oleh

Ingin Bebas dari Penjara, Konglomerat India Ini Jual Hotel Mewah Senilai Rp 16 Triliun

NEW DELHI -OKB|
Subrata Roy salah seorang konglomerat di India,saat ini sedang mencari uang tunai US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 16 triliun, agar ia bisa bebas dari penjara terkait kasus penipuan. Ia mencari calon pembeli potensial untuk properti-propertinya di luar negeri seperti New York’s Plaza Hotel.

Pada Jumat lalu, Mahkamah Agung India memberikan waktu 10 hari kepada pendiri kerajaan bisnis Grup Sahara tersebut untuk menawarkan aset-aset propertinya melalui sebuah ruangan konferensi khusus di komplek penjara Tihar, di New Delhi, India.

Tujuannya agar Subrata Roy bisa bernegosiasi terkait penjualan 3 aset propertinya di luar negeri. Properti yang akan dijual yaitu New York’s Plaza Hotel dan Grosvenor House di London, termasuk Dream Downtown di New York.

“Mereka (calon pembeli) tertarik terhadap properti, namun kami tak bisa mengatakannya lebih lanjut,” kata seorang pejabat dari Sahara India Pariwar seperti dikutip dari AFP, Minggu (03/08/2014)

Miliuner farmasi India, Cyrus Poonawalla dikabarkan tertarik dengan properti-properti milik Subrata Roy.

“Kami harap ruang konferensi, sudah dilengkapi peralatan pada Selasa,” katanya menambahkan.

Konglomerat ini butuh 100 miliar rupee atau US$ 1,6 miliar sebagai jaminan agar ia bebas, sesuai yang diminta oleh pengadilan setempat

Hakim Mahkamah Agung yang dipimpin oleh T.S. Thakur mengizinkan Subrata Roy dan dua direksinya dipenjara, termasuk 3 sekretaris untuk menggunakan konferensi video dan komputer untuk memfasilitasi penjualan properti.

Tiga orang akan tidur di ruang konferensi dan dibolehkan bekerja dari pukul 06.00 pagi sampai 20.00, untuk mengantisipasi perbedaan waktu internasional.

Grup Sahara menghimpun 200 miliar rupee atau sekitar US$ 3,2 miliar dari jutaan nasabah kecil melalui skema obligasi ilegal. Pihak berwenang memerintahkan kepada Grup Sahara membayarkan kembali uang tersebut.

Pihak Grup Sahara selalu menolak tuduhan tersebut, mereka justru beralasan justru membantu masyarakat miskin, terutama bagi investor masyarakat pedesaan.

Subrata Roy selalu hadir di pengadilan, yang berpenampilan dengan jas dan dasi. Ia mengakuisisi 75% saham New York’s Plaza Hotel pada 2012

Tiga hotel miliknya ditaksir mencapai sekitar US$ 1,6 miliar, berdasarkan penilaian dari Mahkamah Agung.(dtc/net)

Foto:ilustrasi/net/

News Feed