oleh

Kasus Pohon Makan Nyawa,Polsek Medan Baru Periksa 3 Pejabat Dinas Pertamanan

OKEBUNG|
Polsek Medan Baru hingga saat ini terus mendalami kasus pohon tumbang hingga makan nyawa yang berada wiliyah hukumnya. Tidak tanggung-tanggung, saat ini Polsek Medan Baru tengah memeriksa tiga pejabat di Dinas Pertamanan Kota Medan guna menelusuri penyebab banyaknya pohon yang belakangan ini tumbang menimpa pengendara yang melintas di dekatnya.

Kepada awak media ini, Rabu (29/10/2014) siang, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Oscar S Setdjo mengatakan, ketiga pejabat yang telah diperiksa tersebut yakni yang menjabat sebagai Kabid Pertamanan dan Makam, Kabid Pengawasan Pertamanan dan Makam, dan Kasi Pengawasan Taman dan Makam.

Namun, hingga pemeriksaan terakhir, pihaknya masih belum mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan Dinas Pertamanan Kota Medan tersebut.

IMG_20141019_003627

“Kita masih mencari tahu bagaimana tupoksi mereka dalam melakukan pengawasan terhadap tanaman itu. Jadi, kita masih menyelidikinya. Makanya kita periksa Kabid Pertamanan dan Makam, Kabid Pengawasan Pertamanan dan Makam, dan Kasi Pengawasan Taman dan Makam apakah mereka melakukan kerjanya sesuai tupoksinya atau bagaimana,” ungkapnya.

Kemudian, Oscar membeberkan, dalam pemeriksaannya sampai saat ini pihak Dinas Pertamanan Kota Medan menyerahkan mengenai data kalau dinas tersebut telah melakukan perawatan terhadap pohon yang berada di tepi jalan. “Mereka menyerahkan dukomen. Kalau mereka telah melakukan pengawasan terhadap pohon yang berada di tepi jalan. Dan dalam data yang mereka serahkan itu, mereka menyerahkan kalau mereka melakukan pengawasan terhadap pohon di Jl Abdullah Lubis tertanggal 7 Juli 2014 lalu,” ucapnya.

IMG_20141018_215409
Disamping itu, bebernya, mengenai para korban akibat pohon tumbang tersebut, Dinas Pertamanan Kota Medan pun telah memberikan tali asih. “Mereka telah bertanggung jawab. Karena mereka telah memberikan tali asih kepada korbannya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pertamanan Kota Medan tampaknya memandang remeh perawatan pohon yang berada di jalur hijau Kota Medan. Sebab, hingga kini peristiwa pohon tumbang di Kota Medan kerap terjadi seperti halnya di Simp Jl Teuku Umar/ Jl Air Langga Medan Petisah, Senin (27/10/2014) siang.
Kala itu, tanpa hujan dan angin pohon jenis Asam Jawa yang telah berumur puluhan tahun tersebut tiba-tiba tumbang sebelum akhirnya menimpah 5 mobil yang berada di persimpangan tersebut.

Alhasil, kelima mobil tersebut yakni, Nissal Evalia warna putih dengan nomor polisi BK 1087 SI, Suzuki Carry pick up warna biru dengan nomor polisi BK 9859 BN, Toyota Avanza Veloz warna hitam dengan nomor polisi BK 1981 QP, Honda City warna silver dengan nomor polisi BK 1305 SU, dan Toyota Avanza Veloz warna putih dengan nomor polisi BK 1907 OT mengalami ringsek. Bahkan, salah seorang dari pengguna mobil Toyota Avanza Veloz warna hitam dengan nomor polisi BK 1981 QP, Sri Putri (22) warga asal Galang terpaksa dilarikan ke RS Materna lantaran menderita luka robek dikepalanya.

Informasi yang dihimpun kru koran ini di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 11.30 wib. Kala itu, kondisi alam di pusat Kota Medan dalam kondisi cerah.

Tanpa disangka, tiba-tiba pohon yang berada tepat di tepi persimpangan tersebut tumbang. Secara perlahan-lahan, pohon tersebut pun menimpah kenderaan yang berada di sekitarnya.

‪”Tiba-tiba aja tadi tumbang, padahal tak ada angin dan hujan. Saat itu, mobil yang bergerak cuma 2 mobil. Suzuki Carry pick up Biru BK 9859 BN dan Toyota Avanza Veloz BK 1981 QP. Sedangkan yang 3 lagi seperti Nissal Evalia BK 1087 SI, SHonda City BK 1305 SU, dan Toyota Avanza Veloz Putih 1907 OT tengah parkir disitu,” ucap Kepala Lingk III, Kel Petisah Tengah, Kec Medan Petisah, M Yusri saat ditemui di lokasi kejadian.

Lebih lanjut, bebernya, akibat kejadian tersebut Mobil Avanza Velos BK 1981 QP mengalami kerusakan yang sangat parah. Pasalnya, badan mobil yang berisikan 3 orang tersebut tertimpa batang utama bahkan seorang penumpangnya bernama Sri Putri (22) warga asal Galaang terpaksa dilarikan ke RS Materna yang berjarak sekira 100 meter dari lokasi kejadian lantaran kepalanya menderita luka robek.

