oleh

INI HASIL PERKEMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN TGPF DI KAB INTAN JAYA PROVINSI PAPUA

-DISPENAD-8.263 views

ASSALAMUALAIKUM WR. WB.
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA. SELAMAT
PAGI REKAN REKAN MEDIA SEKALIAN,
SELAMAT DATANG KEMBALI DI AULA PUSPOMAD.

SAYA DANPUSPOMAD LETJEN TNI DODIK
WIJANARKO, BERSAMA SAYA PADA KESEMPATAN INI :

1. KEPALA PUSAT ZENI ANGKATAN DARAT, MAYJEN TNI MOHAMMAD MUNIB,

2. DIREKTUR HUKUM ANGKATAN DARAT,
BRIGJEN TNI (K) TETTY MELINA LUBIS,

SEBELUM MEMULAI PRESS CONFERENCE INI, SAYA PERLU MENGINFORMASIKAN ULANG BAHWA PADA TANGGAL 1 OKTOBER 2020 PEMERINTAH TELAH MEMBENTUK TIM GABUNGAN PENCARI FAKTA (TGPF) PERISTIWA KEKERASAN DAN PENEMBAKAN DI KABUPATEN INTAN JAYA DAN TIM TELAH MELAPORKAN HASIL PELAKSANAAN TUGAS TERSEBUT KEPADA MENKOPOLHUKAM PADA TANGGAL 17 OKTOBER 2020, DAN SELANJUTNYA PADA TANGGAL 21 OKTOBER 2020 MENKOPOLHUKAM MELAPORKAN HASIL PELAKSANAAN TUGAS TIM TGPF INTAN JAYA
MELALUI SURAT KEPADA PRESIDEN REPUBLIK
INDONESIA.

MENINDAK LANJUTI REKOMENDASI TIM TGPF
INTAN JAYA, PADA TANGGAL 22 OKTOBER 2020 BAPAK KASAD MEMBENTUK TIM INVESTIGASI (TIM PENGUATAN PROSES HUKUM) YANG TERDIRI DARI PUSPOMAD, SINTELAD, PUSINTELAD DAN DITKUMAD, SELANJUTNYA KITA SEBUT DENGAN TIM MABESAD UNTUK MEMPERKUAT PROSES HUKUM YANG SEDANG DILAKSANAKAN OLEH KODAM XVII/ CENDERAWASIH.

PADA KESEMPATAN INI KAMI AKAN
MENYAMPAIKAN PERKEMBANGAN HASIL
PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN TIM INVESTIGASI MABESAD SEBAGAI BERIKUT :

1. KASUS PEMBAKARAN RUMAH DINAS KESEHATAN DI HITADIPA PADA TANGGAL 19 SEPTEMBER 2020.

2. KASUS PENEMBAKAN DI SEKITAR BANDARA SUGAPA PADA TANGGAL 7 OKTOBER 2020, DENGAN KORBAN GEMBALA GEREJA KATOLIK, YANG DIDUGA SALAH TEMBAK.

3. KASUS HILANGNYA 2 ORANG YANG DITAHAN DI KORAMIL SUGAPA PADA TANGGAL 21 APRIL 2020.

4. KASUS KEKERASAN DAN PENEMBAKAN
TERHADAP KORBAN PENDETA YEREMIA
ZANAMBANI PADA TANGGAL 19 SEPTEMBER 2020.

TERHADAP KASUS PERKASUS AKAN KAMI
JELASKAN SEBAGAI BERIKUT :

I. TERHADAP KASUS PEMBAKARAN RUMAH DINAS KESEHATAN DI HITADIPA PADA TANGGAL 19 SEPTEMBER 2020.

– LANGKAH HUKUM YANG TELAH DILAKUKAN OLEH TIM GABUNGAN MABESAD DAN KODAM XVII/CENDERAWASIH ADALAH MELAKUKAN PROSES PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN DENGAN RINCIAN SEBAGAI BERIKUT :

A. MELAKUKAN PEMERIKSAAN TERHADAP 12 ORANG YANG TERDIRI DARI :

1) ANGGOTA TNI AD SEBANYAK 11 ORANG
2) MASYARAKAT SEBANYAK 1 ORANG, YAITU KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN INTAN JAYA AN. SAUDARA LABUAN HUTABARAT S.H., M.KES.

B. BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN PARA SAKSI DAN ALAT BUKTI MAKA PENYIDIK MENYIMPULKAN DAN MENETAPKAN 8 ORANG SEBAGAI TERSANGKA, YAITU :

1) KAPTEN INF SA
2) LETDA INF KT
3) SERDA MFA
4) SERTU S
5) SERDA ISF
6) KOPDA DP
7) PRATU MI
8) PRADA MH

DARI 8 ORANG TERSANGKA TERSEBUT, 5 ORANG TERSANGKA DARI SATGAS PENEBALAN APTER BKO KODAM XVII/CENDERAWASIH SUDAH DILAKUKAN PENAHANAN DI SUB DENPOM XVII/1-1 NABIRE DAN BERKAS PERKARANYA SUDAH DILIMPAHKAN KE ODITUR MILITER IV-20 JAYAPURA PADA TANGGAL 10
DESEMBER 2020, SEDANGKAN TERHADAP 3 ORANG TERSANGKA DARI SATUAN YONIF RAIDER 400/BR BELUM DAPAT DILAKUKAN

PEMERIKSAAN KARENA MASIH
MELAKSANAKAN TUGAS OPERASI PAMTAS MOBILE DIBAWAH KENDALI KOMANDO OPERASI PINANG SIRIH.

D. PASAL YANG DILANGGAR OLEH PARA
TERSANGKA ADALAH :

1) PASAL 187 (1) KUHP; BARANG SIAPA DENGAN SENGAJA MENIMBULKAN KEBAKARAN, LEDAKAN ATAU BANJIR, DIANCAM : 1. DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA DUA BELAS TAHUN, JIKA KARENA PERBUATAN TERSEBUT DIATAS TIMBUL BAHAYA UMUM BAGI BARANG;

2) PASAL 55 (1) KUHP ;
DIPIDANA SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA : MEREKA YANG MELAKUKAN, YANG MENYURUH MELAKUKAN DAN YANG TURUT SERTA MELAKUKAN PERBUATAN.

E. UNTUK PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN KEMBALI RUMAH DINAS KESEHATAN HITADIPA KABUPATEN INTAN JAYA, KAMI PERSILAHKAN KAPUSZIAD UNTUK MENYAMPAIKAN.

II. TERHADAP KASUS PENEMBAKAN DI SEKITAR BANDARA SUGAPA PADA TANGGAL 7 OKTOBER 2020, DENGAN KORBAN GEMBALA GEREJA
KATOLIK, YANG DIDUGA SALAH TEMBAK.

– SECARA SINGKAT SAYA INFORMASIKAN KRONOLOGIS KEJADIAN PENEMBAKAN DI SEKITAR BANDARA SUGAPA SEBAGAI BERIKUT :

A. PADA HARI RABU TANGGAL 7 OKTOBER 2020 SEKIRA PUKUL 05.30 WIT PRATU TDR DAN PRATU Z MELAKSANAKAN PENGAMANAN DISTRIBUSI LOGISTIK DI BANDARA SUGAPA KABUPATEN INTAN JAYA.

B. SEKIRA PUKUL 08.30 WIT PRATU TDR
MELALUI TEROPONG SENJATA MELIHAT ADA 2 ORANG DIDUGA KELOMPOK KRIMINAL BERSENJATA (KKB) YANG SALAH SATU-NYA MENENTENG SENJATA JENIS M-16, DAN SETELAH DIPASTIKAN OLEH PRATU Z MELALUI TEROPONG JARAK, DENGAN JARAK + 700 METER, KEMUDIAN PRATU TDR MENEMBAK DIPERKIRAKAN MENGENAI TANGAN KIRI ORANG YANG MEMBAWA SENJATA.

