oleh

Kompol Wahyu Bram :Masalah PRT Belum Diatur Dalam UU Ketenagakerjaan

OKEBUNG|
Terkait kasus penganiayaan pembantu rumah tangga (PRT),Apri Emi Lena (22)asal Desa Naetae,Kec Fatueu,Kab Kupang,Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilakukan oleh majikannya ternyata permasalahannya tidak bisaa dilanjuti atau pun dilakukan penahanan terhadap majikannya.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram kepada okebung.com menyebutkan,korban memang benar ada dianiya oleh majikannya dengan cara ditokok (getok,red)dan menjambak rambut korban,namun hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan sehingga kedua majikannya tidak dapat dilakukan penahanan.

nttkepling_edit

“Kedua tak bisa ditahan sesuai bunyi pasal pasal 44 ayat(4) UU RI no.23 thn 2004 ancaman hukumannya 4bulan penjara,”ungkap Kompol Wahyu.

Penyiksa PRT_edit

Disebutkannya,selanjutnya dari kedua belah pihak akhirnya sepakat melakukan upaya mediasi dengan tuntutan,memberikan hak gaji korban selama setahun, mempulangkan korban kepada orang tua.
Paul PRTt

“Namun,pihaknya tetap melakukan proses pemeriksaan direktur dan komisaris Yayasan PT Paulisa ( penyalur pembantu) untuk dimintai keterangan terkait gaji yang telah disetorkan oleh majikan,tetapi tidak diberikan kepada korban,”jelas Kompol Wahyu.

Higga saat ini,sambungnya,pihak Disnaker Pemko Medan sudah kita mintai keterangan sebagai saksi ahli terkait dugaan adanya pelanggaran UU Tenaga Kerja, namun dari hasil pemeriksaan saksi ahli menyatakan bahwa pembantu rumah tangga tidak / belum diatur dalam UU Tenaga kerja

“Kami telah mintai keterangan saksi ahli dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja,namun permasalahan PRT tak ada diatur dalam UU Tenaga Kerja,”ssebutnya.

.
Sebagaimana diketahui,korban hari ini Sabtu (08/11/2014)telah dipulangkan ke kampung halamannya melalui Kualanamu Internasional Airport (KNIA).Korban kebandara diantar oleh Kepala Lingkungan VI,Effendi Sumual dan pihak yayasan.

Diketahui bahwa informasi diperoleh okebung.com menyebutkan,kasus penyiksaan terhadap Apri yang dilakukan A Sim alias Andi Sahat (54)warga Jalan Ternak No 69,Kel Polonia,Kec Medan Polonia pada Rabu (15/10/2014) sekira pukul 20.00 WIB lalu sehingga dilaporkan ke Mapolsek Medan Baru dengan bukti surat lapor Nomor :STTPL /2089/X/2014/SPKT -Sek-Medan Baru dengan pasal 44 ayat (1)UU RI No 23 Tahun 2014,tentang tindak pidana kekerasan atau penganiayaan tersebut telah berdamai dan pelaku tidak ditahan.(admin)
Foto:dok.okebung.com/

News Feed