oleh

Kejagung Sita Kebun Sawit Labora Sitorus di Sumut

OKEBUNG|
Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia segera melakukan penyitaan aset terpidana kasus kasus pencucian uang, penimbunan bahan bakar, dan pembalakan liar, Labora Sitorus, berupa perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara.

“Eksekusi administratifnya telah dilakukan kejaksaan, tinggal fisiknya saja. Aset Labora akan dikembalikan kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” ungkap Jaksa Agung, HM Prasetyo, di Kantor Kejagung, Jumat (08/05/2015).

Dia menjelaskan , beberapa waktu lalu KPK sudah turun tangan untuk mengundang pihak terkait, sehubungan dengan pembahasan masalah tersebut. “Beberapa waktu lalu KPK sudah turun tangan untuk mengundang kita semua untuk membahas masalah itu, jadi kita tunggu aja seperti apa nanti,” bebernya.

Sebagaimana diketahui bahwa Labora Sitorus merupakan mantan polisi berpangkat Bintara terlibat berbagai kasus senilai Rp1,3 triliun. Putra Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut) ini dikenal sebagai ‘Raja Minyak’ dan ‘Raja Kayu’ di Papua.

Awal tahun lalu, Labora Sitorus sempat membuat pusing petinggi negeri ini karena bebas dari penjara. Labora bebas karena mengantongi surat pembebasan yang belakangan diketahui asli tapi palsu (Aspal).

Untuk mengembalikannya ke balik jeruji besi, Kejagung terpaksa meminta bantuan Menkum dan HAM, Yasonna Laoly, Kapolri saat itu, Jenderal Sutarman dan Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Untuk menjemput Labora dari rumahnya bukan perkara mudah, karena ia dilindungi ribuan warga Papua. (msc\admin)

Foto|labora\dok.net\

News Feed