SEKIRA PUKUL 16.00 WIT SAUDARA AGUSTINUS DUWITAU DIBAWA OLEH MASYARAKAT KE RSUD KABUPATEN INTAN JAYA MENGAKU DITEMBAK DI BAHU KIRI SAAT BERISTIRAHAT DI SEBERANG HUTAN BANDARA SUGAPA.

DARI HASIL PEMERIKSAAN MEDIS dr. AMOS NOMBA SpB., TERHADAP KORBAN ATAS NAMA SAUDARA AGUSTINUS DUWITAU YANG MENGAKU MENGALAMI LUKA TEMBAK, DIPEROLEH
KETERANGAN SEBAGAI BERIKUT :

A. BAHWA TIDAK DITEMUKAN TANDA-TANDA ATAU SPESIFIKASI AKIBAT LUKA TEMBAK,

B. PASIEN TIDAK MENGALAMI LUKA SERIUS,

C. DARI HASIL FOTO RADIOLOGI TIDAK DITEMUKAN KELAINAN-KELAINAN PADA ORGAN TUBUH PASIEN MAUPUN TIDAK TERDAPAT
PECAHAN PROYEKTIL,

D. PASIEN ATAS NAMA SAUDARA AGUSTINUS DUWITAU MELARIKAN DIRI DARI RSUD NABIRE TANPA MENYELESAIKAN ADMINISTRASI.

– DARI PRESS CONFERENCE SEBELUMNYA,
SUDAH DIHIMBAU DAN DIPANGGIL ATAS NAMA SAUDARA AGUSTINUS DUWITAU UNTUK DATANG MELAPORKAN DAN DILAKUKAN PROSES HUKUM, NAMUN SAMPAI DENGAN HARI INI YBS TIDAK PERNAH HADIR.

– APABILA KORBAN TIDAK HADIR, MAKA TIDAK BISA DIMINTAI KETERANGAN DAN JUGA TIDAK DAPAT DIAJUKAN VISUM ET REPERTUM (VER), KAMI SELAKU PENYIDIK TIDAK DAPAT MENETAPKAN SESEORANG MENJADI TERSANGKA TANPA ALAT BUKTI YANG KUAT DAN MEYAKINKAN.

– SEHINGGA TERHADAP KASUS TERSEBUT PENYIDIK BELUM MENETAPKAN ADANYA OKNUM PRAJURIT TNI AD SEBAGAI TERSANGKA.

III. TERHADAP KASUS HILANGNYA 2 ORANG ATAS NAMA SAUDARA LUTHER ZANAMBANI DAN SAUDARA APINUS ZANAMBANI YANG DITAHAN DI KORAMIL SUGAPA PADA TANGGAL 21 APRIL 2020.

– KRONOLOGIS SINGKAT KEJADIANNYA SEBAGAI BERIKUT:

A. TANGGAL 21 APRIL 2020 SATUAN YONIF PR 433/JS KOSTRAD SAAT MELAKSANAKAN SWEEPING MENGAMANKAN 2 ORANG DICURIGAI SEBAGAI KELOMPOK KRIMINAL BERSENJATA (KKB). SELANJUTNYA DILAKUKAN INTEROGASI DI KORAMIL 1705-11/ SUGAPA KODIM 1705/PANIAI.

B. SAAT DILAKUKAN INTEROGASI TERJADI TINDAKAN BERLEBIHAN DILUAR KEPATUTAN YANG MENGAKIBATKAN SAUDARA APINUS ZANAMBANI MENINGGAL DUNIA DAN SAUDARA LUTHER ZANAMBANI DALAM KONDISI KRITIS. SAAT KEDUA KORBAN DIPINDAHKAN
MENUJU KE KOTIS YONIF PR 433/JS KOSTRAD DENGAN MENGGUNAKAN TRUK UMUM WARNA KUNING NOPOL B 9745 PDD, DITENGAH PERJALANAN SAUDARA LUTHER ZANAMBANI MENINGGAL DUNIA.

D. SETELAH TIBA DI KOTIS YONIF PR 433/JS KOSTRAD, UNTUK MENGHILANGKAN JEJAK KEDUA MAYAT KORBAN LALU DIBAKAR DAN ABU MAYATNYA DIBUANG KE “SUNGAI JULAI” DI DISTRIK SUGAPA.

