oleh

Kapolda Jabar :Jumlah Polisi Nakal Naik Hingga 275%

BANDUNG -OKB|
Selama semester pertama tahun 2014,jumlah polisi nakal di jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) meningkat menjadi 275 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sebagaimana diberitakan okezone.com, pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh polisi pada semester I tahun 2014 naik 22 orang. Dari yang semula hanya delapan orang pada semester I tahun 2013 menjadi 30 orang pada semester ini.

Selain jumlah pelanggar kode etik, anggota Polri yang terlibat dalam kasus pidana pun naik 16,67 persen, yakni dari 18 orang menjadi 21 orang.

Naiknya dua jenis pelanggaran itu berimbas pada kenaikan jumlah anggota yang dipecat atau menjalani proses pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari yang semula tujuh menjadi 10 orang tahun ini.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Mochamad Iriawan, mengakui bahwa jumlah polisi nakal meningkat. Menurut dia, hal tersebut merupakan bukti ketegasan dirinya untuk menindak para oknum petugas.

“Ini merupakan hasil daripada kegiatan internal saya yang tegas. Pelanggaran kecil yang dilakukan anggota pun kami berikan tindakan tegas,” jelas Iriawan, Selasa (08/07/2014).

Orang nomor satu dijajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat menambahkan, pengawasan terhadap anggota secara internal, terkait administratif, disiplin, etika profesi, dan tindak pidana, dilakukan oleh Itwasda, Bid Propam, dan Bidkum. Sementara untuk pengawasan fungsional dan kontrol penyidikan dilakukan oleh Pengawas Penyidik (Wasdik).

“Saat ini kita sedang meningkatkan yang namanya Operasi Bersih oleh Bid Propam. Operasi itu khusus dilakukan untuk mencari anggota-anggota yang melakukan pelanggaran. Sehingga hampir setiap waktu atau setiap hari kami dapat terus ungkap (pelanggaran),” ucapnya.

Banyak pelanggaran yang dilakukan anggotanya dalam bentuk pungutan liar (pungli) saat melakukan razia atau pengurusan pembuatan SIM.

“Kami proaktif antisipasi. Saya tidak ‎mau banyak masyarakat yang rugi akibat oknum anggota kami yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Iriawan juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan oleh oknum anggota Polri untuk segera melapor. “Laporan itu pasti segera ditindaklanjuti,” tukasnya.
(Okz/Net)

Foto:Net/

News Feed