oleh

Kapolsek Medan Barat : Penggerebekan Lapak Judi Cilincing Sebelumnya Juga Kita Lakukan

OKEBUNG|
Penggerebekan lapak perjudian samkwan di Jalan Karya Cilincing, Lorong XIV B. Kel. Glugur Darat I, Kec. Medan Barat itu sudah berulang kali digerebek pihak Polsek Medan Barat.Namun,bandarnya masih membandel juga,sehingga kemaren malam digerebek aparat Denintel Kodam 1/BB dan petugas Polsek Medan Barat.

“Jadi penggerebekan tersebut atas adanya peran serta masyarakat ,Polsek Medan Barat dan Denintel Kodam 1/BB,”jelas Kapolsek Medan Barat,Kompol Siswandi kepada okebung.com,Jumat (24/04/2015) sekira pukul 07.00 pagi melalui telepon selular.

Disebutkannya bahwa sebelumnya petugas Polsek Medan Barat sendiri sudah berulang kali melakukan penggerebekan lokasi perjudian samkwan di Cilincing tersebut dan bersama masyarakat setempat merubuhkan lapak perjudian itu.

“Atas keresahan masyarakat setempat,kita langsung turun kelokasi dan melakukan penggerebekan. Namun ketika digerebek para pemain sudah kabur dan lokasi tersebut lapaknya dirubuhkan masyarakat ,”ujar Kompol Siswandi seraya menambahkan akhirnya kemaren malam anggota Denintel Kodam 1/BB menggerebek lokasi tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya ,aparat Detasemen Intelijen (Denintel) Kodam I/BB bekerjasama Polsek Medan Barat dan masyarakat, Rabu (22/04/2015) sekira pukul 19.00 WIB,menggerebek lapak perjudian samkwan di Jalan Karya Cilincing, Lorong XIV B. Kel. Glugur Darat I, Kec. Medan Barat.

Saat kedatangan belasan aparat Denintel 1/BB,para pemain berhamburan kabur saat mendengarkan letusan tembakan ke udara untuk membekuk seluruh pemain judi dadu samkwan.

Saat itu,ada yang kabur dan melompat kesungai hingga akhirnya ditemukan tewas mengambang.

Kedatangan petugas Denintel I/BB berpakaian preman, malam itu mengagetkan warga dan para pemain judi dadu samkwan yang berkisar 30 orang. 

Dengan mengendarai kurang lebih 6 unit sepeda motor Yamaha Vixion dan Yamaha Mio, petugas berhasil mengepung seluruh lokasi judi tersebut mulai dari depan Lorong XIV, dan juga Jalan Karya, Lorong 21, yang menampung para pemain yang sempat menyeburkan diri kedalam aliran sungai deli dan keluar menuju ke seberang sungai tepatnya di Lorong 21.

“Malam itu cepat kali gerak mereka dek. Ada seorang nyamar pake baju preman berbadan tinggi mampir beli rokok tepat di depan lokasi judi ini dek. Saya udah sempat curiga, pasti ini petugas, karena cuma dia sendiri yang mukanya asing. Akhirnya beberapa menit kemudian dek, muncul lah naik sepeda motor 3 dari belakang, 3 sepeda motor dari depan. Kencang-kencang orang itu bang,” terang Handoko.

Setibanya, petugas Denintel berpakaian preman langsung memarkirkan sepeda motor mereka dan langsung meletuskan kurang lebih 10 x tembakkan peringatan ke atas, agar tak seorang pun yang melarikan diri. 

Namun, aksi tersebut malah membuat para pemain yang berada dilokasi, berhamburan kabur menyelamatkan diri masing-masing. Ada yang masuk ke dalam gang rumah warga, bahkan ada yang menceburkan diri ke dalam sungai deli yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi judi tersebut.

Tak lama, beberapa orang yang menceburkan diri kedalam sungai, ternyata ditampung oleh petugas yang sudah berada diseberang sungai untuk memboyong para pemain yang kabur.

“Cuma satu orang yang ketangkap didalam sungai itu dek, sementara yang lainnya memang berhasil meloloskan diri dari petugas meskipun mereka masuk didalam sungai. Betul-betul dikepung lah dek semalam lokasi ini,” terang warga yang enggan memberikan identitasnya.

Akhirnya, 4 orang yang berhasil diamankan petugas. Satu diantara keempat pelaku yang merupakan bandarnya diketahui bernama Serda Sumarno oknum TNI-AL, namun sekitar 1 jam kemudian, keempatnya hanya disuruh untuk membuat surat pernyataan dan kemudian kembali dilepaskan oleh Denintel.

“Semalam dek yang diamankan ada 4 orang lah, itulah salah satunya si Marno. Ada juga acek-acek yang diamankan katanya mereka dibawa di Gaperta dek, kemudian suruh buat surat pernyataan dan gak lama setelah diperiksa 1 jam kemudian dilepaskan,” ujar Wagino yang menyaksikan langsung aksi tersebut.

Terpisah, Kapendam I/BB, Kolonel Inf Enoh Solehudin, ketika dikonfirmasi terkait penggerebekan judi tersebut, membenarkan dan telah melepaskan ke empat pemain dan bandar lantaran tidak terbukti dengan tidak ditemukannya barang bukti yang kuat untuk mendudukkan perkara judi tersebut.

“Memang pihak Denintel I/BB ada melakukan penggerebekan kemarin malam. Ada empat orang yang dibawa dan diperiksa, kemudian hanya membuat surat pernyataan dan kita lepas lantaran tidak ditemukannya bukti kuat dari keempatnya,” terang Enoh.(roz)

Foto|ist\okebung.com

News Feed