oleh

Indonesia Kutuk Keras Pemenggalan Jurnalis AS

JAKARTA-OKB|
Kecaman atas dipenggalnya jurnalis asal Amerika Serikat (AS) James Foley mulai berdatangan dari dunia luar,termasuk pemerintah Indonesia pun turut mengeluarkan kecaman serupa.

“Kita mengutuk aksi pemenggalan itu, karena itu suatu tindakan yang biadab,”sebut Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal di kantor Kementerian Luar Negeri, di Jakarta.

“Yang dilakukan biadab karena memenggal kepala orang yang tak berdosa di depan kamera itu benar-benar tidak bisa diterima,” tambah Dino.

Dino mendesak agar setiap wartawan diberi pelindungan. Hal ini ditujukan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Sebelumnya, Foley dilaporkan hilang sejak November 2012 saat bertugas untuk meliput pertempuran yang terjadi di Suriah. Namun, selang dua tahun Foley kembali ditemukan setelah kelompok militan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) merilis sebuah video.

Nahas, dalam video tersebut Foley justru tengah menanti eksekusi pemenggalan oleh ISIS. Saat ini diketahui algojo yang memenggal kepala Foley adalah warga negara Inggris.

Mengetahui hal itu, pihak intelijen Inggris segera mengumpulkan data dan terbukti algojo tersebut adalah warga negaranya yang tinggal di London.(okz)
Foto:Net/

News Feed