oleh

Jalani Hukuman,Rahudman Tak Dapat Remisi Lebaran

MEDAN- OKB|
Hari Raya Idul Fitri tak hanya dinikmati masyarakat umum saja,namun, sejumlah tahanan maupun narapidana yang menghuni seluruh Rutan dan Lapas yang ada di Indonesia juga pantas menikmatinya .Bahkan napi tersebut juga berhak menerima keringanan hukuman berupa remisi.

Namun, kebijakan pemerintah memotong masa hukuman tidak dapat dinikmati kepada seluruh narapidana,khususnya terhadap mantan Wali Kota Medan, Drs Rahudman Harahap,MM.Pria yang pernah berkuasa dikota Medan ternyata satu dari beberapa napi di Indonesia tidak menerima remisi lebaran.

Terpidana korupsi Rahudman Harahap yang menjalani hukuman di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Medan, tidak mendapatkan remisi pada Idul Fitri 1435 Hijriyah. Sebab, dia belum menjalani hukuman selama enam bulan di dalam rutan tersebut.

“Rahudman belum berhak mendapatkan remisi berdasarkan ketentuan hukum, karena belum menjalani hukuman selama 6 bulan di rutan,” jelas Kepala Rutan Medan, Tony Nainggolan, Jumat (01/08/2014),seperti dikutip dari antaranews.com

Napi yang diberikan remisi, menurut Tony, setelah menjalani hukuman selama enam bulan, berkelakuan baik, tidak pernah melawan petugas Rutan, tidak pernah berkelahi dengan sesama napi, dan tidak pernah melarikan diri.

“Rahudman, saat ini masih menjalani hukuman selama lebih kurang tiga bulan di Rutan Medan,” jelas Tony.

Dia menyebutkan, napi di Rutan Medan yang mendapatkan remisi sebanyak 1.235 orang, yakni RK I (pengurangan hukuman) sebanyak 1.205 orang dan RK II (menghirup udara bebas) 30 orang. Jumlah napi dan tahanan di Rutan Medan sebanyak 2.399 orang terdiri 1.201 orang napi dan 1.198 orang tahanan yang berada di Rutan tersebut.

“Napi yang mendapat remisi pada Lembaran itu, bervariasi ada yang 15 hari dan 30 hari,” kata Karutan Medan.

Seperti diketahui bahwa pihak Mahkamah Agung (MA) menghukum lima tahun kurungan penjara terhadap Rahudman Harahap, saat menjabat Sekretaris Daerah Pemkab Tapanuli Selatan, terlibat korupsi dana TPAPD Tahun 2005 senilai Rp2,071 miliar.

Dalam putusan Kasasi MA dengan nomor perkara No.236/K/Pis.Sus//2014 tanggal 16 Maret 2014 yang diterima Kejari Padang Sidempuan.

Selain itu, MA juga menghukum Rahudman Harahap membayar denda Rp200 juta dan subsider 6 bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp480 juta subsider satu tahun kurungan Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan, membebaskan terdakwa Wali Kota Medan non-aktif Rahudman Harahap terkait kasus korupsi dana TPAPD Tapanuli Selatan Tahun 2005 senilai Rp2,071 miliar.

Akibat vonis bebas terhadap Rahudman Harahap, JPU dari Kejati Sumut mengajukan kasasi ke MA. JPU dari Kejati Sumut menuntut empat tahun Wali Kota Medan nonaktif Rahudman Harahap di Pengadilan Tipikor Medan.
(mdk)(net/admin)
Foto:Mantan Walikota Medan/net

News Feed