oleh

Kemenkes: 272.001 Orang Terkena ISPA & 10 Meninggal Akibat Bencana Asap

OKEBUNG|
Masalah bencana asap di Sumatera dan Kalimantan sudah seharusnya menjadi bencana nasional dan bencana asap ini termasuk terburuk sepanjang sejarah.Bayangkan sudah berapa banyak biaya negara keluar untuk mengatasi bencana asap itu.Dan entah berapa banyak personil gabungan aparat untuk turrun mengatasi masalah asap itu.Namun, sepertinya hingga saat ini asap masih mengganggu kesehatan warga.

Tak hanya anggaran biaya dan personil dikerahkan untuk mengatasi asap. Namun,korban juga sudah banyak berjatuhan yang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA),bahkan ada yang tewas.

Menurut Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan bahwa akibat bencana asap sudah ada 10 orang yang meninggal dunia dan banyak yang terkena ISPA.

“Sebelumnya ada sembilan orang yang meninggal dunia, tetapi kemarin ditambah satu jadi total ada 10 orang,” ungkap Menkes Nila saat ditanya wartawan perkembangan korban kabut asap, dalam konferensi pers hasil rapat Menkes dengan Menko Polhukam.bertempat di Kantor Kemenkes,Jalan HR Rasuna Sahid, Kuningan,Jakarta, Kamis (22/10/2015)kemaren.

Sementara itu,terpisah, Mensos Khofifah Indar Parawansa menyebutkan pihaknya sedang mempersiapkan santunan kematian bagi 12 orang yang meninggal di daerah terdampak asap.

Sementara itu, untuk kasus penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA),Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Achmad Yurianto menjelaskan hingga akhir September ada 272.001 orang terkena ISPA. Dan rata-rata kenaikan kasus berkisar 500 orang per minggu.

“Dari akhir September,untuk wilayah Kalimantan Tengah ada 52.213 kasus yang dilaporkan, Riau 65.232 kasus dan Jambi 9.747 kasus. Untuk Sumatera Selatan pencatatan dari Agustus sampai sekarang ada 101.332, Kalimantan Barat 43.477 dan Kalimantan Selatan 97.430,” terangnya.

Untuk membantu para korban, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan 33,8 ton bantuan berupa obat, masker oksigen dan mobilisasi sumber daya kesehatan dari RSCM persahabatan untuk mengatasi masalah yang diperlukan di sana. Pihaknya juga akan memanfaatkan dana bantuan kesehatan kepada wilayah yang membutuhkan.

Kemenkes juga akan mendistribusikan kurang lebih 1.000 masker ke kabupaten/kota dan 11 ton penjernihan air.Juga akan dibuat film edukasi untuk masyarakat. Kemenkes juga akan membagikan air purifier ke rumah sakit.”Penderita yang kira-kira akan dievakuasi akan dikirimkan ke rumah sakit atau Puskesmas,” pungkasnya.[okz] [red]

Foto|dok.okebung.com

News Feed