnya.(Jek/Admin)

Foto :Kompol Wahyu/dok/

News Feed