oleh

Komnas PA:Pelaku Cabul Berusia 18 Tahun Keatas Kasusnya Harus Lanjut ke Pengadilan dan Tidak Bisa Dilepas

MEDAN -OKB|
Sekretaris Kelompok Kerja Perlindungan Anak kota Medan (Pokja PA),Jhoni Anthoni Teguh Harahap mengatakan dalam kasus pencabulan yang melanggar tindak pidana,pasal 82 UU.RI No 23,Tahun 2002,Tentang Undang -Undang Perlindungan Anak dan penyelesaian kasusnya diluar pengadilan bagi pelaku berusia 18 tahun keatas tidak bisa dilakukan dan harus lanjut sidang,walaupun itu ada perdamaian antara pelaku dan kedua orangtua korban.

cabul4 (Ilustrasi)

“Pelaku pencabulan usia 18 tahun keatas terhadap korban anak dibawah umur,walaupun damai antara pelaku dan keluarga korban kasusnya harus lanjut dan tidak bisa diselesaikan diluar pengadilan,Proses hukum wajib dilanjutkan ke pengadilan,terkecuali pelakunya anak dibawah umur tidak bisa ditahan atau hukuman penjara,”ungkap,Jhoni kepada okebung.com,Selasa (15/07/2014) malam,menanggapi dilepaskanya pelaku cabul oleh Polsek Percut Seituan.

Diterangkannya,jika pelakunya berusia diatas 12 tahun dibawah 18 tahun tersangkanya maka bisa digunakan UU.RI No 11 tahun 2014 Tentang Sistem Peradilan Anak.

“Kasus yang di Polsek Percut Seituan itu harus dan wajib dilanjutkan proses hukumnya ke pengadilan,bukan dilepaskan begitu saja. Kalau gak bersalah jadi mengapa pelakunya sempat ditahan dan ada stetmen pelaku dan korban telah berdamai.Berarti dalam pengnanganan kasus pencabulan ini diduga ada yang mengambil keuntungan semata,”bebernya.

Kalau hal ini dibiarkan terus maka akan terulang hal serupa dilakukan pelaku lagi terhadap korban lainnya.Dan Undang-Undang Perlindungan Anak (UU PA) dilecehkan terus.

“Hal ini harus dilanjutkan kasusnya dan jangan dibiarkan,sebab seenaknya saja orang nanti mencabuli anak dibawah umur terus damai,”imbuhnya.

Sebagaimana diketahui,Geno (52)kakek memiliki tiga cucu yang bekerja sebagai supir pribadi warga keturunan Tionghoa di Komplek Perumahan Cemara Asri diamankan keluarga korban pada Rabu (09/11/2014) didalam warnet yang berada dikawasan Simpang Jagung Percut lantaran telah mencabuli siswi Kelas VI SD berinitial SC(11) dibelakang rumah korban.

Di belakang rumah korban,pelaku dalam keadaan mabuk tuak dengan leluasa membuka pakaian korban dan menggerayangi kedua belah dada korban yang masih gadis baru tumbuh.

Usai melakukan aksi bejatnya,korban pulang dan menceritakan kejadian dialaminya kepada kedua orangtua dan warga setempat.

Sontak saja kedua orangtua korban dan warga langsung emosi dan langsung mendatangi pelaku dirumahnya.Namun tidak ditemukan.Setelah dilakukan pencarian ternyata pelaku bersembunyi didalam warnet.Mendapat informasi keberadaan pelaku lantas keluarga korban dan warga pun mendatangi warnet dan berhasil meringkus pelaku.

Begitu ketemu pelaku,warga dan orangtua korban pun langsung menghajar pelaku hingga babak belur.Usai mengakui perbuatan bejatnya membuka pakaian korban dan menggerayai buah dada korban,pelaku memiliki tiga cucu dalam kondisi babak belur ini pun langsung digiring warga dan kedua orangtua korban ke Mapolsek Percut Seituan.

Selain mengakui dihadapan warga dan kedua orang tua korban.Pelaku juga mengakui perbuatan bejatnya dihadapan petugas Polsek Percut Seituan dan kedua wartawan pelaku mengakui perbuatannya
“Benar pak,saya dalam keadaan mabuk menggerayangi korban.Sebelumnya dia saya datangi dan saya bawa kebelakang rumahnya.Saya paksa buka bajunya.Begitu dibuka buah dadanya saya gerayangi,”aku pelaku dihadapan kedua wartawan dan petugas Polsek Percut Seituan.

“Benar anak kita dicabuli si pelaku tadi dan akibatnya anak kami ini masih dalam keadaan trauma. Pelaku sudah dijebloskan ke penjara sini pak” ucap ayah korban dengan membonceng anaknya (korban) pulang.

Namun,pada Jumat (11/07/2014)pelaku cabul tersebut telah bebas berkeliaran diluar sel Mapolsek Percut Seituan.(admin)

News Feed