– LANGKAH HUKUM YANG TELAH DILAKUKAN OLEH TIM GABUNGAN MABESAD DAN KODAM XVII/CENDERAWASIH ADALAH MELAKUKAN PROSES PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN, DENGAN RINCIAN SEBAGAI BERIKUT :

A. MELAKUKAN PEMERIKSAAN TERHADAP 21 ORANG YANG TERDIRI DARI :
1) ANGGOTA TNI AD SEBANYAK 19 ORANG
A) 5 PERSONEL KODIM 1705/PANIAI.
B) 13 PERSONEL YONIF PR 433/JS KOSTRAD.
C) 1 PERSONEL DEN INTELDAM XVII/CENDERAWASIH.

2) MASYARAKAT SEBANYAK 2 ORANG, ATAS NAMA SAUDARA ENIUS ZANAMBANI DAN SAUDARA JAYA ZANAMBANI (MEREKA ADALAH KELUARGA KORBAN).

B. BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN PARA SAKSI DAN ALAT BUKTI MAKA PENYIDIK MENYIMPULKAN DAN MENETAPKAN 9 ORANG SEBAGAI TERSANGKA YAITU :

1) 2 PERSONEL KODIM 1705/PANIAI.
A) MAYOR INF ML
B) SERTU FTP

2) 7 PERSONEL YONIF PR 433/JS KOSTRAD.
A) MAYOR INF YAS B) LETTU INF JMTS
C) SERKA B D) SERTU OSK
E) SERTU MS
F) SERDA PG
G) KOPDA MAY

C. MASIH ADA 3 PERSONEL YONIF PR 433/JS YANG PERLU DILAKUKAN PENDALAMAN UNTUK MENENTUKAN STATUS HUKUMNYA, 2 PERSONEL ATAS NAMA LETTU INF DBH DAN SERTU LM SUDAH DIPERIKSA DAN MASIH ADA 1 ORANG ATAS NAMA LETTU INF FPH BELUM DIMINTAI KETERANGAN KARENA MASIH MELAKSANAKAN PENUGASAN LUAR NEGERI DAN BILA SUDAH KEMBALI AKAN SEGERA DIPERIKSA.

D. PASAL YANG DILANGGAR OLEH PARA TERSANGKA ADALAH :

1) PASAL 170 AYAT (1) KUHP; BARANG SIAPA DENGAN TERANG-TERANGAN DENGAN TENAGA BERSAMA
MENGGUNAKAN KEKERASAN TERHADAP ORANG ATAU BARANG, DIANCAM DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA LIMA
TAHUN ENAM BULAN;

2) PASAL 170 AYAT (2) KE 3 KUHP; DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA DUA BELAS TAHUN, JIKA KEKERASAN
MENGAKIBATKAN MAUT;

3) PASAL 351 AYAT (3) KUHP; JIKA MENGAKIBATKAN MATI, DIANCAM DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA TUJUH
TAHUN;

4) PASAL 181 KUHP; BARANG SIAPA MENGUBUR, MENYEMBUNYIKAN, MEMBAWA LARI ATAU MENGHILANGKAN
MAYAT DENGAN MAKSUD
MENYEMBUNYIKAN KEMATIAN ATAU KELAHIRANNYA, DIANCAM DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA SEMBILAN BULAN ATAU PIDANA DENDA PALING BANYAK
EMPAT RIBU LIMA RATUS RUPIAH;

5) PASAL 132 KUHPM; MILITER, YANG SENGAJA MENGIZINKAN SESEORANG BAWAHAN MELAKUKAN SUATU
KEJAHATAN, ATAU YANG MENJADI SAKSI DARI SUATU KEJAHATAN YANG DILAKUKAN OLEH SESEORANG BAWAHAN DENGAN SENGAJA TIDAK MENGAMBIL SESUATU “TINDAKAN” (MAATREGEL) KEKERASAN YANG DIHARUSKAN SESUAI DENGAN KEMAMPUANNYA TERHADAP PELAKU TERSEBUT, DEMI KEPENTINGAN PERKARA ITU, DIANCAM DENGAN PIDANA YANG SAMA
PADA PERCOBAANNYA;

6) PASAL 55 (1) KE 1 KUHP; DIPIDANA SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA : MEREKA YANG MELAKUKAN, YANG MENYURUH MELAKUKAN, DAN YANG TURUT SERTA MELAKUKAN PERBUATAN.

