oleh

Kabur Ke Luar Negeri,Pencekalan Mantan Dirut Pirngadi Diduga Terjadi ‘Kongkalikong’

MEDAN -OKB|
Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, mantan Dirut RS Pirngadi Medan dr Amran Lubis tak kunjung ditahan oleh pihak Polresta Medan. Bahkan, setelah sebelumnya dikabarkan dicekal tersangka korupsi Alkes RS Pirngadi Medan ini justru berhasil ‘kabur’ ke luar negeri. Soal pencekalan yang dinyatakan oleh Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram pun patut dipertanyakan dan diduga terjadi ‘kongkalikong’ .

Informasi yang dihimpun okebung.com pada Kamis (14/08/2014) sore menyebutkan keberadaan dr Amran Lubis yang semula dikabarkan dirawat di Rumah Sakit dikawasan Jakarta kini tak terlacak keberadaannya. ‘Hilangnya’ dr Amran Lubis pun dibenarkan oleh Kasat Reskrim Kompol Wahyu Bram.

“Iya tersangka sudah menghilang,” katanya seraya mengaku belum mengetahui pasti pelarian dr Amran Lubis.

Setelah dikabarkan melarikan diri ke luar negeri melalui ‘surat izin’ menjalani pengobatan di rumah sakit Guangzhou, China yang dikirimkan pihak kuasa hukumnya kepada Polresta Medan pada Senin (11/08/2014) lalu dr Amran Lubis pun dikabarkan berhasil ‘melarikan’ diri ke luar negeri.

“Saya baru mengetahuinya hari ini dan baru sampai ke meja saya bahwasannya pengacara tersangka mengirimkan surat berisikan permohonan izin berobat ke Guangzhou, China. Kita masih akan cek kembali kebenaran keberangkatan tersangka ke China melalui Imigrasi karena saya yakin tersangka masih di Indonesia,” kata Wahyu seraya mengatakan surat tersebut berlaku hingga Rabu (20/08/2014) mendatang.

Pernyataan tersebut jelas bertolak belakang dengan pernyataan Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram yang mengatakan jika dr Amran Lubis tak akan bisa melarikan diri karena telah diterbitkan surat ‘Pencekalan’ pada Selasa (24/06/2014) lalu.

“Tersangka tidak bisa melarikan diri karena sudah kita cekal, pencekalan ini berlaku selaama 6 bulan dan bisa diperpanjang 6 bulan lagi,” kata Wahyu saat dikonformasi saat itu.

Hal tersebut pun ditambahkan Kepala Tim Tipikor Sat Reskrim Polresta Medan, Iptu Lalu Musti Ali. Dijelaskannya, jika pihaknya akan mencari keberadaan pasti dr Amran Lubis dengan cara mengecek nomor manifest keberangkatan warga Indonesia ke China karena sebelumnya sudah melakukan pencekalan.

“Disini letak persoalannya, kalau dikatakan tersangka pergi ke luar negri, kita sebelumnya sudah melakukan pencekalan. Tapi memang surat izin berobat ke Guangzhou China itu telah kita terima. Dalam surat itu juga banyak kejanggalan dimana surat yang memiliki stempel salah satu RS di Guangzhou tidak di lengkapi kop surat dan menggunakan bahasa Indonesia. Dalam surat itu tertulis dibuat pada tanggal 7 agustus, sedangkang permohonan berobatnya dari tanggal 11 sampai tanggal 20 Agustus 2014. Jumat (15/08/2014) nanti akan kita cek ke Imigrasi dan informasikan ke seluruh Bandara di Indonesia,” jelasnya.

Pencekala terhadap dr Amran Lubis pun dipertanyakan apakah memang benar sudah dilayangkan permohonan pencekalan terhadap Dirjen Imigrasi. Keseriusan penyidik (Polresta Medan) pun dipertanyakan untuk penuntasan kasus korupsi Alkes RS Pirngadi Medan yang merugikan negara Rp 3 milyar ini.

Tak adanya permohonan pencekalan terhadap dr Amran Lubis pun seakan terjawab, pasalnya Herianto selaku Kabag Humas Dan Tata Usaha Direktorat Imigrasi mengatakan pihaknya belum ada menerima soal pencekalan dr Amran Lubis.

Dijelaskan olehnya bahwa pencekalan dapat dimohonkan oleh instansi manapun termasuk institusi Polri. Proses pencekalan biasanya dilakukan Penyidik yang mengirimkan permohonan ke Mabes Polri, setelah itu Mabes Polri lah yang akan meminta pihak Imigrasi untuk mengeluarkan pencekalan.

“Belum ada untuk pencekalan dr Amran Lubis. Itu prosesnya diajukan ke Mabes Polri, dan Mabes Polri meminta pihak Imigrasi mengeluarkan pencekalan terhadap yang dimohonkan,” katanya

Masih menurutnya, jika pencekalan yang telah dikeluarkan akan otomatis masuk keseluruh kantor Imigrasi diseluruh wilayah karena aktif secara online.

“Itu online, disitu dikeluarkan langsung sampai ke seluruh kantor Imigrasi diseluruh wilayah,” tambahnya. (wl)
Foto/Ilustrasi

News Feed