oleh

Ketangkap Selundupkan 1 Kg Sabu, PRT Asal Blitar Lolos dari Hukuman Mati

OKEBUNG|
Jeny Yuspitasari,pembantu rumah tangga (PRT) kelahiran Blitar ini akhirnya lolos dari ancaman hukuman mati. Dia hanya dihukum 13 tahun penjara dalam kasus penyelundupan narkoba dari Beijing ke Indonesia pada Juni 2014 lalu.

Wanita kelahiran Blitar, 5 Mei 1980 awalnya bekerja sebagai PRT di Macau, China. Pada 05 Mei 2014 lalu.Dia bertemu dan berkenalan dengan Abil di Macau.

Dari awal perkenalan itu, Jeny ditawari pekerjaan membawa sabu ke Indonesia dengan upah USD 2 ribu dengan syarat sabu itu bisa masuk ke Indonesia. Jeny menerima tawaran ini dan keesokannya Abil menyerahkan 10 bungkus teh China yang di dalamnya terdapat 1 kg sabu. Sabu ini merupakan milik Joe. Barang itu harus diserahkan kepada Koko di Surabaya. Siapa Koko? Abil akan memberitahu via SMS setelah Jeny sampai di Surabaya.

Setelah rencana disusun, Jeny lalu kembali ke tanah air pada 8 Mei 2014 dengan rute Beijing-Jakarta. Setelah transit, ia melanjutkan penerbangan ke Surabaya. Sesampainya di Bandara Juanda, tas yang berisi paket sabu itu tertinggal di Soekarno-Hatta. Selidik punya selidik, paket itu telah diamankan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Tapi Jeny tidak menyadarinya dan melaporkan kehilangan kopernya itu ke petugas bandara. Setelah itu ia pulang ke rumah di Blitar.

Aparat lalu menyelidiki kasus itu. Jeny lalu diciduk aparat di rumahnya dan dibawa ke Jakarta. Pada 18 Maret 2014, Jeny menerima perintah untuk menyerahkan paket itu kepada Ravendra di sebuah hotel di Rawabokor. Di bawah pengawasan polisi, paket diserahkan dan Ravendra pun ikut ditangkap. Keduanya lalu diadili secara terpisah.

Pada 26 November 2014, jaksa menuntut Jeny melanggar pasal 113 ayat 2 jo pasal 132 ayat 2 UU Narkotika dan menuntut 18 tahun penjara. Atas tuntutan ini, Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara pada 12 Januari 2015. Karena vonis jauh di bawah tuntutan, jaksa pun banding. Tapi apa kata majelis tinggi?

“Menguatkan putusan PN Tangerang,” putus majelis banding sebagaimana dilansir webiste Mahkamah Agung (MA), Minggu (24/05/2015).

Duduk sebagai Ketua Majelis Syaukat Mursalin dengan anggota Ester Siregar dan Lief Sofijullah. Dalam amar yang dibacakan pada 13 Maret 2015 lalu itu, majelis tinggi menyatakan Jeny bersalah melanggar pasal 113 ayat 2 jo pasal 132 ayat 2 UU Narkotika. Pasal ini mengancam pelaku dihukum mati, selengkapnya berbunyi:

Dalam hal perbuatan memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 kilogram atau melebihi 5 batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditambah 1/3.Joe dan Abil hingga saat ini masih DPO.(okz\net)

Foto |Ilustrasi\

News Feed