oleh

Kapolri :Selama Digelar Ops Ketupat 2014,Tiga Personel Polri Gugur

JAKARTA -OKB|
Selama digelarnya Operasi Ketupat 2014,tiga personil Polri meninggal dunia dalam melaksanakan tugasnya.Atas musibah tersebut,Polri bersama Jasa Raharja memberikan santunan terhadap keluarga dari tiga anggota Polri yang meninggal dunia saat bertugas melaksanakan pengamanan Idul Fitri dalam Operasi Ketupat 2014.  
 
“Kita berbelangsungkawa atas meninggalnya tiga anak saya, anggota Polri, yang menjadi bagian dari 650 orang lainnya yang jadi korban meninggal dunia dalam pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini,” kata Kapolri Jenderal Sutarman di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (08/08/2014).
 
Mereka yang gugur adalah anggota Brimob Polda Jabar, Bripda Ocky Anesta Setiawan, pada 22 Juli 2014. Ketika bertugas, Ocky terlindas kereta cepat terbatas (patas) jurusan Cicalengka-Bandung di Stasiun Kiaracondong Bandung saat pengamanan penumpang KA.
 
Kemudian, anggota Polres Pekalongan Briptu Dwi Leksono yang ditabrak pengemudi mabuk bernama Teguh Ari Wibowo di Pekalongan, pada 31 Juli 2014
 
Terakhir, anggota Satlantas Polres Banyumas Bripka Nur Yasin, meninggal di Jalan Raya Wangon karena ditabrak Bus Sumber Alam pada 5 Agustus 2014
 
Sutarman pun memohon maaf jika dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2014 masih dirasa kurang baik oleh masyarakat.
 
“Kita juga minta maaf kepada masyarakat yang belum nyaman dengan pelayanan kita tahun ini karena terkena macet akibat efek amblesnya Jembatan Comal dan Jembatan Cibaruyan, Ciamis. Meski, kita sudah berusaha melakukan rekayasa lalu lintas dan melakukan manajemen lalu lintas serta meningkatkan infrastruktur,” paparnya,diberitakan okezone.com.
 
Sebagaimana diketahui, Operasi Ketupat 2014 dilaksanakan selama 16 hari. Jumlah kecelakaan 2014 ada tercatat sebanyak 3.057 kasus, lebih sedikit dibandingkan 2013 yang sebanyak 3.657 kasus atau turun 17 persen.
 
Korban meninggal tahun ini berjumlah 650 atau turun 18 persen dibandingkan Operasi Ketupat tahun lalu dengan jumlah 795 orang. Dari jumlah itu korban yang menumpang sepeda motor masih mendominasi.
 
“Jumlah 650 ini juga banyak. Di Timur Tengah, konflik (Israel-Palestina) selama sebulan ada seribu jadi korban, tapi operasi kita selama 16 hari ada 650 orang. Ke depan kita harus lebih baik untuk menekan korban ini,” terang Sutarman.
 
Sementara luka berat tahun ini berjumlah 1.045 orang atau turun 20 persen dari 2013 sebanyak 1.303 orang. Sedangkan luka ringan berjumlah 4.030 orang atau turun 16 persen dari tahun lalu sejumlah 4.821 orang.
 
“Tahun depan akan ada beberapa perubahan dalam manajemen lalu lintas jelang Lebaran seiring akan beroperasinya Tol Cikopo-Cikampek yang akan tersambung dengan Tol Palimanan di Cirebon,” tandasnya.
(Admin/Net)
Foto:Kaspolri/Net/

News Feed