oleh

Korban Perampokan Jalan Meranti Keluarga Jenderal Polisi Lagi di Amerika

OKEBUNG|
Dengan adanya bantahan dari Kapolsek Medan Baru,Kompol Ronni Nicholas Sidabutar terkait pemberitaan dua wanita asal kota kembang Bandung,Jawabarat korban perampokan mengaku sebagai keluarga jenderal polisi membuat tim wartawan okebung.com di Bandung melakukan investigasi.

Hasilnya terkuak sudah bahwa korban memang benar keluarga jenderal polisi berpangkat Irjen yang mana saat ini jenderal tersebut sedang mengikuti pendidikan di negeri paman sam,Amerika Serikat.

Hasil investigasi kontributor okebung.com di Bandung,Rabu (26/11/2014)malam menyebutkan bahwa korban memang keluarga dekat jenderal bintang dua Polri.

Saat kontributor okebung.com menyambangi Komplek elit dengan harga rumah berkisar Rp 1,3 miliar itu di Griya Bukit Mas, Bojongkoneng,Cikutra Bandung,Jawabarat untuk mencari tau siapa dua wanita tersebut membuahkan hasil,ternyata kedua korban mengajar sebagai dosen Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Bandung (Unisba) yang berada di Jalan Taman Sari Bandung tersebut memang keluarga jenderal.

“Benar ah ibu itu mah emang cicingna didieu,dan kaluargana mah emang polisi jenderal,namun keur di Amerika bapak eta teh,”ungkap salah seorang warga dengan bahasa sundanya.(benar bang,memang tinggalnya disini,dan keluarganya memang ada polisi pangkat jenderal,tapi bapak itu lagi di Amerika.)

Lanjutnya,budakna aya tilu urang.Awewe dua dan lalaki hiji ah.Ayo naon rupana ah tanya kaluarga ibu eta..,”ujar warga yang enggan disebutkan namanya. (Anaknya ada tiga,dua wanita dan satu lelaki,ada apa abang tanya keluarga ibu itu).

Sementara itu,pada saat korban di Mapolsek Medan Baru menghubungi seorang petinggi Polri dan selanjutnya tak lama bicara korban pun menyerahkan handphone ke perwira pengawas Polsek Medan Baru MHP.

Amatan okebung.com,perwira pengawas tersebut terlihat mengeluarkan kata-kata siap,siap perintah jenderal.

Kebenaran bahwa korban keluarga jenderal dikuatkan dengan pengakuan beberapa orang personil Polsek Medan Baru yang menyebutkan bahwa korban memang keluarga jenderal polisi.

“Memang keluarga jenderal korbannya bang,seharusnya jangan karena keluarga jenderal haruus benar-benar dicari pelakunya.Masyarakat yang biasa juga kalau jadi korban cepatlah dicari pelakunya.Nanti apa kata masyarakat tentang kami,”ungkap personil Polsek Medan Baru yang dirahasiakan namanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya telah terjadi perampokan terhadap dua warga Bandung di Jalan Meranti Medan dilakukan dua pria membawa senjata tajam kelewang.

Atas kejadian itu,korban pun mendatangi Polsek Medan Baru,Selasa (25/11/2014) sekira pukul 20.00 WIB,karena tas berisi uang,handphone merek Samsung,KTP,beberapa kartu kredit,tiket pesawat dan surat berharga lainnya dirampok di Jalan Meranti,Kel Sei Putih Timur 1,Kec Medan Petisah.

Kedua dosen Fakultas Ilmu Komunikasi dari Unisba Bandung yang beralamat di Tamansari Bandung yang dirampok yakni, Dra Nurrahmawati,MSi (55) warga Komplek Griya Bukit Mas Blok D3 No.8,Bandung,Provinsi Jawa Barat,dan Dr Hj.Ani Yuningsih,Dra,MSi (51) warga Komplek Griya Bukit Mas Blok D3,No.1 Bandung mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Informasi dirangkum okebung.com di Mapolsek Medan Baru menyebutkan,kejadian perampokan tersebut bermula disaat korban menumpang becak bermotor BK 1785 CU dari Hotel Santika Dyandra hendak makan Mie Aceh sekaligus mau membeli oleh-oleh Bolu Meranti untuk dibawa ke Bandung.

“Kami besok mau pulang ke Bandung,jadi mau beli oleh-oleh Bolu Meranti,”ujar korban dengan logat sundanya kepada okebung.com di Mapolsek Medan Baru.

Namun,pas di Jalan Meranti Medan korban di pepet oleh dua pelaku mengendarai sepeda motor jenis Bebek.Selanjutnya pelaku berpura pura menuduh pengendara betor telah menabrak sepeda motor mereka sembari mengeluarkan klewang mengancam kedua korban.

“Dua pria itu memepet langsung keluarkan senjata tajam sejenis pedang bang,makanya berhenti kami,”ucap korban.

Selanjutnya kedua pelaku meminta tas korban sembari mengancam dengan sajam.Merasa terancam nyawanya,lantas korban pun langsung menyerahkan barang bawaan.

“Kami serahkan saja bang,daripada mati kami.Ngeri kali Medan ini masih jam segitu pun sudah beraksi perampok,”sebut kedua korban.

Masih dikatakan korban bahwa dirinya keluarga jenderal polisi.

“Saya keluarga jenderal polisi bang,sudah saya hubungi bapak dan bapak hubungi kepimpinan polisi disini,”ujarnya seraya menanyakan siapa kanit reskrim disini.

Pantauan,pasca kejadian menimpa korban belasan personil Polsek Medan Baru terlihat sibuk untuk cek tkp dan melayani keluarga petinggi Polri ini.Selain itu terlihat juga beberapa orang personil unit Jahtanras Polresta Medan di halaman Mapolsek Medan Baru.

Sementara itu,korban terlihat sibuk menerima panggilan handphonenya.Hingga pukul 23.00 WIB korban masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Medan Baru,dan korban sempat masuk keruang Kapolsek Medan Baru guna membiarkan peristiwa menimpa mereka.Selain itu, puluhan polisi sibuk melakukan pengejaran kedua pelaku.(bersambung)

Teks Foto:korban dimintai keterangan diruangan SPKT Polsek Medan Baru

News Feed