oleh

Kapolri: Ops Camar Maleo Tak Akan Dihentikan Sebelum Santoso Tertangkap

OKEBUNG|
Meskipun dua orang anggota teroris tewas dalam baku tembak dalam operasi di Poso, Sulawesi Tengah,dan salah satunya adalah tangan kanan Santoso, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan bahwa Operasi Camar tak akan dihentikan,selama Santoso belum ketangkap.

“Operasi Camar (Maleo,red),tak akan dihentikan selama Santoso belum tertangkap.Operasi Camar (Maleo-red) I sudah selesai kemarin, kemudian setelah TNI pelatihan kita siapkan Camar II, nah kemarin yang kita lakukan bagian operasi Camar (Maleo-red) II,” tegas Jenderal Pol Badrodin di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (26/05/2015).

Mantan Kapolda Sumut ini mengakui bahwa salah satu kesulitan dalam penangkapan teroris adalah persembunyian mereka di hutan. Maka dari itu perlu banyak personel yang dilibatkan.

“Sulit untuk menangkap teroris karena persembunyian mereka dihutan,maka itu hampir 600 kita siapkan. Kalau kekuatan mereka semakin berkurang, karena Daeng Koro sudah kena tapi di sana masih ada dua tokohnya selain Santoso. Ada Basrie yang kita lakukan pengejaran,” beber Jenderal Badrodin.

Sebagaimana diketahui. Bahwa Operasi Camar Maleo II dilakukan sejak 27 April 2015 beranggotakan pasukan gabungan sebanyak 1.000 personel yang berasal dari Mabes Polri, Densus 88 dan Polda Sulawesi Tengah.

Dua orang anggota teroris itu tewas pada baku tembak dalam Operasi Camar Maleo II pada Sabtu (23/05/2015) sekira pukul 19.00 WITA.[dtc\admin okb]

Foto|Kapolri.dok.net\

News Feed