oleh

Kapoldasu :Kasus Saos Mengandung Zat Pewarna Tekstil Masih Diproses

OKEBUNG |
Terkait dari hasil penyelidikan petugas Subdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu tentang saos cabai merk Dena,Bola Dunia,dan Sun Flower yang di produksi oleh PT Duta Ayumas Persada (DAP) yang mengandung zat pewarna tekstil (Rhodamin) penuh tanda tanya.

Pasalnya.meskipun saat penggerebekan petugas berhasil menemukan 1,5 tong bahan pewarna berbahaya dan ditambah lagi hasil uji yang lakukan, di Dinas Kesehatan Provsu bahwa saos cabai tersebut positif mengandung zat pewarna,namun tersangkanya belum ada.

Padahal kasus ini jelas melanggar tiga tindak pidana yaitu Undang -Undang (UU) Pangan, UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan UU RI Nomor 22 tentang Minyak Gas dan Bumi.

Terkait hal ini Kapoldasu, Irjen Eko Hadi Sutedjo menegaskan pihaknya tetap melanjutkan semua hasil penggerebekan /tangkapan dan diproses secara hukum .Kalau kasus penggerebekan pabrik Saos kemarin ,penyidik masih melakukan pengembangan dan pendalaman. Kalau ada pihak lain yang terlibat, pastinya akan ikut diperiksa.”Kasusnya masih dikerjakan, dan saat ini masih berjalan,”sebut Irjen Eko.

Lanjut Irjen Eko bahwa tujuan kita semata-mata hanya untuk menyelamatkan warga dari bahaya akibat mengkonsumsi makanan yang tercemari zat pewarna Rhodamin yang ada didalam saos tersebut ,makanya kasusnya tetap diproses.

“Kita hanya menyelamatkan warga agar terhindar dari bahaya saos itu, makanya kasus tersebut tetap kita tindaklanjuti ,”tegasnya.

Disinggung tentang masih berproduksinya pabrik saos tersebut Eko mengatakan ,silakan saja berprodusi asal jangan menyalahi aturan,dan merugikan warga,Namun sebut Eko, yang sudah kita sita produksinya sudah berhenti,tidak di produksi lagi,dan kalau pun pabrik itu masih berproduksi jelasnya sudah tidak menggunakan zat yang mengandung pewarna tekstil (Rhodamin).

“Kalau terbukti lagi memproduksi saos dicampur zat pewarna tekstil,maka akan diberikan tindakan tegas terhadap pihak yang memproduksinya ,”jelas Kapoldasu seraya menambahkan bahwa saos yang sudah beredar nanti akan kita tinjau kembali.

Dan masalah BPOM yang mengatakan saos itu idak berbahaya dan tidak mengandung zat tekstil itu pendapat mereka,namun apa yang kita selidiki ,saos itu ada mengandung zat berbayahaya untuk di konsumsi ,”pungkas Eko saat di temui usai sholat Jumat (27/03/2015)lalu.

Sebelumnya Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu AKBP Fredo Situmorang menegaskan bahwa dirinya tak mau berpolemik dengan mereka (Balai POM). Terserah mereka mau bicara apa. Saya bicara sesuai fakta. Karena saat pemeriksaan, kami temukan bahan berbahaya,jelas saos cabai produksi PT Duta Ayumas Persada (DAP) dipastikan positip mengandung Zat Rd (Rhodamin) ,” ujar Frido, Selasa (24/03/2015) lalu.

Selain itu Frido menyebut,kita akan pastikan dan juga akan membuktikan bahwa saos itu sangat berbahaya,untuk dikonsumsi manusia, jelasnya kita tidak main-main dalam kasus ini.

“Dalam waktu dekat ini Polda Sumut akan berangkat ke Jakarta.Saya sudah perintahkan anggota agar ke berangkat ke Jakarta guna menemui Dinkes pusat,” jelas Frido.

Fredo kembali menegaskan, bahwa Polda Sumut telah memegang bukti kuat terkait dengan saos merk Dena yang diproduksi oleh PT Duta Ayumas Persada (DAP).

“Dalam kasus ini Saos ini bukti-bukti sudah kita pegang dan mana mungkin saya lakukan penindakan.yang jelas saya pasti akan membuktikannya,makanya saya tidak mau berpolemik dengan mereka (Balai POM),”tegas Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu AKBP Fredo Situmorang

Informasi diperoleh menyebutkan ,pemakaian zat pewarna juga melanggar hukum yaitu (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen pasal 7 dan 8,UU Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan pasal 6,8,10,11,16,20,21 dan 26,UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan pasal 21, serta Permenkes RI no 722/Menkes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan dan Keputusan Direktur jenderalPengawasan Obat dan Makanan Nomor 0259/2 /B/SK /VIII/1991 tentang penggunaan Bahan Tambahan Makanan,)akni zat Rhodamin B, zat Saffron dan zat Amaranth.

Akibat pemakaian zat tersebut,untuk zat Rhodamin B dapat menyebabkan gangguan fungsi hati atau kanker hati dan akan terasa setelah puluhan tahun, sehingga sulit di lacak penyakit korban akibat mengkonsumsi makanan yang tercemari zat Rhodamin.[El]

Foto|Dok.\OkB

News Feed