oleh

KASAD : Sniper dan Tontaikam Amankan KAA Ke-60

*Angin Kencang Tembakan Harus Tepat Sasaran,Bidikk Kepala Kena Kepala. *

OKEBUNG |
Pelaksanaan operasi pengamanan VVIP, tidak ada lagi peringatan. Begitu ada yang mencurigakan, maka harus dilumpuhkan sebelum dia melumpuhkan. Kita siapkan sniper dengan jarak 800-1.500 meter. 

Mereka prajurit yang sudah dilatih, walaupun dalam kondisi angin kencang tembakan harus tepat sasaran, BIDIK KEPALA KENA KEPALA. Jika standar tersebut tidak tercapai, maka  prajurit harus digantikan,”tegas KASAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat pengecekan personel dan peralatan Satgaspamwil-1 Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika ke-60 dan Peringatan ke-10 New Asian-African Strategic Partnership Tahun 2015. Rabu (15/04/2015).

Jika sekarang sedang tayang film “American Sniper” yang menceritakan kisah nyata penembak runduk US Navy Seal di medan perang Irak, sekarang di Indonesia penembak-penembak runduk (sniper) TNI AD yang keahliannya juga tidak usah diragukan lagi telah disiapkan dalam pengamanan KAA ke-60. 

Penembak jitu dari TNI AD juga sudah diakui dunia akan kehebatannya, antara lain dengan masuknya nama almarhum Tatang Koswara kedalam deretan nama sniper terbaik dunia.

Personel sniper TNI AD yang sudah dilatih dengan jarak tembak yang jauh serta dalam kondisi cuaca yang buruk tetapi tembakan harus tetap tepat sasaran ini, akan ditempatkan digedung pencakar langit Jakarta dan tempat-tempat yang dianggap rawan. 

Sniper akan lakukan  pengamatan dan mencari anti sniper lawan serta orang atau kelompok yang berniat mengganggu jalannya kegiatan, jika ditemukan akan langsung dilumpuhkan dengan satu bidikan mematikan.

“Selain sniper kita juga siapkan pasukan bermotor tontaikam (pleton pengintai keamanan) dari Brigif 1/PIK Jaya Sakti, yang bertugas menyisir dan membersihkan sepanjang rute yang akan dilewati oleh tamu negara,”ungkap Kasad.

Keberadaaan peleton pengintai keamanan dengan menggunakan sepeda motor ini sangat diperlukan menangani masalah ganguan keamanan di area tertentu yang medannya sulit dijangkau oleh kendaraan besar dan harus dijangkau oleh sepeda motor serta perlu penanganan secara cepat, tepat dan akurat. 

Para personel penunggang kuda besi ini dipilih melalui penyeleksian yang sangat ketat. Para personel diwajibkan mengikuti test psikologi, kesehatan, kesamaptaan dan harus memiliki kemampuan beladiri.

 Bagi personel yang lulus seleksi, kemudian di didik kembali selama dua bulan sehingga memiliki kemampuan dan keterampilan perorangan seperti mahir menembak, beladiri dan menjinakkan bahan peledak (jihandak).

 Pasukan ini akan patroli sepanjang rute yang dilewati oleh para tamu negara  baik dari bandara menuju ke penginapan, maupun penginapan menuju tempat acara. Mencegah sekecil apapun niat dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengacaukan suasana.

“TNI AD akan selalu menerjunkan pasukan terbaik yang selalu siap maju menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. 

Terkait sarana prasarana pendukung, sejauh ini seluruh peralatan pendukung sudah sangat siap, mulai dari senjata, kesehatan, kendaraan, alat komunikasi, detektor, robot penjinak bom, dan pasukan cadangan,” tambah  Kasad.[rel]

News Feed