oleh

Kasus Penembakan ‘Ala Tempel’ Sugiono Mulai Diproses Poldasu

OKEBUNG|
Terkait kasus penembakan yang dilakukan Timsus Polres Deliserdang terhadap korban,Sugiono (29) warga Dusun Industri Desa Pagar Merbau Tiga Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang,Provinsi Sumatera Utara yang dituding sebagai perampokan mobil L300 milik Budiman Warga Desa Batu Gemuk Kecamatan Namo Rambe mulai dilakukan proses penyidikan.

Penyidik Subdit III / Jahtanras Ditreskrimum Poldasu telah memeriksa Ayu (27) istri Sugiono dan  Sumiati (51) ibu kandung Sugiono, Rabu (14/01/2015).Ayu yang didamping ibunya Sumiati mendatangi Gedung Ditreskrimum Poldasu.

Meski penyidikan  dianggap masih tahap awal, namun penyidik terlihat serius untuk mengusut kasus ini.

Ayu istri Sugiono saat ditemui wartawan di Poldasu mengaku pemeriksaan pada dirinya berjalan selama tiga jam dengan pertanyaan yang masih bersifat normatif.

“Saya ditanya sekira 20 pertanyaan bang oleh penyidik kalau ibu Sumiati saya tidak tau berapa pertanyaan,” sebut Ayu.

Untuk itu Ayu berharap banyak pada penyidik Ditreskrimum Poldasu agar kasus penembakan suminya Sugiono yang dilakukan Timsus Polres Deliserdang diproses serius tanpa ada main mata antara penyidik dengan pihak Polres Deliserdang.

Karena penembakan suaminya suatu pengondisian oleh oknum polisi.

“Suami saya saat di tangkap Senin (27/10/2015) saat dirumah, saat ditangkap Timsus Polres Deliserdang suami saya tidak ada melakukan perlawanan dan tetangga sendiri tidak ada mendengar suara letusan tembakan. Tapi besoknya kenapa kaki suami saya ditembak,” beber Ayu dengan berharap banyak mendapat keadilan. 

Dikatakannya, dengan tindakan polisi pada Sugiono yang telah melakukan penembakan dengan suatu pengondisian itu benar – benar menyalah aturan tentang kepolisian dan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kita tau kok polisi boleh melakukan penembakan pada tersangka apabila melakukan perlawanan, itupun setelah peringatan tiga kali tembakan baru bisa diambil tindakan tembak, sementara saya melihat langsung suami saya tidak melawan saat ditangkap,” jelasnya.

Ayu juga mengatakan, sangat berharap agar Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo SH Msi memberi keadilan dan segera mengusut tuntas apa motif penembakan dengan cara tempel dipaha kanan  terhadap suaminya Sugiono.

“Saya rela kalau suaminya harus dihukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tapi cara polisi itu salah. Dan terkait penembakan tempel tersebut, Ayu mengatakan akan menuntut keadilan ke Jakarta Kompolnas,” sebutnya.

Terpisah penyidik Subdit III Ditreskrimum Poldasu, AKP E Hulu saat dikonfirmasi wartawan membenarkan pemeriksaan pada para saksi tersebut.

“Kita masih periksa dua saksi dan ada satu saksi lagi yang belum diperiksa,” sebut E Hulu pada wartawan, Kamis (15/01/2015) sore melalui telepon selular.

Sebelumnya, Kanit Timsus Polres Deliserdang Iptu Suhardiman saat di Konfirmasi wartawan Jumat (31/10/2014)lalu,melalui telpon selularnya mengatakan, penembakan tersebut di lakukan, karena Sugiono melawan petugas dan berusaha kabur saat di tangkap, sehingga terpaksa dilakukan penembakan.

“Melawan dia pas kami tangkap, terpaksa kami tembaklah,” ujar Iptu Suhardiman.

Diketahui sebelumnya kasus ini dilaporkan Ayu Kepoldasu ditandai dengan bukti nomor laporan STTLP/1425/XII/2014/SPKT “III” tanggal 20 Desember 2014.

Istri Sugiono Ayu (27) kepada wartawan Selasa (23/12/2014)lalu mengatakan, Timsus Polres Deliserdang di bawah pimpinan Iptu SuhardimanSenin (27/10/2014) yang lalu menjemput suaminya di rumahnya di Dusun Industri Desa Pagar Merbau Tiga atas tuduhan perampokan.

Namun pada saat itu, karena polisi tidak ada meninggalkan surat penangkapan, sehingga keluarga Sugiono pun mengikuti mobil Kijang Inova warna hitam BK 427 IA yang membawa Sugiono dari belakang.

Dan benar saja, mobil tersebut pun masuk ke areal Reskrim Polres Deliserdang. Dan mulai  penangkapan, sampai di halaman Reskrim Polres Deliserdang, tidak ada terdengar suara tembakan. Sementara Kiki yang mengikuti mobil tersebut pun mengatakan melihat Sugiono keluar dari mobil polisi yang membawanya dalam keadaan baik baik saja, tidak ada terluka sedikit pun.

Namun setelah dua hari, Ayu mengaku sangat terkejut, karena mendengar berita di koran suaminya ditembak oleh polisi karena berusaha melarikan diri.

Sehingga hari itu juga, Ayu di dampingi beberapa keluarganya mencoba menemui Sugiono di Sel Tahanan Polres Deliserdang. Namun pada saat itu polisi belum memperbolehkan Ayu bertemu dengan Suaminya dengan alasan, Sugono Boleh dijenguk setelah tiga hari di tahan. Dan keesokan harinya Kamis (30/10/2014),Ayu bersama dengan adik dan ibu mertuanya kembali berusaha menemui Sugiono di sel Polres Deliserdang.

Namun,saat bertemu, Ayu pun terkejut, karena melihat paha kanan suaminya telah bolong di tembus peluru polisi.

“Sakit kali hatiku bang. Suamiku dijemput baik baik tapi kok di tembak,makanya aku buat laporan di Polda Sumut biar diusut siapa yang menembak suamiku” pungkasnya (El)
Foto :Ilustrasi\

News Feed