oleh

Kasus Dugaan Korupsi Alkes Mandek di Polda Sumut,ZES Belum Diperiksa Sebagai Tersangka

OKEBUNG|
Semasa kepemimpinan Direktur Ditreskrimsus Poldasu yang sebelumnya yakni Kombes Pol Mestron Siboro diharapkan dapat menuntaskan kasus dugaan korupsi Alat Kesehatan (Alkes) dan Keluarga Berencana (KB) di Sumut yang melibatkan anggota Banggar DPRDSU dengan Inisial ZES namun hasilnya tetap tidak memuaskan, dikarenakan kasus tersebut tidak kunjung tuntas dan terkesan diperlambat penanganannya.

Sepertinya dalam penanganan kasus yang melibatkan ZES ini ditengarai ada permainan ‘patgulipat’.Buktinya hingga saat ini tak tuntas juga.

Maka dengan itu,Direktur Ditreskrimsus Poldasu yang baru dilantik beberapa hari yang lalu yakni Kombes Pol Drs Ahmad Haydar SH MH juga belum berani menunjukkan prestasi atau langkah-langkah yang menakjubkan dalam menangani kasus-kasus korupsi di Direktoratnya dikarenakan sampai saat ini “PR” yang diberikan Kombes Pol Mestron Siboro masih berjalan ditempat.

Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan yang ditemui wartawan diruangannya baru-baru ini yang dimintai keterangannya terkait kasus dugaan korupsi Alkes yang melibatkan Zulkifli Efendi Siregar (ZES) mengaku bahwa sampai saat ini belum ada perkembangan penanganannya dari Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu.

“Saya sudah tanya kemarin mengenai kasus-kasus korupsi ke Tipikor, sampai saat ini belum ada yang bisa kita sampaikan ke media, seperti penyelidikan kasus Alkes masih pengumpulan barang bukti, jadi masih terus dilengkapi,” ujar MP

Saat wartawan menanyakan sembari pengempulan barang bukti seperti pemeriksaan saksi-saksi apakah ZES sudah diperiksa dengan status tersangka lantas perwira berpangkat dua melati emas ini mengatakan bahwa ZES akan diperiksa setelah pengumpulan barang bukti dinilai sudah lengkap.

“ZES belum diperiksa, tunggu pengumpulan barang bukti terlebih dahulu dengan tujuan agar penyidik mempunyai bukti yang lebih kuat saat memeriksanya,”imbuh MP

Selain itu Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu masih terus memeriksa saksi-saksi terkait kasus dugaan korupsi alat Kesehatan (Alkes) dan Keluarga Berencana (KB) di Sumut.

Hal tersebut dilakukan penyidik agar calon Tersangka yakni Zulkifli Efendi Siregar (ZES)  dalam kasus tersebut tidak dapat mengelak dan mengakui perbuatannya.

Sebelumnya hal senada disampaikan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, penyidik segera akan memeriksa tersangka ZES yang sekarang menjabat Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi Partai Hanura. Namun sebelum itu, lanjutnya, namun pihaknya akan terlebih dahulu melengkapi keterangan sejumlah saksi yang mengetahui tindak korupsi yang dilakukan ZES, untuk menghindari adanya kekurangan dalam pemberkasan tersangka.

“Kasus tersebut masih dalam pendalaman penyidikan. Saat ini, penyidik melengkapi keterangan sejumlah saksi yang mengetahui keterlibatan ZES dalam kasus korupsi itu. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya kekurangan dalam pemberkasan nantinya,” ujarnya.

Helfi mengakui, hingga saat ini penyidik memang belum pernah memeriksa ZES, setelah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, tegasnya, dalam waktu dekat pemeriksaan tersangka akan dilakukan setelah penyidik melengkapi keterangan saksi-saksi yang mengetahui keterlibatan ZES.

Menjawab wartawan terkait belum dilakukannya penahanan terhadap ZES, Helfi mengaku, penyidik saat ini masih konsentrasi untuk menyelesaikan pemberkasan tersangka, sebelum memutuskan perihal penahanan terhadap tersangka.

Praktisi hukum Julhery Sinaga SH yang dimintai komentarnya terkait kasus korupsi tersebut juga mengatakan bahwa dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) merupakan kasus dengan skala prioritas.

Untuk itu, penyidik berkewajiban memprioritaskan penuntasan penanganan kasus korupsi yang diduga dilakukan ZES. Menurutnya, apabila penyidik tidak segera menuntaskan kasus itu, diharapkan KPK dapat mengambil alih penyidikan kasus tersebut.

Dijelaskan, penyidik harus melakukan penahanan terhadap tersangka, dengan tujuan menimbulkan efek jera bagi calon pelaku lain. Ditegaskan, penyidik dapat dianggap melanggar hak azasi manusia apabila tidak menahan tersangka ZES, padahal sebelumnya penyidik Tipikor telah menahan sejumlah tersangka lainnya dalam kasus yang sama. Selain itu, hal itu dapat menimbulkan opini negatif di masyarakat, serta dugaan adanya permainan dalam penyidikan kasus itu.

“Penyidik dapat dianggap melanggar HAM apabila tidak menahan tersangka ZES, sementara sebelumnya penyidik telah menahan sejumlah tersangka lainnya dalam kasus yang sama. Selain itu, tak ditahannya tersangka ZES dapat menimbulkan opini negatif di masyarakat serta dugaan adanya permainan dalam kasus itu,” tegasnya.

Dalam penanganan kasus tersebut, sebelumnya juga Poldasu didesak segera menangkap Zulkifli Efendi Siregar (ZES) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) dan Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Desakan itu disampaikan massa Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemantau Penegakan Hukum Sumut dalam aksi unjuk rasa di Mapoldasu, Selasa (9/12).

Selain itu, massa meminta Kapoldasu Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo lebih serius dan tegas mengusut kasus korupsi Alkes Kabupaten Tobasa, yang diduga melibatkan Zulkifli Efendi Siregar dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut lainnya. Massa berharap, Poldasu tidak tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum di Sumut.

Disebutkan, terkait kasus dugaan korupsi Alkes di Sumut, penyidik Poldasu juga telah memeriksa mantan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, Wakil Ketua Banggar DPRD Sumut Kamaluddin Harahap, M Affan dan anggota Banggar Budiman Nadapdap.(EL)

Foto|ilustrasi\

News Feed