“Tadi Avanza itu dari arah Jalan Air Langga belok ke Jalan Teuku Umar yang ke arah Jalan Kejaksaan. Tapi, belum lagi belok, mereka ditimpah. Dalam mobil itu tadi ada 3 orang penumpangnya. 2 orang tidak apa-apa, sedangkan 1 orang luka di kepalanya dan tadi dilarikan ke RS Materna,” ungkapnya.

Sementara itu, saat. Awak media ini menyambangi RS Materna tampak melihat perawat tengah membersihkan luka di kepala Sri.

Kepada awak media ini, teman Sri, Rahayu (33) mengatakan, peristiwa tersebut terjadi usai mereka mengambil pakaian dari Loundry Shasha yang berada di Jl Air Langga Medan.

Usai mengambil pakaian tersebut, mobil yang kala itu dikendarai Budi tersebut kemudian hendak menuju Jl Thamrin Medan untuk menjemput anak majikan mereka yang bersekolah di Metodist 3 Medan. Namun sial, belum lagi mereka keluar dari Kelurahan Petisah Tengah tersebut, mereka malah ditimpah musibah.

“Tiba-tiba pohon itu tumbang bang. Posisi di dalam mobil saat itu, Budi supir, saya tepat dibelakangnya. Dan Sri disamping saya,” ucapnya.

Namun, beber perempuan beretnis Tingkok tersebut, dirinya tidak mengetahui bagaimana kepala Sri bisa menderita luka. Sebab, posisi duduk mereka kala itu sejajar.

“Sejajarnya kami bang. Tapi gak tahu kok bisa luka kepalanya. Siap itu, langsung keluar mobil kami bang. Soalnya kabel-kabel disitu jatuh. Dan sekarang dia lagi dirawat itu bang akibat lukanya. Kalau saya tidak apa-apa. Sama kayak Budi, diapun tidak apa-apa,” pungkasnya.

Saat itu, tampak seorang perempuan kelihatan panik setelah masuk ke dalam RS Materna. Setelah diselidiki, ternyata perempuan yang mengenakan kemeja putih dipadu celana jeans ponggol warna biru merupakan majikan Sri.

Kepada media ini perempuan yang bernama, Lulianti (45) warga Jl Gagak Hitam Medan tersebut mengatakan, kalau pembantunya serta supirnya tersebut hendak menjemput anaknya di Sekolah Metodist 3.

“Orang ini tadi baru ambil loundry di shasha. Siap itu mereka mau jemput anak saya. Tapi mereka malah kena musibah. Saya saja tahunya tadi dari supir saya Budi yang saat ini sudah pergi jemput anak saya,” ungkapnya.

Saat disinggung apakah dirinya sudah melihat kondisi mobilnya, Luli mengaku sudah melihat mobilnya tersebut. “Parah kali kondisinya. 90 persen sudah rusak,” ucapnya.

Maka itu, perempuan yang mengaku sebagai ibu rumah tangga tersebut berharap Pemko Medan bertanggung jawab atas insiden tersebut. “Memang tidak ada orang yang mau ini terjadi. Tapi, kita liat bagaimana pertanggung jawaban dari pemko. Kita mengharapkan supaya mereka sehat-sehat. Kalau kondisi mobil saya, sudah tidak bisa di pakai lagi itu. Sudah 90 persen mengalami kerusakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Medan, Hanna Simanjuntak meminta Dinas Pertamanan Kota Medan untuk segera melakukan pemeliharaan terhadap pohon yang sudah tua di Kota Medan. Pasalnya, saat ini banyak pohon tumbang dan menimpa pengendara mobil maupun menelan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

“Kita sarankan pihak pertamanan selak yang berwenang untuk segera meneliti dan melakukan pemeliharaan pohon yang sudah tua segera mungkin. Hal ini dilakukan agar tidak lagi terulang kejadian seperti ini,” ucapnya singkat.

Terpisah, Sekcam Medan Petisah, ILyam Chandra Simbolon mengaku, telah berulang kali menyurati pihak pertamanan. Hal itu supaya dilakukan pendataan terhadap pohon di Kota Medan yang sudah tidak layak untuk segera dipotong.

“Sudah berkali – kali kita surati untuk dilakukannya pendataan, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan juga. Padahal ini sangat penting,” katanya.

Namun, sebelum peristiwa tersebut, pohon tumbang juga telah terjadi di Jl Sudirman Medan, sebuah mobil Kijang Komando BK 1507 TG berpenumpang tujuh orang ditimpa pohon beringin besar di Jl Sudirman Medan, Sabtu, sekira pukul 19.00 WIB, sehingga mengakibatkan dua orang tewas dan lima lainnya kritis. Dua orang yang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) adalah bapak dan anak, yakni Donal Pardede (50) dan Andri Kristian Pardede (24), warga Sei Mangke, Kabupaten Simalungun. (sgi\admin)
Foto:dok.

News Feed