oleh

Kasus Korupsi Alkes 2012 ‘Jalan Ditempat’ di Polda Sumut,AMMUK SU Demo

MEDAN-OKB|
Kasus dugaan korupsi Alat-Alat Kesehatan (Alkes)tahun 2012 yang saat ini ditangani Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu sepertinya berjalan ditempat dan tidak ada perkembangan, apalagi tidak adanya keterbukaan penyidik untuk mempublikasikan kasus tersebut sehingga membuat puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Anti Korupsi Sumatera Utara (AMMUK SU)melakukan aksi unjuk rasa di Poldasu, Kamis (07/08/2014)siang.

Koordinator Aksi AMMUK SU,Bagus Riyanto mengatakan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) yang telah mengusut berbagai kasus korupsi di wilayah Sumatera Utara. Termasuk kasus-kasus korupsi Alat-Alat kesehatan Tahun 2012 yang bersumber dari APBD maupun APBN yang telah diseret ke meja hijau dan beberapa orang telah menjadi pesakitan atau pidana yang telah divonis oleh Pengadilan Tipikor Medan yang diantaranya Tono alias Asia (Pengusaha), Dr Asman Lubis (Direktur RS Labusel), DR Naga Bakti Harahap (Direktur RS Paluta) dan yang lainnya.

” Kami juga meminta Kapoldasu untuk
mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dan yang diduga menjadi aktor intelektual dari pihak eksekutif maupun legislatif dalam perkara Alkes Sumut Tahun 2012,”teriak massa dalam orasinya.

Selain itu, AMMUK -SU juga meminta Kapolda mengusut tuntas keterlibatan Zulkifli Efendi Siregar selaku Anggota Banggar DPRD Sumut yang diduga terlibat sebagai makelar anggaran Kasus Alkes diberbagai Kabupaten/Kota di Sumut sehingga telah terjadi mark-up atau penggelembungan anggaran yang telah merugikan keuangan negara.

Jika telah memenuhi bukti-bukti awal yang cukup kami meminta Poldasu untuk tidak ragu dan segera menangkap dan menahan Zulkifli Efendi Siregar dimana dalam perkara ini Zulkifli menerima aliran dana dari Ridwan Winata tersangka kasus Alkes di Sumut dan Prov. Lampung.

“Kalau mau mengusut jangan tanggung-tanggung harus semuanya diusut agar masyarakat percaya kepada keadilan,”tegasnya.

Bupati Labuhan Batu Selatan H. Wildan Aswan Tanjung SH MM menurut AMMUK SU juga diduga terlibat dalam kasus ALKES Rumah Sakit Labusel Tahun 2012 dan jika telah memenuhi bukti-bukti awal yang cukup kami meminta Poldasu untuk menangkap dan menahan H. Wildan Aswan Tanjung SH, MM sesuai dengan fakta persidangan yang terungkap dalam perkara terpidana Tono alias Asia maupun Dr Rusma Lubis yang terjerat Undang-Undang Korupsi maupun tindak Pidana Pencucian Uang sebagai mana terdapat Putusan Pengadilan Tipikor No 116/Pid.Sus.K/2013/PN.Mdn, menyebutkan Bupati Labusel mengetahu adanya pengadaan Alat Kesehatan di Dinas Kab. Labusel yang juga menadatangani usulan penerimaan dana tugas pembantu tersebut untuk isi usulan dari SKPD yang bersangkutan dilingkungan Pemkab Labusel.

Selain itu,kata Bagus, sangat nyata perbuatan Bupatui Labusel H. Wildan Aswan Tanjung SH MM diduga telah melakukan perbuatan menguntungkan diri atau orang lain dengan menyalahgunaan wewenang, dan hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pidana Korupsi. Dimana pasal ini telah menjerat Mantan Menteri Pemuda Olah Raga Andi Malarranggeng walau yang bersangkutan tidak ada menerima aliran dana.

Sementara itu, petugas SPKT Poldasu AKP A. Siregar mengatakan bahwa pernyataan sikap para mahasiswa dan masyarakat akan dilapornya ke Kapolda Sumut.
“Aspirasi massa akan kita laporkan langsung ke Kapolda Sumut,”janjinya.(GS)
Foto:ilustrasi

News Feed