oleh

Jahtanras Polda Sumut Ungkap Perdagangan Senpi Ilegal

OKEBUNG |
Untuk yang kesekian kalinya petugas Unit II Subdit III/Umum Jahtanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut berhasil ungkap kasus kejahatan.Kali ini,unit II berhasil membekuk dua pria dalam kasus perdagangan senjata api (senpi) illegal di Jalan Kesuma,Desa Sampali,Kec Percut Seituan,Kab Deliserdang,Prov Sumatera Utara berikut barang bukti dua pucuk senpi yang diduga digunakan untuk kejahatan.

Keduanya pria yang berhasil dibekuk yakni,Suyandri alias Iwan (34) warga Jalan Bhayangkara Kec. Medan Tembung dan Rahmad Sahputra Hasibuan (28)warga Jalan Meteorologi Raya Desa Sampali Kec. Percut Seituan,Kab Deliserdang,Prov Sumatera Utara.

Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wadir Ditreskrimum Polda Sumut) AKBP Wawan Munawar menerangkan, dua pria yang kita tangkap ini memiliki peran sebagai perantara penjualan senpi ilegal.

“Barang bukti yang kita amankan dari keduanya yakni, 1 pucuk senjata api jenis FN merk Makarov PO182 buatan Rusia,warna putih chrome dan magazine dengan kondisi tidak ada pelatuk serta sepucuk senpi jenis FN warna hitam Valtro Mod 9 minical 9 mm buatan Italia beserta magazine dan 5 peluru,” beber AKBP Wawan Munawar didampingi Kasubdit III/Umum AKBP Amri Siahaan kepada wartawam.Kamis(02/10/2014)di Mapolda Sumut.

Masih dijelaskannya, terungkapnya perdagangan senpi ini berkat undercover (penyamaran) anggotanya dengan menyarusebagai pembeli senpi.

“Modus tersangka menawarkan senpi itu seharga Rp 5 juta per unitnya, begitu melakukan transaksi langsung kita tangkap,” tegasnya.

Disebutkannya,Rahmad,tersangka mengaku senjata api tersebut milik MAB untuk dijual seperti harga yang disebutkan.

“Dalam kasus ini kita masih mendalami lagi apakah keduanya tersebut terlibat sindikat menjual atau menyewakan senpi dan kita juga masih mengembangkan apakah senpi ini pernah digunakan untuk aksi kejahatan,atau tidak,”ungkapnya.(net)
Foto:Ilustrasi/

News Feed