oleh

Kejatisu Pantau Persidangan Anak Dibawah Umur di PN Pakam

OKEBUNG|
Persidangan kasus pencabulan terhadap anak yang masih di bawah umur dengan terdakwa,Hendika Zunnata alais Hen (24) warga Dusun III,Desa Kuala Lama,Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai,Provinsi Sumatera Utara yang rencananya pledoi terdakwa digelar ,Kamis (05/02/2015) ternyata diundurkan kembali.

Diduga diunduhnya persidangan terdakwa kasus pencabulan tersebut ada ‘permainan udang dibalik batu’

“Aneh sekali,sudah dua minggu sidangnya ditunda terus,mungkin bisa saja ini ada dugaan permainan udang dibalik batu,”ungkap salah seorang kerabat korban kepada okebung.com.

Sebelumnya,terdakwa yang telah meniduri korban sebanyak dua kali dengan cara memaksa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 9 tahun penjara.

Selanjutnya, usai dibacakannya tuntutan JPU,terhadap terdakwa yang berlangsung di dalam PN Lubuk Pakam, akhirnya persidangan di lanjutkan pada hari Kamis (29/01/2015) dalam kelanjutan agenda pledoi terhadap terdakwa.

Namun, pihak Majelis Hakim kembali membatalkan persidangan pledoi tersebut dengan alasan tertentu,dan ditunda hingga,Kamis,(05/02/2015) sekitar pukul 4.00 WIB di PN Lubuk Pakam akan digelar kembali.

Akan tetapi, persidangan agenda pembacaan pledoi terdakwa yang
seharusnya di langsungkan pada hari Kamis ini juga dibatalkan oleh
Majelis Hakim tanpa adanya pemberitauhan terhadap pihak keluarga korban.

Akibat adanya dua kali dibatalkannya agenda persidangan dalam agenda
pledoi terhadap terdakwa membuat pihak keluarga korban merasa kecewa.

“Kami minta kepada Majelis Hakim dan JPU jangan menunda lagi persidangan nanti.Kami hanya minta keadilan hukum.Karena masa depan anak kami,P (15) alias bunga,salah satu siswi pelajar kelas 3 SMPN 1 Pantai Cermin sudah hancur. Bayangkan saja,sekarang korban malu untuk sekolah lagi,”ujar ibu korban kepada okebung.com.

“Kalau pledoi itu berarti terdakwa via penasehat hukumnya
untuk menyampaikan pledoi. Akan tetapi kalau si terdakwa sakit, iya
tidak bisa untuk disidangkan. Artinya, kita pantau saja bang apa yang jadi pledoinya terdakwa atas tuntutan JPU kita. Terima kasih bang,” ujar Kasipenkum Kejati Sumut, Chandra Purnama saat dimintai tanggapan adanya dua kali pembatalan sidang pledoi terdakwa.(ad)

Foto| Ilustrasi\

News Feed