oleh

Kapolri :Daerah Rawan Konflik Pilkada Serentak Sudah Dipetakan

OKEBUNG|
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri),Jenderal Polisi Badrodin Haiti menerangkan bahwa saat ini polisi telah memetakan daerah rawan konflik dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang digelar serentak pada 2015 ini.

“Polisi sudah ada memetakan beberapa daerah rawan konflik dalam Pilkada,” ungkap Kapolri saat berada di Jember, Sabtu, (13/06/2015)

Menurut mantan Kapolda Sumut ini, nanti ada sembilan provinsi dan 269 kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada.”Tentu ini ada kriteria (kerawanan) masing-masing. Ada daerah yang kerawanannya cukup tinggi dan ada yang aman-aman saja.”sebutnya dilansir tempo.co.

Dijelaskannya bahwa berdasarkan indikator-indikator yang sudah ditentukan, ada sejumlah daerah yang sudah diinventarisasi tingkat kerawanannya. “Ada beberapa daerah yang rawan, misalnya di Sulawesi Selatan serta di beberapa daerah di Sulawesi Tengah terutama di Poso. Ini termasuk daerah rawan,” cetus Kapolri. 

Untuk Provinsi Jawa Timur,kata Badrodin tingkat kerawanannya sedang-sedang saja.Dalam menghadapi pilkada serentak ini,Badrodin mengatakan, tahapan persiapan pengamanan sudah dilakukan. “Baik persiapan personel maupun operasi dan sebagainya,” tuturnya,”sebutnya menambahkan diharapkan pelaksanaan pilkada dapat berjalan aman. 

Di Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2015-2016 akan digelar pilkada di 18 daerah kabupaten dan kota. Kabupaten Jember adalah 1 dari 18 daerah yang akan menggelar pilkada.

Kapolri Badrodin Haiti sempat menyinggung ihwal pilkada Jember saat beramah-tamah dengan Rektor Universitas Jember Moch Hasan, Bupati Jember M.Z.A. Jalal, Kapolda Jawa Timur Anas Yusuf, Kapolres Jember, serta Ketua DPRD Jember di ruang VIP Gedung Soetardjo, Universitas Jember. 

Badrodin sempat menyatakan bahwa situasinya mulai menghangat. Bupati Jalal kemudian menimpali dengan setengah bergurau bahwa situasi yang dingin-dingin saja juga tidak bagus.[tmp\admin]

Foto |Jenderal Badrodin Haiti\dok.net\

News Feed