oleh

Kapolsek Delitua:Saya Bertanggung Jawab Apa Yang Dilakukan Anggota & Penggunaan Senpi Sudah Prosedur

OKEBUNG|
Penembakan terhadap tersangka pembakar rumah yang dilakukan personil Polsek Delitua sudah melalui prosedur dan bisa dipertanggung jawabkan.Pasalnya,sebelum tersangka ditembak,personil Reskrim Polsek Delitua sudah memberi tembakan peringatan ke udara dan juga sudah melakukan tindakan persuasif kepada keluarga tersangka agar menyerahkan diri.

“Demikian disampaikan Kapolsek Delitua,Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIk,MH kepada okebung.com,Senin (16/09/2014).

Disebutkannya bahwa tersangka tidak menggubris tembakan peringatan sehingga anggota kita terpaksa menembaknya saat tersangka melompat tembok.Dan saya tetap bertanggung jawab penuh terhadap apa yang sudah dilakukan anggota .

Karena semua yang sudah dilakukan sudah memenuhi prosedur Polri dalam penggunaan senpi.Termasuk upaya-upaya yang sudah dilakukan dari tindakan persuasif hingga tindakan tegas,”tegas Kompol Anggoro.

Sebelumnya,kata Anggoro,pihaknya sudah menyelidiki terlebih dahulu siapa tersangka sebenarnya.Dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh,bahwa tersangka Riduan Surbakti salah satu pelaku pembakar rumah tersebut.

“Maka itu kita keluarkan surat penangkapan (SPkap) terhadap tersangka,”tegas mantan Kasat Reskrim Polres Deliserdang ini.

Lanjutnya lagi,setelah pihak Polsek Delitua mengeluarkan SPkap,sudah ada sebelumnya upaya persuasif mendatangi pihak keluarga tersangka supaya bisa
menyerahkan diri.Namun,tersangka tidak perduli dan tak mau menyerahkan diri sehingga keberadaannya dilacak.

“Upaya persuasif telah kita lakukan kepada keluarga tersangka,agar menyerahkan diri kepolisi,”sebut Anggoro.

Masih dijelaskannya lagi,setelah kita lakukan penyelidikan dan pengintaian,akhirnya personil Polsek Delitua mendapatkan tersangka Riduan Surbakti sedang melakukan transaksi narkoba.Selanjutnya personil Reskrim Polsek Delitua melakukan penggerebekan dan pengejaran.

“Saat tersangka sedang bertransaksi narkoba kita lakukan penggerebekan,namun dia (Riduan)kabur sembari membuang 1 bungkus plastik hitam yang didalamnya ada alat bong, mancis & pipet.Melihat tersangka membuang sesuatu,salah seorang anggota mengambilnya dan yang lainnya terus melakukan pengejaran sekaligus memberikan tembakan peringatan keudara dua kali,itu pun tersangka tetap kabur dan tersangka memanjat tembok ketinggian 5 meter.Saat itulah tersangka diberikan tindakan tegas terukur oleh anggota dengan menembak ke arah paha belakang sebelah kanan tersangka,”beber Anggoro.

Selanjutnya,anggota Polsek Delitua berputar mengelilingi tembok dan melakukan penyisiran di tkp bersama-sama kepala lingkungan dan perwakilan warga sekitar.Namun,begitu tersangka ditemukan sudah tengkurep dan anggota Polsek Delitua melakukan penggeledahan tubuh tersangka disaksikan saksi-saksi.

“Saat tubuh tersangka digeledah anggota kita ditemukan 1 bungkus plastik kecil berisi sabu-sabu, pipet dan mancis.Jadi
tidak ada niat anggota untuk menembak mati tersangka Riduan,karena peluru yang diarahkan kebagian tubuhnya tidak pada bagian tubuh yang vital,”sebut Anggoro.

Selain itu,kata Anggoro,mobil Daihatsu Taft yang kita sita saat tersangka kita kejar adalah mobil yang digunakan tersangka bersama rekannya diwaktu melakukan pembakaran rumah di Jalan Djamin Ginting KM 11,5 ,dekat Gereja GBI Medan Selayang.

“Kita bertindak sudah melalui prosedur dan sesuai dengan adanya laporan polisi kasus pembakaran rumah nomor laporan :LP/644/K/VII/2014/Sekta Deli Tua.
Dan saat ini penanganan kasusnya sudah ditangani Sat Reskrim Polresta Medan,”tegas Anggoro.

Perlu diketahui,sambung Anggoro,selain rumah yang dibakar,sepeda motor korban yang berada disamping gubuk juga turut dibakar.Dan setelah dilakukan penyelidikan ternyata motif pembakaran diduga karena ada sengketa kepemilikan di lahan tersebut dan berdarkan keterangan saksi-saksi bahwa pelaku pembakaran rumah tersebut kurang lebih 10 orang dengan menggunakan dua mobil.

“Pelaku ada sekitar 10 orang,termasuk salah satunya tersangka Riduan dan kasus masalah tanahnya ini masih berjalan dan saat ini ditangani oleh pihak Polresta Medan,”ungkap Anggoro.(jek)

Foto:Ilustrasi/

News Feed