oleh

Kompol Wahyu Bram : Polri Adalah Penegak Hukum Bukan Penegak Undang-Undang

*Polri Sudah Lama Mengakomodir Metode Alternative Dispute Resolution (ADR) *

MEDAN -OKB|
Terkait dilepaskannya,Geno (52) pelaku pencabulan terhadap Sc (11)siswi Kelas VI SD oleh oknum di Polsek Percut Seituan berbuntut panjang hingga Pokja Komnas PA Medan,Fraktisi Hukum angkat bicara.

Menanggapi hal tersebut,Kasat Reskrim Polresta Medan,Kompol Wahyu Bram mengatakan,Polri adalah penegak hukum bukan penegak undang-undang dan Polri sudah lama mengakomodir metode penyelesaian diluar pengadilan/Alternative Dispute Resolution (ADR), dimana dalam melakukan penyelesaian tersebut, Polri mengupayakan terjadi Restorative Justice, dalam arti mengembalikan situasi sebelum korban mengalami kejadian tindak pidana.

“Polri penegak hukum bukan penegak undang-undang,”jelasnya melalui Short Massage System (SMS)kepada okebung.com,Selasa (15/07/2014)malam.

Dijelaskannya,walau demikian beberapa kasus yang mengakibatkan kerugian terhadap masyarakat banyak seperti korupsi, narkoba, judi, illegal fishing, illegal minning, kehutanan, itu dilarang untuk diselesaikan diluar pengadilan.

“Dikaitkan dengan perkara di Percut, perlu anda ketahui,bahwa kerusakan yang dialami korban, sangat minim dan tidak pernah terjadi persentuhan terhadap alat kelamin dan pelaku dan orang tua memiliki latar belakang kekerabatan yang erat,”ungkap Kasat Reskrim Polresta Medan.

Selain itu,lanjutnya,pelaku dan keluarga korban sudah berdamai, dan pihak keluarga sudah memaafkan pelaku,dan dengan kondisi ini,penyidik dipersilahkan untuk melakukan penyelesaian diluar pengadilan dan tidak ada masalah dengan hal tersebut

“Keluarga korban sudah berdamai dan memaafkan pelaku dan tidak ada masalah,”jelasnya.

Sebagaimana diketahui,Geno (52)kakek memiliki tiga cucu yang bekerja sebagai supir pribadi warga keturunan Tionghoa di Komplek Perumahan Cemara Asri diamankan keluarga korban pada dan warga lantaran telah mencabuli siswi Kelas VI SD berinitial SC(11) didalam bilik warnet,Rabu (09/07/2014).

Didalam bilik warnet itu pelaku dalam keadaan mabuk tuak dengan leluasa membuka pakaian korban dan menggerayangi kedua belah dada korban yang masih gadis baru tumbuh.

Usai melakukan aksi bejatnya,korban pulang dan menceritakan kejadian dialaminya kepada kedua orangtua dan warga setempat.

Sontak saja kedua orangtua korban dan warga langsung emosi dan langsung mendatangi pelaku dirumahnya.Begitu ketemu,pelaku langsung mengakui perbuatannya telaj mencabuli korban didalam bilik warnet.

Saat itu pelaku langsung dihajar massa hingga babak belur.Usai puas menghajar pelaku,massa dan kedua orangtua korban membawa pelaku ke Mapolsek Percut Seituan.

Tak hanya itu saja,dihadapan petugas Polsek Percut Seituan dan edua wartawan pelaku mengakui perbuatannya
“Benar pak,saya dalam keadaan mabuk menggerayangi korban.Sebelumnya dia saya datangi pas didalam warnet.Saya paksa buka bajunya.Begitu dibuka buah dadanya saya gerayangi,”aku pelaku dihadapan kedua wartawan.

“Benar anak kita dicabuli si pelaku tadi dan akibatnya anak kami ini masih dalam keadaan trauma. Pelaku sudah dijebloskan ke penjara sini pak” ucap ayah korban dengan membonceng anaknya (korban) pulang.(ad/admin)

News Feed