oleh

Gunakan Surat Palsu Grant Sultan 699,Aguan dan Mantan Kepala BPN Medan Diciduk Polda Sumut

OKEBUNG|
Gunawan alias Aguan(59), warga Jalan Pasar III No.1E Kel. Glugur Darat Kec. Medan Timur,seorang mafia tanah di Sumatera Utara yang terkenal licin dan dsebut-sebut punya koneksi dan dekat dengan oknum penegak hukum akhirnya diciduk petugas Subdit. II Harda Tahbang Dit. Reskrimum Polda Sumut.

Kendati dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penggunaaan surat palsu atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu autentik atau turut serta dan membantu melakukan kejahatan,namun pria tua dengan kepala plontos ini masih terlihat tersenyum di depan gedung Dit. Reskrimum Polda Sumut.

Senyum yang ditebar Aguan ini disinyalir karena dirinya merasa tidak hanya sendiri menjalani hukuman akibat melanggar pasal 263 ayat (2) dan pasal 266 Jo pasal 55,56 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara tersebut.

Karena penyidik Subdit II Harda Tahbang Dit. Reskrimum Polda Sumut juga memberikan status tersangka itu kepada H. Subagyo SH. Msi yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Kantor BPN Medan dan Edison SH. MHum yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kasi. Hak dan Pendaftaran Tanah BPN Medan serta tersangka lainya bernama Tandeanus yang hingga kini belum diketahui keberadaanya.

Didampingi Kasubid II Harda Tahbang, AKBP. Yusup Saprudin, dalam keterangan persnya Dir. Reskrimum Polda Sumut Kombes. Dedy Irianto, Selasa(09/09/2014) menyampaikan bahwa status tersangka yang diberikan pihaknya ke Gunawan alias Aguan dikarenakan dirinya menggunakan surat palsu Grant Sultan 699 tanggal 18 Sapar 1909 atas nama Imam Ahmad sebagai alas hak untuk penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM)No.1869/ Padang Bulan atas nama Tandeanus di Badan Pertahanan Kota Medan tahun 2012 lalu.

” Karena, dalam pernerbitan SHM tersebut, pelapor Tengku Khairul Amar merasa keberatan. Pasalnya, pada objek bidang tanah SHM 1869 itu, sebelumnya telah diterbitkan. SHM No.414 tahun 1981, SHM No.1360 terbit tahun2005 dan SHM No.864,”jelasnya.

Menurut Dedi, ada tiga laporan yang telah diterimanya soal keterliabatan Gunawan alias Aguan ini. Dua diantara laporan polisi itu berada Medan Selayang dengan luas tanah 21 hektar.

” Dalam penyidikan kasus ini, kita sudah memanggil pihak BPN, dinas Pendapatan, Bendahara Walikota Medan dan Lurah Padang Bulan Selayang I. Direncanakan, minggu ini BAP akan dilimpahkan ke Kejatisu untuk proses selanjutnya,” kata Dedi.

Sementara itu, lanjutnya, barang bukti yang berhasil disita adalah foto copy legalisir SHM No. 414,1360, dan 864 kel. Padang Bulan Selayang I atas nama Tengku Khairul Anwar. Kemudian foto copy SHM No.1869 Kel. Padang Bulan Selayang I atas nama Tandeanus. Foto copy Grant Sultan No.699 tanggal 18 Sapar 1909 atas nama Imam Ahmad serta foto copy warkah pendaftaran penerbitan hak milik No.1869 kelurahan Padang Bulan selayang I atas nama Tandeanus dan warkah penetepan hal milik No.1869 Kel. Padang Bulan Selayang I atas nama Tandeanus(el)

News Feed