oleh

Ingkar Janji Menikah, Kepala Puskesmas di Balige Dilaporkan ke Polda Sumut

OKEBUNG |
Diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan mengingkari janji menikah, Kepala Puskesmas Tandang Buhit Balige, Kabupaten Tobasa dr CS (36) warga Perumahan Tandang Pardede Onan Balige, Kabupaten Tobasa,Prov Sumut dilaporkan ke Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, Kamis (28/08/2014) lalu.

CS dilaporkan korban berinisial SFTL SKed (23), warga Jalan Menteng VII Komplek Perumahan Menteng Indah Medan, tertuang dalam laporan No : STTLP/958/VIII/SPKT III, tanggal 28 Agustus 2014.

Kepada wartawan, korban SFTL didampingi ibunya T br Sitanggang yang ditemui di halaman Gedung Renakta, Selasa(30/09/2014) menceritakan, pertama kali bertemu dengan dr CS di Kafe Bunga Toba Hotel Opung Herty, Kecamatan Balige, Tobasa, February 2013 lalu. Saat itu, korban sedang bersama keluarga dalam rangka acara keluarga. Sementara, terlapor sedang bersama rekan dan temannya.

Dijelaskan, Akhir February terlapor sering datang ke rumah korban di Jalan Menteng Medan. Sejak saat itu, tambahnya, keduanya mulai menjalin komunikasi yang baik.
Ditambahkan, pada Bulan November 2013 keduanya sempat putus. Namun, terlapor mengajak korban bertemu Bulan Maret 2014.

“Saat itu dia ulang tahun dan mengajak ketemu di daerah Jalan Sutomo, disitu dia mengaku ingin serius dengan saya. Bulan April, dia mengajak saya untuk menikah. Bahkan, dia sempat menemui mama saya di Siantar untuk mengatakan niatnya. Dia juga mengajak orang tuanya menemui mama saya di Jalan Menteng untuk membicarakan rencana pernikahan kami,”bebernya.

Lanjutnya, sejak saat itu, terlapor kerap berkunjung ke rumah korban setiap akhir pekan. Kemudian, pertengahan Bulan Juni, keduanya mendatangi pengurus gereja dengan tujuan membicarakan rencana pernikahan itu. Saat itu, supir korban bernama Rahmad menjadi saksi keduanya mendatangi pihak gereja.

“Kemudian, dia meminta saya bertemu di Ramayana Medan, Juli 2014 lalu. Saat itu, dia meminta putus dan membatalkan pernikahan kami secara sepihak. Sejak itu, dia dan mamanya memutuskan komunisasi dengan cara mengganti nomor telepon,” jelasnya.

Dijelaskan, belakangan dirinya mengetahui hal seperti itu sudah berulangkali dilakukan terlapor. Diakui, berdasarkan informasi yang diterima, ia merupakan korban keempat yang diperlakukan terlapor seperti itu.

Sementara itu, Ibu korban T br Sitanggang mengaku, pihaknya merasa dirugikan secara materi dan inmaterial akibat dari pembatalan secara sepihak yang dilakukan terlapor. Secara materi, keluarga korban dirugikan biaya gedung dan katering, tiket pesawat terlapor pergi ke Jakarta, uang kuliah dan cicilan mobil Toyota Avanza B 1819 BJZ terlapor, sepatu pengantin dan baju jas terlapor, dengan nilai total Rp95 juta.

“Semua keinginannya sudah saya turuti, baik itu biaya gedung dan katering bahkan sepatu dan jas pengantin dia dari saya. Kalau semua ditotalkan, lebih dari Rp95 juta,”bebernya.

Dijelaskan, kedua belah pihak menyepakati acara adat batak martuppol di Sopo Godang GKPA Jalan Cangkir, Kamis (28/08/2014 lalu. Sedangkan acara pemberkatan nikah dan pesta adat akan dilaksanakan di Gedung HKBP Sudirman, Jumat (12/09/2014).

Dikatakan, ibu terlapor R br Hutajulu telah sepakat dengan semua rencana tersebut.

Terpisah, dr CS yang ditemui di Polda Sumut membantah seluruh isi laporan dari korban. Ia mengaku, kehadiran dirinya di Poldasu mendampingi ibunya R br Hutajulu diperiksa penyidik.
“Tidak benar semua itu, belum tahu saya kapan diperiksa,” ucapnya sembari berlalu.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Poldasu AKBP Juliana Situmorang mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk ibu terlapor R br Hutajulu. Diakui, berikutnya pihaknya akan memanggil dan memeriksa terlapor dr CS

“Saksi-saksi sudah diperiksa, selanjutnya tinggal memanggil dan memeriksa terlapor. Apabila keterangan terlapor berbeda dengan isi laporan korban, maka akan dilakukan konfrontir antara kedua belah pihak,” tegasnya. (ad/gin)

Foto :Ilustrasi\

News Feed