oleh

Ketua KPK: Presiden JokowiTak Ada Jalan Untuk Lantik Komjen Budi Gunawan

OKEBUNG|
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Abraham Samad meminta kepada Presiden Joko Widodo agar tidak melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) .

Bila Jokowi nekat melantik Budi Gunawan, Samad menilai bahwa Jokowi tak mengikuti tradisi kenegaraan.

“Tidak ada jalan bagi Pak Presiden Jokowi untuk melantik, harusnya membatalkan. Kalau tidak, berarti Jokowi langgar tradisi ketatanegaraan,” kata Abraham di kantornya.

Dia pun membandingkan kepemimpinan Jokowi dengan pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Baca: 4 Aktor di Balik Blunder Pemilihan Budi Gunawan.)

Menurut Abraham, SBY menganut tradisi ketatanegaraan bahwa pejabat negara yang aktif jika sesudah ditetapkan tersangka langsung diberhentikan. Misalnya, saat Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng menjadi tersangka kasus Hambalang langsung mengundurkan diri.

Begitu juga dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ,Jero Wacik yang langsung mengundurkan diri pasca-ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan.

“Pada saat itu juga SBY langsung meminta mundur. Ini belum jadi pejabat,” ujar Abraham.

Namun, dia enggan mengatakan Jokowi terkesan memaksakan Budi sebagai Kapolri meski sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kubu Jokowi sendiri mengakui bahwa Presiden tidak tak nyaman dengan situasi pencalonan Kepala Polri, yang terus diperdebatkan.

“Presiden pasti tak nyaman, Komjen Pol Budi Gunawan tidak nyaman, saya pun juga tak nyaman,” kata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. NasDem adalah salah satu anggota koalisi pendukung Jokowi.

Surya mengatakan Jokowi tetap menghormati proses hukum di KPK dan proses politik di DPR. Presiden, kata Surya, akan menunggu setelah sidang paripurna membuat keputusan apakah akan tetap melantik Budi Gunawan atau tidak. Surya yakin bahwa Jokowi bakal mengambil keputusan yang bijaksana

Komisaris Jenderal Budi Gunawan lolos uji kelayakan di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai Kapolri. Sidang paripurna DPR pada Kamis Kemaren resmi mengajukan Budi sebagai calon tunggal pimpinan Tri Brata-1. Dua hari sebelumnya, Budi berstatus sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam jabatannya sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir Polri 2003-2006. (net)

Foto |int\

News Feed