oleh

Jajakan Sabu dari Hotel ke Hotel Sekeluarga Dicokok BNNP Jateng

OKEBUNG|
Petugas Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengamankan keluarga yang terdiri suami berinisial HH (23), anak beserta sang istri saat menjajakan sabu dari hotel ke hotel. Sebelumnya juga BNNP Jateng berhasil menangkap lima orang yang merupakan keluarga tengah menggelar pesta sabu di Bima Karaoke, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah,

Saat diamankan petugas BNNP Jateng yang dipimpin Brigjen Amrin Remico, sang istri penjual sabu bersama sang anak dan suaminya dalam kondisi hamil berusia 9 bulan. HH, warga Bandansari, Pekalongan diringkus bersama barang bukti sabu-sabu seberat 12,7 gram di kamar di Hotel Shantika Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (25/10/2015) lalu.

“Awalnya kami menerima informasi terkait peredaran sabu di sejumlah hotel sejak sebulan lalu. Setelah diikuti, kami melakukan penindakan di hotel daerah Pekalongan,” tegas Kepala Bidang Pemberantasan AKBP Suprinarto di Kantor BNNP Jateng di Jalan Madukoro Raya, Kota Semarang, Jawa Tengah Selasa (27/10/2015) sebagaimana dilansir merdeka.comm.

Lanjutnya,awalnya kami mencurigai dua orang pria, masing-masing berinisial HS (33) dan A (38), sedang turun dari lantai dua di hotel tersebut. Setelah kami periksa, diduga keduanya usai mengonsumsi sabu,” jelas Suprinarto.

Berdasarkan keterangan dua pria tersebut, Suprinarto mengungkapkan petugas kemudian menunjukkan salah satu kamar di lantai dua di hotel tersebut. Saat itulah ditangkap pria berinisial HH.”HH sedang berada di dalam salah satu kamar hotel di lantai dua, bersama istri dan anaknya. Istri HH diketahui sedang hamil 9 bulan,”jelasnya.

Tanpa menunggu waktu lagi,kata. Suprinarto petugas BNNP Jateng langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan tiga paket sabu, masing-masing 10,5 gram, 1,8 gram, dan 0,4 gram atau total 12,7 gram.”Selain itu juga ditemukan ratusan plastik pembungkus, timbangan digital, pipet, alat hisap, dan tiga handphone,”jelasnya.

Ianya menjelaskan bahwa sebelum digeledah, HH sempat membuang barang bukti sabu ke dalam toilet. Selain sabu, handphone milik HH juga ditemukan di dalam toilet kamar hotel tersebut. “Tersangka HH bermaksud menghilangkan barang bukti, agar proses transaksi sabu yang dilakukan tidak terdeteksi,” sebutnya.

Tersangka. HH akhirnya dibekuk dan dibawa ke kantor BNNP Jawa Tengah di Jalan Madukoro Raya. Istri HH sendiri sempat menangis histeris saat digerebek petugas. Kepada penyidik, HH mengaku tidak memiliki tempat tinggal tetap. Selama ini, ia bersama istri dan anaknya selalu tinggal berpindah -pindah.”Dia menginap dari hotel ke hotel sekaligus melakukan transaksi. Pengakuannya tidak memiliki tempat tinggal tetap,”terang Suprinarto.

Berdasarkan barang bukti yang disita, kata Suprinarto, plastik-plastik pembungkus dan timbangan digital yang dibawa oleh HH, mengindikasikan bahwa dia adalah seorang pengedar sabu.

“Hasil pemeriksaan sementara, wilayah edarnya di Pantura Barat,mulai dari Brebes,Tegal,Pekalongan sampai Batang,” imbuhnya.

HH sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 112 dan 114 UU 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman 5 tahun sampai 20 tahun penjara.

Sedangkan istri HH bersama anaknya hingga Selasa (27/10) malam ini masih dalam proses pemeriksaan pendalaman oleh petugas di kantor BNNP Jateng didampingi beberapa keluarganya yang lain.[mdk] [red]

Foto|ilustrasi.dok.net

News Feed