oleh

Kawanan Perampok Bersebo Beraksi di Bank Permata

MEDAN BARU-OKB|
Aksi perampokan empat kawanan bersebo menggunakan senjata api merampok di Bank Permata Cabang Medan Petisah Jalan Gatot Subroto Medan tepatnya di simp Jalan Merbau Baru, Kec Medan Petisah, Jumat (22/08/2014) siang. Alhasil, kawasan tersebut pun diserbu petugas Polsek Medan Baru yang dipimpin langsung Kapolsek Medan Baru, Kompol Nasrun Pasaribu.

Aksi perampokan yang menggunakan 3 senjata laras panjang dan 1 senpi laras pendek jenis FN tersebut rupanya aksi simulasi yang dilakukan PT Siaga yang menjadi rekanan Bank Permata untuk penyediaan satpam. Lantaran tidak memiliki surat izin akan pelaksanaan tersebut, hampir seluruh personil Polsek Medan Baru yang mendapat kabar adanya aksi perampokan langsung berhamburan dari Mapolsek Medan Baru menuju lokasi.

Saat itu, petugas sempat melihat salah seorang yang berperan sebagai perampok beraksi di Bank Permata. Makanya, petugas pun sempat mengeluarkan senjata.

Namun, ketika petugas hendak membidik pelaku tersebut, pimpinan penyelenggaraan simulasi tersebut, Teguh langsung mengatakan kepada petugas bahwa aksi tersebut merupakan simulasi.

Sementara itu, para pemeran perampokan langsung masuk kedalam Bank Permata demi menyelamatkan diri dari tindakan penembakan yang sempat hendak dilakukan petugas. Hanya berselang beberapa menit, Bank Permata pun kemudian dipadati petugas yang berpakaian preman maupun berseragam Polri.

Kembali, saat itu Teguh mengatakan, kepada petugas kalau mereka sedang melakukan simulasi perampokan. “Simulasi ini pak,” ucapnya kepada petugas.

Saat itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Alexander Piliang menanyakan apakah mereka sudah melaporkan simulasi tersebut ke Polsek Medan Baru maupun Polresta Medan. Mendengar itu, Teguh mengatakan, kalau pihaknya belum ada melaporkan aksi simulasi tersebut kepada petugas.

“Tapi, dari atasan katanya sudah pak,” akunya yang kemudian saat diminta petugas untuk menunjukkan bukti tersebut dirinya tidak bisa.

Karena itu, Alex pun mengatakan, seandainya ada petugas berpakaian preman yang sedang patroli melihat kejadian tersebut dan langsung melakukan tindakan penembakan siapa yang akan bertanggung jawab. Makanya, setiap simulasi dilaksanakan selalu ada petugas yang mendampingi.

“Siapa yang mau tanggung jawab jika nanti ada ditembak. Kan jadi repot semuanya,” cetusnya.

Karena itu, petugaspun kemudian mengamankan 5 orang yang berada di Bank Permata tersebut ke Polsek Medan Baru guna dilakukan pemeriksaan. Disamping itu juga, petugas turut membawa 3 senjata angin laras panjang dan 1 senjata laras pendek jenis FN ke Polsek Medan Baru.

Atas aksi tersebut, Bank Permata pun kemudian menjadi perhatian warga lantaran kerumunan petugas berpaian preman tepat di depannya. Sementara itu, saat berada di Polsek Medan Baru, Kapolsek Medan Baru, Kompol Nasrun Pasaribu mengatakan, aksi tersebut hanyalah simulasi. Namun, lantaran tidak mempunyai surat izin pihaknya mengamankan 5 orang dari lokasi untuk dimintai keterangan.

“Hanya simulasi aksi tadi. Kita sedang memperiksa mereka. Ada 5 atau 6 orang yang kita amankan beserta senjata yang mereka gunakak. Soalnya, aksi mereka tersebut sangat berbahaya karena tidak ada petugas di lokasi yang mendampingi mereka simulasi,” ucapnya singkat.

Sementara itu, perwakilan Bank Permata, Fakruddin mengatakan, aksi simulasi tersebut dilakukan mereka di Bank Permata yang berada di Jl Gatot Subroto tersebut lantaran mereka menganggap kawasan tersebut sangat berbahaya. Karena itu, jauh hari sebelumnya mereka mengajukan ke PT Sigap untuk dilakukannya simulasi.

“Kami pilih mereka lantaran mereka terlatih. Kita menggap kawasan di situ merupakan kawasan yang sangat berbahaya meskipun belum ada kami menjadi korban. Makanya disitu kita lakukan,” ucapnya.

Kemudian, bebrnya, mengenai tidak adanya izin dari kepolisian mereka mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, dirinya mengaku sudah membuat surat kepada PT Sigap untuk melaporkan ke kepolisian atas pelaksanaan tersebut.

“Kita tidak tahu kalau izinnya. Tapi, kita sudah berikan surat ke PT Sigap untuk membuat laporan ke polisi. Suratnya juga sudah di atas (tempat penyidik). Tapi sebelumnya, ada petugas yang memperbolehkan dilaksanakan simulasi tersebut. Namun, itu hanya secara lisan. Tapi yang jelas, aksi tersebut bukan perampokan melainkan hanya simulasi,” ucapnya.

Saat disinggung, apakah dirinya tidak mengetahui kalau saat ini menjadi situasi Siaga 1 pasca putusan MK mengenai Pilpres 2014, dirinya mengaku tahu. Tapi, dia kembali mengatakan kalau aksi mereka itu merupakan simulasi.

“Tahu, tapi inikan hanya simulasi. Dan ada ucapan dari petugas kemarin yang memperbolehkan. Namun itu hanya secara lisan saja, bukan tulisan. Dan saat ini, ada 5 satpam dari PT Siaga yang diperiksa, yakni Bowo, Nasir, Teguh dan 2 orang lagi lupa saya namanya,” ucapnya sembari mengaku tidak mengetahui pangkat petugas yang dimaksudnya tersebut. (ind)
Foto :Ilustrasi/

News Feed