oleh

Indonesia,Thailand, dan Malaysia Bangun 11 Proyek Infrastruktur Rp 52 Triliun

OKEBUNG|
Pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Thailand melakukan kerjasama di bidang investasi untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur, pertanian, dan pariwisata di masing-masing negara. Kerjasama ini disepakati dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-20.

Dari 73 proyek yang ditandatangani, ada 11 proyek infrastruktur yang telah disepakati ketiga negara, nilainya mencapai US$ 5,2 miliar atau sekitar Rp 52 triliun.

“Proyeknya ada infrastruktur, pertanian, dan pariwisata. Totalnya ada 73. Dari 73 proyek ada 11 proyek infrastruktur yang masuk dalam priority connectivity project yang total investasinya US$ 5,2 miliar,” kata Senior Official IMT-GT dari Indonesia Rizal Affandi Lukman di acara Pertemuan Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-20 yang digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Jumat (12/09/2014)seperti dilansir detik.com.

Rizal yang juga Deputi Bidang Kerjasama Internasional Kemenko Perekonomian mengatakan, tujuan dilakukan kerjasama ini agar negara perbatasan tersebut bisa memberikan sumber pertumbuhan bagi masing-masing negara.

“Ini sejak 1993 untuk kerjasama ASEAN, ada 10 negara tapi ini tiga negara dulu yang berdekatan, Indonesia ada 10 provinsi, Malaysia 8 negara bagian, dan Thailand 14 negara bagian. Kalau nunggu 10 negara kan lama,” katanya.

Rizal menjelaskan, dari total proyek yang dicanangkan, hampir 80% tengah berjalan. Kerjasama IMT-GT ini sudah ada sejak tahun 1993.

“Total proyek ada puluhan proyek, ada sekitar 73 proyek tiga negara, yang ada di implementation blue print dan new initiatif ada 73 totalnya yang sudah selesai 8%, sebanyak 74% sedang jalan, totalnya 80 persenan lebih sudah jalan ada di antaranya yang sudah selesai,” ujar dia.

Berikut daftar proyek infrastruktur yang tengah dikerjakan ketiga negara dengan total investasi keseluruhan US$ 5,218 miliar.

Indonesia

Sumatera Ports Developments, estimasi investasi proyek US$ 57,4 juta, pendanaan pemerintah Indonesia atau Official Development Assistance (ODA)
Melaka-Dumai Economic Corridor Multimodal Transport, estimasi investasi US$ 875,2 juta, pendanaan dari pemerintah Indonesia dan ODA
Sumatera Toll Roads, estimasi investasi proyek US$ 493 juta, pendanaan dari pemerintah Indonesia atau Public Private Partnership (PPP)
Most southerly section of the Eastern Highway from Bandar Lampung to Bakauheni and linked accross to Java US$ 820 juta, pendanaan dari pemerintah dan PPP
Melaka-Pekanbaru Power Interconnection US$ 300 juta, pendanaan kemungkinan bisa dari pinjaman Asian Development Bank (ADB)
Pembangunan fasilitas highway Aceh dari Banda Aceh sampai Kuala Simpang (toll roads), US$ 2 miliar, pendanaan pemerintah Indonesia dan PPP
Total investasi Indonesia US$ 4,55 miliar

Malaysia

Melaka-Pekanbaru Power Interconnection, estimasi investasi proyek US$ 200 juta, pendanaan pemerintah atau PPP
ICQS Bukit Kayu Hitam, estimasi investasi proyek US$ 120 juta, pendanaan inisiatif dari swasta
Total investasi US$ 320 juta

Thailand

Southern Thailand Ports Development Program (Phuket Port and Nakula Port), estimasi investasi proyek US$ 25 juta, pendanaan pemerintah Thailand
Hat Yai-Sadao Intercity Motorway, estimasi investasi proyek US$ 300 juta, pendanaan pemerintah Thailand atau ODA
Southern Region Cargo Distribution Center at Thungsong, estimasi investasi proyek US$ 28 juta, pendanaan pemerintah Thailand
Total investasi US$ 353 juta(net)

Foto:Ilustrasi/Net/

News Feed