oleh

Jika Harga BBM Naik, Yang Miskin Semakin Miskin

OKEBUNG |
Kesenjangan kondisi keuangan antara masyarakat mampu dengan yang tidak mampu akan makin melebar. Khususnya, jika harga BBM jadi dinaikkan.

“Jadi saya berpikir naiknya harus berdasarkan regionalisasi, berdasarkan keekonomian setiap wilayah di Indonesia,” kata Kepala Pengkajian Energi Universitas Indonesia Iwa Garniwanmelansir Okezone, Jakarta, Sabtu (04/10/2014).

Iwa menuturkan, berdasarkan keekonomian wilayah di Indonesia maksudnya, di Pulau Jawa yang ekonomi lebih maju dibandingkan wilayah lain, wajar jika naik dengan besaran Rp3.000 per liter. Akan tetapi untuk wilayah lain bisa dinaikan namun besarannya di bawah Rp3.000 per liter.

Menurut dia, jikalau kenaikan harga BBM subsidi itu dilakukan serentak secara nasional, tentunya dampak yang paling awal harus dicermati adalah level inflasi yang akan terjadi ke depannya.

inflasi yang akan dihasilkan, kata Iwa, paska kenaikan BBM subsidi tersebut akan tinggi, dan bagi sebagian wilayah maju di Indonesia hal tersebut masih dapat diredam dengan cara menghemat sebagian keperluan yang tidak terlalu mendesak.

“Tetapi kalau untuk masyarakat yang lebih di bawah apalagi yang harus dihemat, malah membuat jurang kemiskinan antara kekayaan semakin jauh yang kaya tetap kaya, yang miskin makin miskin,” tutupnya. (net)
Foto:Ilustrasi/net

News Feed