IV. TERHADAP KASUS KEKERASAN DAN PENEMBAKAN TERHADAP KORBAN PENDETA
YEREMIA ZANAMBANI PADA TANGGAL 19
SEPTEMBER 2020.

– TIM GABUNGAN PENCARI FAKTA (TGPF) DENGAN DIBANTU POLDA PAPUA MASIH MELAKUKAN UPAYA YANG MENJADI KEWAJIBANNYA UNTUK MELAKSANAKAN
PENGUMPULAN ALAT BUKTI DAN MELAKUKAN
OTOPSI TERHADAP JENAZAH PENDETA YEREMIA
ZANAMBANI SEHINGGA DAPAT DIKETAHUI PENYEBAB KEMATIANNYA.
– BERDASARKAN ALAT-ALAT BUKTI DAN KETERANGAN SAKSI-SAKSI, BILA SUDAH ADA KEJELASAN ADANYA KETERLIBATAN OKNUM ANGGOTA TNI AD DALAM KEJADIAN INI, MAKA KASUSNYA AKAN DILIMPAHKAN KEPADA PENYIDIK POMAD UNTUK DITINDAK LANJUTI DENGAN PROSES HUKUMNYA.

– TERHADAP KASUS MENINGGALNYA PENDETA YEREMIA ZANAMBANI TIM PENGUATAN PROSES
HUKUM MABESAD DAN POMDAM XVII/CENDERAWASIH MELAKSANAKAN PERBANTUAN UNTUK SEGERA MENDAPATKAN KETERANGAN DARI PERSONEL TNI AD YANG MELIHAT, MENGETAHUI TENTANG KEJADIAN TERSEBUT DENGAN :

A. MELAKUKAN PEMERIKSAAN TERHADAP 14 PERSONEL SATGAS PENEBALAN APTER BKO KODAM XVII/CENDERAWASIH.

B. MELAKUKAN PEMANGGILAN TERHADAP 21 PERSONEL YONIF R 400/BR UNTUK DILAKUKAN PEMERIKSAAN BERDASARKAN SURAT DANPUSPOMAD TANGGAL 3 DESEMBER 2020 KEPADA PANGKOGABWILHAN III.

– SURAT TERSEBUT SUDAH DIRESPON OLEH
PANGKOGABWILHAN III SEBAGAI PENANGGUNG-JAWAB OPERASI WILAYAH PAPUA DENGAN MENGIRIMKAN SURAT
JAWABAN AKAN MENGHADIRKAN 21 PERSONEL TERSEBUT PALING LAMBAT AWAL BULAN FEBRUARI 2021 SETELAH DILAKUKAN ROTASI SATGAS.

REKAN-REKAN MEDIA SEKALIAN,

PERLU SAYA SAMPAIKAN KEMBALI BAHWA KASUSKASUS YANG MELIBATKAN OKNUM ANGGOTA TNI AD DI KABUPATEN INTAN JAYA PROVINSI PAPUA AKAN TERUS DITINDAK LANJUTI SESUAI KETENTUAN HUKUM, DAN AKAN DIPROSES SECARA TRANSPARAN, TUNTAS DAN TIDAK ADA YANG DITUTUP-TUTUPI.

SELANJUTNYA KAMI PERSILAHKAN REKAN REKAN MEDIA SEKALIAN UNTUK MENGAJUKAN PERTANYAAN.

SEKIAN PRESS RELEASE YANG DAPAT KAMI
SAMPAIKAN, TERIMAKASIH, WASSALAMUALAIKUM WR WR, SELAMAT SIANG.

JAKARTA, DESEMBER 2020
DANPUSPOMAD

News Feed