oleh

Kabur Saat Ditangkap,Bandar Narkoba Beromzet Ratusan Juta Dipelor Polisi

OKEBUNG|
Penangkapan seorang bandar narkoba jenis sabu,Mat Murai (26) di Jalan Sawah Pulo, Surabaya,Provinsi Jawa Timur sempat berjalan alot,karena saat hendak ditangkap polisi,warga menghadangnya.Saat itulah Mat Murai mengambil kesempatan untuk kabur. Tak mau buruannya kabur,Polisi pun langsung memberikan tembakan peringatan ke udara.Lantaran tidak diindahkan,pelor pun diarahkan kekaki Mat Murai.

Dorrrr,bandar sabu target operasi (TO)pihak polisi yang memiliki omzet ratusan juta dengan keuntungan Rp 20 juta sekali barang habis ini pun akhirnya tersungkur akibat timah panas bersarang dikaki kirinya dan langsung diamankan polisi.

Selain mengamankan tersangka,polisi juga menyita barang bukti dari rumah Mat Murai berupa,242 paket sabu dengan berat total sekitar 109,96 gram, uang tunai Rp 3.514.000, lima unit handphone, dua unit timbangan elektronik, satu bendel sedotan plastik, satu entong atau sendok nasi dari plastik, 28 buah skrop plastik, dua sendok plastik, satu tas plastik berisi plastik klip.

“Saat hendak kita tangkap,tersangka Mat Murai berusaha kabur. Setelah kita beri tembakan peringatan tapi tidak diindahkan, terpaksa kita lumpuhkan dengan timah panas. Apalagi ada insiden pengepungan warga sekitar terhadap petugas yang hendak melakukan penangkapan,”tegas Kasubag Humas AKP Lily Djafar di Mapolrestabes Surabaya,Rabu (28/10/2015)sebagaiman dilansir merdeka.com.

Sementara itu,menurut keterangan Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya Kompol I Wayan Winaya,mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat tentang adanya peredaran narkoba yang dilakukan bandar besar bernama Mat Murai.Menerima informasi itu polisi lakukan penyelidikan hingga penggerebekan.”Setelah kita lidik. Selanjutnya langsung dilakukan penggerebekan,” jelasnya.

Penangkapan dilakukan di rumah kontrakan tersangka, yaitu di Jalan Kunti. Di rumah kontrakan inilah, tersangka menjual barang-barang haram miliknya.

Wayan menjelaskan bahwa modus peredaran narkoba yang dijalankan tersangka ini tergolong baru. Para pengguna yang ingin membeli barang haram itu ke tersangka, disodorkan tiga kaleng plastik dengan warna tutup yang berbeda.

Untuk warna merah, sabu yang dijual tersangka dibandrol Rp 150 ribu per paket, warna kuning Rp 200 ribu, dan warna hijau senilai 350 ribu. Setelah si pembeli memilih kaleng dengan warna tutup yang dimau, bagi yang tak membawa uang cash, bisa menitipkan handphone miliknya.

“Bagi yang datang dengan uang cash, bisa langsung membayar di tempat. Setelah itu, tersangka mengambilkan paket sabu sesuai warna yang diinginkan pembeli.Sabunya disimpan dalam kamar tersangka,” tambah Wayan.

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan terkait asal barang-barang haram yang diedarkan tersangka ini.”Kita masih melakukan pengembangan terkait asal barang dan jaringan yang ada di atasnya,” bebernya.

Sementara tersangka mengaku memperoleh keuntungan total Rp 20 juta tiap barang yang dijualnya habis. “Sekali ambil 50 sampai 80 gram. Kalau barang habis, keuntungan bersih, total saya dapat Rp 20 juta. Ambil barangnya, pokoknya barang habis baru ambil barang lagi,” akunya pada penyidik.

Sayang, tersangka masih bungkam soal jaringan atau dari mana dia mendapatkan ratusan gram serbuk kristal yang diedarkannya itu.(red) (mdk)

Foto|Ilustrasi.dok.net

News Feed