oleh

Kapolda Sumut: Tidak Ada Beras Plastik Beredar di Medan

OKEBUNG|
Dengan hebohnya pemberitaan terkait beras plastik (oplosan) beredar di Indonesia,khusunya di Medan hingga diisukan menimbulkan korban, membuat masyarakat dan para pejabat resah dan gerah.

Terkait adanya isu beredar bahwa korban sakit akibat mengkonsumsi beras plastik itu,Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo pun angkat bicara melalui paparan di Mapolresta Medan,Senin (25/05/2015).

IMG_20150525_213138
Orang nomor satu dijajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) tersebut memastikan hingga saat ini tidak ada beras plastik beredar di Medan.

“Sampai saat ini belum ada kita ditemukan beras plastik di Medan- Sumut. Jika ditemukan segera lapor. Karena yang demikian itu sangat. berbahaya bagi keselamatan nyawa manusia,” tegas Irjen Pol Eko Hadi ,kepada wartawan saat mengumumkan hasil pemeriksaan sampel beras plastik yang dilakukan oleh tim gabungan Labfor Polda Sumut, BBPOM Medan, Bulog Sumut dan Disperindag Sumut.

Isu beredarnya beras plastik di Medan,sebut Irjen Pol Eko, berawal ketika seorang bocah perempuan, Bunga Sinta (10),siswi kelas IV SD, warga Jalan Setia Budi Medan yang dirawat di Rumah Sakit Sari Mutiara Jalan Kapten Muslim Medan karena diduga mengkonsumsi beras palsu (plastik).

“Tentang berita dirawatnya saudara kita, Bunga Sinta tersebut, yang ibunya menyampaikan kemungkinan khawatir anaknya mengkonsumsi beras plastik, dan kepala lingkungan lapor ke Polsek Sunggal,makanya kita tindaklanjuti dan langsung dilakukan petugas Polsek Sunggal bersama Polresta Medan melakukan pemeriksaan beras dan buburnya ,”beber Kapolda Sumut,seraya menambahkan bahwa Bunga Sinta setelah dibawa ke RS Sari Mutiara, didiagnosa mengalami gejala sakit tifus.

Lanjut dijelaskan Kapolda Sumut bahwa yang pertama hasil Labfor beras yang diperiksa menunjukan bahwa beras itu asli, beras yang dikonsumsi Bunga Sinta itu beras asli (bukan beras plastik),meski mengalami perubahan fisik.

“Itu beras asli dan tidak berbahaya.Hal itu sesuai hasil pemeriksaan di labfor,dan berdasarkan hasil pemeriksaan tim gabungan menunjukkan tidak ada ditemukan zat berbahaya seperti yang dikhawatirkan warga. Ini merupakan hasil pemeriksaan sampel beras dan sisa bubur yang dimakan korban,” sebut Kapolda Sumut.

Sampel beras yang diambil dari kemasan beras bermerek Mangga Dua itu,kata Irjen Eko adalah beras asli. “Hanya ada butiran beras yang berwarna, namun dinyatakan beras asli, bukan beras sintetis atau beras plastik. Jadi Medan aman dari beras plastik,” imbuhnya.

Meskipun demikian,Kapolda Sumut sangat mengapresiasi keluarga korban yang dengan cepat melaporkan temuan kejanggalan itu kepada polisi. “Masyarakat harus melaporkan semua kesulitan atau persoalan hukum lainnya kepada polisi agar dapat segera ditangani kita,” pintanya.

Kapolda Sumut berharap kepada para pedagang beras untuk jujur menjalankan usahanya kepada para pembeli.

“Jangan ada penipuan dalam berdagang. Tindakan pemalsuan atau pengoplosan makanan yang dikonsumsi masyarakat luas akan ditindak tegas,apalagi beras termasuk makanan utama masyarakat Indonesia,”tutupnya.[dir\admin]

Foto|ist\

News Feed