oleh

Kapendam III Siliwangi :Pengeroyokan Anggota Brimob Dilakukan 4 Orang,Bukan 40 Orang

BANDUNG -OKB|
Terkait adanya pihak yang menyebutkan bahwa anggota Brimob Polda Jabar‎, Bharada Asep  Dedi dikeroyok oleh 40 oknum anggota Yon Armed V/Tarik Kodam III/Siliwangi pada Kamis 7 Agustus kemarin,ternyata dibantah keras oleh pihak TNI.

Kape‎ndam III/Siliwangi, Kolonel Inf M Affandi, mengatakan, pengeroyokan hanya dilakukan oleh empat orang oknum anggota Yon Armed. Saat kejadian, mereka berduel dengan dua orang anggota Brimob, yang salah satunya adalah Bharada Asep Dedi.

“Bukan 40 tapi empat orang. Anggota brimob ada dua orang, hanya yang satu melarikan diri jadi sisa korban,” tutur Affandi di Makodam III/Siliwangi, Sabtu (09/08/2014)melansir okezone.com.

Lebih lanjut Affandi menjelaskan, awal kejadian bermula saat salah seorang anggota Yon Armed tengah mengantar istrinya ke Pasar Cipanas menggunakan sepeda motor, Cianjur. Tiba-tiba dia ‎disalip oleh dua orang anggota Brimob menggunakan sepeda motor yang baru saja pulang bertugas mengamankan Presiden.

Selain menyalip, oknum anggota Brimob itu pun melontarkan kata-kata tak pantas. Tak terima, anggota Yon Armed itu langsung menghentikan laju motornya dan menghampiri oknum anggota brimob tersebut, hingga akhirnya terjadi perselisihan namun bisa diselesaikan.

“Setelah maju lagi (anggota Yon Armed), ternyata dihadang lagi oleh anggota Brimob. Sempat terjadi cekcok lagi, tapi bisa diselesaikan oleh seorang perwira Brimob yang ada di situ,” terangnya.

Informasi mengenai insiden itu telah sampai kepada Komandan Satuan Yon Armed V/Tarik, sehingga dalam waktu singkat seluruh anggota di apel-kan untuk mendapat pengarahan agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

Setelah meng-apel-kan, komandan tersebut pun bermaksud meminta maaf dan akan mengklarifikasi mengenai insiden itu ke Mako Brimob. Tanpa sepengetahuannya, puluhan anggotanya mengikuti dari belakang, tapi mereka akhirnya membubarkan diri setelah diinstruksikan oleh komandannya.

“Itu kan mereka setelah dibubarkan berpencar, ada yang lewat depan ada yang putar balik. Kebetulan yang empat oknum Yon Armed ini lewat perkampungan yang ada di belakang Mako Brimob. Di situ keempatnya bertemu dua anggota brimob yang salah satunya korban,” bebernya.

Diduga, anggota yang rata-rata berusia 20-24 tahun itu masih dendam dan tak terima dengan insiden yang menimpa salah satu temannya, hingga akhirnya mereka berselisih hingga adu jotos dengan dua orang anggota Brimob.

Satu di antaranya melarikan diri, hingga akhirnya empat anggota tersebut mengeroyok Bharada Asep Dedi.

“Warga pun melapor, sampai akhirnya datang anggota Pom (TNI) dari Istana (Presiden). Korban langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan angkot ke rumah sakit terdekat. Lalu dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, dan sekarang sudah berada di RS Polri Kramat Jati,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan saat ini kedua belah pihak sudah berdamai. Kapolda Jabar dan Pangdam III/Siliwangi telah menginstruksikan agar satuan masing-masing saling bermaaf-maafan dan menyelesaikan masalah ini di sisi internal. “Sekarang semuanya di Cianjur sudah kondusif,” tegas Affandi. (Admin)

Foto:Ilustrasi/Image/net/

News Feed