oleh

Kapolresta Medan :Syamsul Dijerat Pasal Pelanggaran HAM & KUHPidana

OKEBUNG |
Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta didampingi Kasat Reskrim,Kompol Wahyu Bram menjelaskan bahwa pada tahun 2012 silam, petugas Sat Reskrim Polresta Medan pernah diusir oleh tersangka penganiaya pembantu rumah tangga (PRT), Syamsul Anwar (54), saat penggerebekan di rumahnya, Jalan Beo/ Angsa, Simpang Jalan Madon Lubis,Kec Medan Timur.

“Nah pertanyaannya mengapa di tahun 2012 polisi membiarkan begitu saja? Jadi polisi dalam bekerja untuk membuktikan suatu tindak pidana diperlukan alat bukti. Apabila kemarin 2012 diinformasikan adanya penyekapan maka pada saat itu polisi sudah datang kesana, sama seperti sekarang, Namun sampai sana Syamsul yang mencegah, menghalang-halangi penyidik dengan menanyakan apa barang bukti dan bukti apa, sehingga pada waktu itu penyidik kembali,”urai Kombes Pol Nico,Selasa (16/12/2014)

Lanjutnya,sejak kejadian tahun 2012 lalu itu polisi terus melakukan pendalaman terhadap kasus yang dselidiki di tahun 2014. Pada prinsipnya Polresta Medan telah melakukan tugas, baik secara kemanusiaan maupun secara hukum.

“Polresta telah menjalankan tugasnya dengan baik,”ujar Kapolresta Medan.

Dia menjelaskan bahwa tersangka Syamsul Anwar dan enam tersangka lainnya bakal dijeral pasal pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM).

“Ada peradilan tersendiri untuk pelanggaran HAM terhadap tersangka penganiaya PRT,” ungkapnya.

Masih kata Nico,saat ini Polresta Medan masih mengacu UU Kitab Pidana, dan pihaknya masih melengkapi alat bukti untuk pasal pembunuhan berencana 338 340, Pasal penganiayaan 351, pasal perdagangan manusia, pasal pengeroyokan 170 KUH Pidana.

“Untuk penentuan empat pasal itu, baru saja kita melaksanakan gelar dengan penyidik,” tegas Kapolresta Medan (zan)

News Feed