oleh

Jadi Kurir Narkoba,Sipir Lapas Dibekuk Polisi

OKEBUNG|
Bayu Anggit Permana, seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu Nusakambangan, Cilacap ,Provinsi Jawa Tengah,Kamis (14/05/2015), dibekuk petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Cilacap,saat hendak menyebrang di Dermaga Wijayapura.

Dalam menjalankan bisnis,warga Desa Kedunguter, Kabupaten Banyumas, Cilacap, Jawa Tengah,mencoba mengelabui petugas dengan menyimpan sabu itu di dalam charger handphone miliknya. Ia berencana memasukan sabu ke dalam LP Batu Nusakambangan kepada salah seorang narapidana yang memesan barang haram tersebut.

Penangkapan berawal ketika tersangka hendak menyeberang ke Nusakambangan untuk membawa barang haram itu ke narapidana pemesan sabu.

Sebelum ditangkap, petugas Satnarkoba Polres Cilacap lebih dulu mengeledah tas yang dibawa Bayu. Ternyata, ditemukan barang bukti berupa sabu yang disembunyikan di dua unit charger HP milik Bayu.

Adapun narkoba jenis sabu yang berhasil disita petugas setidaknya terdapat 27 paket dengan jumlah estimasi seberat 13,5 gram.

Modus menyembunyikan sabu ke dalam charger HP yang digunakan sipir LP Batu Nusakambangan tersebut sebagai cara untuk mengelabui petugas LP lain yang selama dilakukan Bayu ketika masuk dalam LP.

Dari pengakuan tersangka, sabu yang digelapkan tersebut dipesan seorang narapidana yang mendekam di LP Batu Nusakambangan bernama Abdul Rasyid. Abdul Rasyid kemudian mengedarkan sabu itu kepada narapida lain di LP Batu Nusakambangan.

“Tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari pengedar di Purwokerto. Sabu itu dipesan seorang narapidana, yang akan digelapkan sipir itu ke dalam LP Batu Nusakambangan,” ungkap Kapolres Cilacap, AKBP Ulung Sampurna Jaya kepada wartawan, Kamis (14/05/2015)dilansir okezone.com.

Sampurna mengatakan, Bayu tergiur dengan besarnya pendapatan dari hasil mengelapkan sabu ke dalam LP yang dipesan Abdul Rasyid yang mendekam di penjara.

“Sipir ini mengaku mendapatkan upah Rp3 juta untuk sekali mengambil barang haram tersebut,” tandas Sampurna.

Adapun, Abdul Rasyid mengaku, dirinya memesan sabu kepada Bayu hanya untuk dikonsumsi sendiri. Tidak ada niatan dari dirinya untuk mengedarkan sabu itu kepada warga binaan di dalam LP Nusakambangan.

Abdul Rasyid memesan sabu dari jaringan narkoba di luar penjara dengan cara menelefon dari dalam penjara. Kemudian Abdul Rasyid meminta Bayu untuk mengambil sabu itu untuk kemudian digelapkan Bayu ke dalam LP.[sindo\okz]

Foto|ilustrasi\

News Feed