oleh

Gunakan Bahan Kimia,Beroperasi 42 Tahun,Pabrik Saos Digerebek Poldasu

OKEBUNG |
Petugas Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Poldasu menggerebek lokasi pabrik pembuatan saos milik PT Duta Ayumas Persada yang berada di Namorambe,Kab Deliserdang,Prov Sumatera Utara karena diduga memproduksi saos menggunakan bahan zat pewarna tekstil, Rabu (11/03/2015) siang.

Penggerebekan dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Dirreskrimsus Poldasu),Kombes Pol Ahmad Haydar itu,petugas polisi mengamankan barang bukti berupa , 3350 kotak yang terdiri dari 20 pcs Saos Cabe merk Dena kemasan plastik isi 625 gram, 850 kotak terdiri dari 20 pcs Saos Cabe merk Sunflower kemasan plastik isi 625 gram, 1500 kotak terdiri dari 20 pcs Saos Cabe merk Bola Dunia kemasan plastik isi 625 gram, 550 kotak terdiri dari 40 pcs Saos Cabe merk Sunflower kemasan plastik isi 300 gram, 60 kotak terdiri dari 20 pcs sambal merk Dena, serta 84 botol saos merk Dena ukuran 600 ml.

Tak hanya itu, petugas juga mengamankan 6 drum Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi, dengan total 1200 liter, fotocopy hasil pembukuan dan fotocopy pembukuan bahan baku.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Dirreskrimsus Poldasu),Kombes Pol Ahmad Haydar mengatakan, sebelum melakukan penggrebekan ,pihaknya telah melakukan penyelidikan selama dua minggu.”Kami sudah melakukan penyelidikan selama 2 minggu,” ucap Haydar.

Menurutnya, selama masa penyelidikan itu, kami mendapatkan bahwa saos tersebut dicampur bahan kimia berupa zat pewarna, pabrik dengan industri skala besar dan juga melakukan pelanggaran penggunaan BBM bersubsidi.

“Sebenarnya ada tiga pelanggaran yang dilanggar, pertama UU Pangan, kedua UU Perlindungan Konsumen, ketiga BBM solar bersubsidi. Untuk BBM solar, telah kita amankan ke kantor,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saos yang diduga menggunakan bahan pewarna tekstil itu, ada sekitar ribuan botol dan kemasan. Untuk itulah katanya, pihaknya masik melakukan pemeriksaan saksi-saksi, mulai dari karyawan hingga pimpinan.

“Setelah penggerebekan ini, semua karyawan mulai dari Kepala Produksi, dan pegawai level bawah akan kita periksa,” terang Haydar.

Untuk mengetahui kadar kandungan pewarna tekstil yang terkandung di dalam saos,rencananya Ditreskrimsus akan memanggil pihak Balai Pengawas Obat dan Makan (POM) Medan.

“Kami akan lakukan pemeriksaan ke laboratorium nantinya. Untuk produksi , perharinya itu cukup fantastis. Bisa sampai ratusan botol,” ungkap Haydar.

Sementara untuk pemasarannya, Haydar mengatakan jika saos ini didistribusikan ke wilayah Sumut.

“Dari informasi sementara, peredarannya berada di wilayah Sumatera Utara. Dan rata-rata disuplai ke beberapa pedagang bakso,” kata Haydar sembari mengatakan pabrik ini telah beroperasi sejak tahun 1973.

Selain diduga mengandung bahan pewarna tekstil, saos yang diproduksi juga mengandung bahan extrac dianggap berbahaya. Haydar pun mengecam, jika penggunaan bahan tersebut, sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.

“Jadi, mereka ini memproduksi saos dengan bahan ekstrak. Contohnya begini, seperti gula, mereka menggunakan biangnya. Inikan jelas tidak familiar jika digunakan untuk kita. Mereka untuk menambah rasa pedas, menggunakan bahan baku ekstrak untuk campurannya,” pungkasnya sembari berkeliling melihat-lihat saos yang telah dikemas,”pungkasnya.(El)

News Feed