oleh

Kasus Saos Cabai Ngandung Pewarna Tekstil,Poldasu Buktikan Jimy Jadi Tersangka

OKEBUNG|
Petugas Subdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu memastikan akan melakukan gelar perkara terkait dari hasil penyelidikan dan pengerebekan di PT Duta Ayumas Persada (DAP) yang memproduksi saos cabai merk Dena,Bola Dunia,dan Sun Flower yang menggunakan zat pewarna tekstil (Rhodamin).

Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu AKBP Fredo Situmorang
saat di konfirmasi terkait hasil gelar perkara yang informasinya digelar pada Senin 30-3-2015,siang  ternyata batal dilaksanakan.”Gelar perkara gak jadi hari ini,”ujar Fredo singkat.

Namun,dia mengakui bahwa pihaknya belum mengumpulkan berkas-berkasnya untuk diajukan sebagai bahan yang dapat menjerat Jimy si pemilik saos cabai merk Dena,Bola Dunia,dan Sun Flower yang menggunakan zat pewarna tekstil (Rhodamin) itu sebagai tersangka

Lanjutnya,saat ini Fredo mengakui bahwa semua berkas-berkas untuk keperluan gelar perkara besok (hari ini.(Selasa 31/03/2015), sudah siap dan saya akan buktikan besok kalau Saos itu pesitif mengandung dan  menggunakan zat pewarna tekstil (Rhodamin),

Salanjutnya perwira yang menyandang pangkat dua melati emas dipundaknya ini mengaku ,bahwa semua bukti-bukti awal untuk menjerat pemilik saos tersebut sebagai tersangka juga telah kita siapkan,dari awal sudah saya katakan bahwa saya tak mau berpolemik dengan mereka (Balai POM). Terserah mereka mau bicara apa. Saya bicara sesuai fakta.

“Kita lihat besok dari hasil  gelar perkara,siapa yang benar,kita bekerja untuk masyarakat,kasihan masyarakat ,saat ini dalam keadaan bingung,Balai POM bilang Saos itu tidak berbahaya dikonsumsi manusia,karena tidak mengandung zat pewarna tekstil (Rhodamin)sedangkan dari hasil penyelidikan Poldasu saos itu jelas dan terbukti mengandung zat pewarna tekstil (Rhodamin),jadi tegasnya,besok akan kita buktikan semuanya,dan Polda Sumatera Utara akan menjawab dari apa yang menjadi pertanyaan masyarakat ,” tegas Fredo.Senin (30/3/2015) sore

Selain itu Fredo menyebutkan,kita akan pastikan dan juga akan membuktikan bahwa saos itu sangat berbahaya,untuk dikonsumsi manusia ,dan pemiliknya akan menjadi tersangka sesuai undang (UU) pangan, UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan UU RI Nomor 22 tentang Minyak Gas dan Bumi. yang mana pabrik itu telah beroperasi sejak tahun 1973 yang mendistribusikan saus-saus tersebut ke wilayah Sumut dan Aceh.

“Bayangkan saja sudah 42 tahun masyarakat mengkonsumsi saos yang mengandung zat pewarna tekstil (Rhodamin),apakah hal seperti ini terus kita biarkan,”pungkas Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu AKBP Fredo Situmorang
 
Sebelumnya Kapoldasu, Irjen Eko Hadi Sutedjo juga menegaskan pihaknya tetap melanjutkan semua hasil penggerebekan/tangkapan dan diproses secara hukum.Kalau kasus penggerebekan pabrik saos tersebut,penyidik masih melakukan pengembangan dan pendalaman.Kalau ada pihak lain yang terlibat, pastinya akan ikut diperiksa.

“Kasusnya masih dikerjakan, dan saat ini masih dalam proses pastinya kasus Saos ini terus berlanjut,” kata Eko.

Tujuan kita semata-mata hanya untuk menyelamatkan  warga dari bahaya akibat mengkonsumsi makanan yang tercemari zat pewarna  rhodamin
yang ada didlam saos tersebut

Disinggung tentang masih berproduksinya pabrik saos tersebut Eko mengatakan silakan saja berprodusi asal jangan menyalahi aturan,dan merugikan warga,Namun sebut Eko Itu (saos,red) yang sudah kita sita produksinya sudah berhenti ,tidak di produksi lagi,dan kalaupun pabrik itu masih berproduksi jelasnya  sudah tidak menggunakan zat yang mengandung pewarna tekstil (Rhodamin).

Sedangkan untuk saos yang sudah beredar nanti akan kita tinjau kembali,pastinya kita terus awasi,”tegas Eko menambahkan

Dan masalah BPOM yang mengatakan saos itu idak berbahaya dan tidak mengandung zat tekstil itu pendapat mereka,namun apa yang kita selidiki,saos itu ada mengandung zat berbayahaya untuk di konsumsi ,”pungkas Eko saat di temui Jumat (27/03/2015) usai Sholat Jumat lalu.[El]

Foto|dok.okb

News Feed