oleh

Jambret Tas Mahasiswi, Residivis Nyaris Dibakar Massa

OKEBUNG|
Muhammad Anto (30) warga Jalan Pasar II, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia nyaris tewas dihajar massa saat ketangkap menjambret tas seorang mahasiswa di Jalan DI. Panjaitan, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru.

Beruntung, petugas Polsek Medan Helvetia yang melihat pelaku yang tertangkap di depan RS. Sari Mutiara langsung memboyong ke Polsek Medan Helvetia, Jumat (13/022015) sore, sekira jam 14.00 WIB.

Informasi dihimpun menyebutkan, kejadian yang dialami bapak 1 anak ini bermula saat pelaku bersama rekannya, Anggi (30) melintas untuk mencari mangsa di Jalan tersebut dengan mengendarai sepedamotor Honda Beat BK 2225 AEH warna putih.

Setelah berkeliling diseputaran jalan itu, kedua pelaku pun melihat seorang mahasiswi yang mengendarai sepeda motor matic dengan membawa tas sandang. Melihat itu dan menjadikannya sasaran, kedua pelaku langsung mengejarnya dan memepet korban.

Disitulah, pelaku langsung merampas tas korban. Mendapatkan itu, korban yang terkejut tas miliknya berpindah tangan, langsung berteriak maling. Warga sekitar yang mendengar teriakan wanita tersebut langsung mengejar pelaku.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi antara pelaku dan warga disepanjang Jalan tersebut. Sialnya, saat aksi tersebut berada di Jalan Kapten Muslim, Kelurah Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia tepat di depan RS Sari Mutiara sepeda motor yang ditunggangi kedua pelaku terjatuh saat menabrak pengendara sepeda motor yang dikendarai oleh sepasang pasutri, yakni Feri dan Rani.

Disitulah, pelaku langsung dihakimi warga sekitar yang melihat pelaku hendak lari. Dan lebih parahnya, pelaku nyaris dibakar warga yang sudah kesal melihat aksi kejahatan yang marak di kawasan tersebut. Sementara, Anggi yang berpura-pura menjadi warga sekitar dan ikut memukuli pelaku langsung kabur diantara kerumunan warga.

Beruntung, aksi main hakim itu sendiri tak meregang nyawa pelaku saat pihak Kepolisian Polsek Medan Helvetia yang mendapatkan informasi cepat tiba di lokasi. Setibanya di lokasi, petugas langsung mengamankan pelaku yang mengalami luka parah dibagian kepala ke Makopolsek Medan Helvetia untuk proses lebih lanjut.

Dihadapan wartawan, Safril yang merupakan warga sekitar mengatakan pelaku yang nyaris tewas dihakimi warga saat ketahuan mengambil tas mahasiswa. “Tadi dia (pelaku) dikejar sama mereka. Terus, pas didepan RS. Sari Mutiara, pelaku menabrak suami istri yang baru keluar dari Rumah Sakit itu. Abis itu, mereka terjatuh dan langsung dipukuli massa dan hampir dibakar warga,” jelasnya saat ditemui di TKP.

Sementara, Anto yang sulit berbicara ini mengaku tidak mempunyai uang karena sudah tak bekerja. “Uda nganggur aku. Uda nggak ada uang lagi mangkanya berani aku lakukan itu. Aku pun baru sekali main,” katanya saat ditemui diruangan Piket Reskrim Polsek Medan Helvetia.

Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Roni Bonic mengatakan pihaknya mengamankan pelaku yang sebelumnya dihakimi warga. “Kita tangkap pelaku jambret ini di depan RS. Sari Mutiara saat dipukuli warga sekitar yang melihat pelaku terjatuh menabrak pengendara sepedamotor lain,” ujarnya.

Karena TKP jambret masuk wilayah hukum Polsek Medan Baru, petugas Polsek Medan Helvetia langsung menghubungi Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Oscar S Setjo untuk menyerahkan pelaku. Setibanya di Polsek Medan Helvetia, Oscar dan beberapa TL (Tugas Luar) langsung mengambil pelaku yang diserahkan langsung oleh Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Roni Bonic.

Amatan di Polsek Helvetia, Mili (28) yang merupakan istri pelaku tampak histeris saat petugas tidak memperbolehkannya untuk melihat suaminya karena pelaku masih diperiksa petugas yang hendak melakukan pengembangan.

Sementara itu, sepasang pasutri yang ditabrak oleh pelaku, mengalami patah tulang dibagian kaki sebelah kanannya, akibat benturan keras yang diterimanya. Hingga kini, sepasang pasutri masih menjalani perawatan di RS. Sari Mutiara, Medan. (Ad)

Foto |ilustrasi\

News Feed