oleh

Gubsu Tutup Mata,Ada Dusun di Deliserdang Belum Masuk Arus Listrik,Pelajar Belajar Gunakan Lampu Teplok

OKEBUNG |
Sudah 69 tahun Indonesia merdeka, Namun ironisnya warga Dusun Lau Simalem, Desa Ujung Deleng, Kecamatan Sibolangit,Kab Deli Serdang,Prov Sumatera Utara hingga kini, Senin (08/12/2014) masih belum pernah merasakan arti kemerdekaan.

Pasalnya,hingga saat ini didesa tersebut belum masuk penerangan aliran arus listrik,sepertinya Gubernur Sumatera Utara (Gubsu )dan Bupati Deliserdang ‘tutup mata’.

“Bagaimana kami merasa merdeka, kalau hingga saat ini, penerangan listrik belum masuk ke dusun kami. Selain itu, disamping jaraknya jauh, jalan menuju dusun ini belum dapat dilalui dengan kendaraan roda empat. Sehingga hasil panen dari kebun seperti gula aren, keranjang, gambir, salak, pisang serta lainnya hanya dapat diangkut dengan kereta dan sulit untuk dipasarkan.Dusun kami ini sepertinya terisolir.Seharusnya gubernur perhatikan kami jangan hanya mengurus urusan yang dikota sana, ” ujar Serasi Sinulingga (38) yang di amini warga lainnya.

Serasi menambahkan, karena belum adanya listrik, dimalam hari disaat belajar, anak-anak sekolah masih menggunakan penerangan seadanya seperti lampu teplok dan lilin. Walaupun ada juga segelintir warga yang menggunakan mesin genset, namun itu hanya di gunakan oleh masyarakat yang berpenghasilan lebih dan di gunakan pada malah hari saja.

“Kalau begini terus, kami selaku orangtua merasa kasihan melihat anak-anak yang sedang belajar dimalam hari. Siang hari mereka sudah kecapekan pulang sekolah karena berjalan kaki cukup jauh, dimalam harinya mereka belajar lagi dengan penerangan seadanya,” ujar Sinulingga.

Menurut Serasi, sebelumnya Dusun tersebut merupakan satu desa. Namun sekitar tahun 1980-an diciutkan dan secara administrasi pemerintahan menjadi Dusun II,  Desa Ujung Deleng.

“Jumlah warganya sekitar 32 KK. Mata pencaharian penduduk disini rata-rata bertani serta pengerajin gula aren, pembuat gambir dan keranjang. Hasil pertanian bervariasi seperti coklat, salak, pisang dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Martin Ginting (45) warga Dusun I Desa Ujung Deleng yang juga mantan Kepala Desa Ujung Deleng kepada wartawan mengatakan, selain penerangan listrik, perbaikan jembatan merupakanhal yang sangat penting.

Menurutnya, ada dua jembatan yang dilalui untuk menuju Desa Ujung Deleng, yaitu : Jembatan Lau Tapian, yang teardapat di Dusun 1, Desa Ujung Deleng dan Jembatan Lau Tembengen, Dusun III Desa Durin Sirugun. Kedua jembatan tersebut saat ini kondisinya sudah mulai lapuk dan salah satunya tidak dapat dilalui kendaraan bermotor yaitu Jembatan Lau Tembengen. Padahal dua jembatan tersebut merupakan akses utama menuju Desa tersebut.

“Saat ini pengendara kendaraan bermotor terpaksa memutar dari jalan alternatif yang jaraknya sekitar tiga kali lipat dari semula dikarenakan jembatan gantung Lau Tembengen sudah lapuk dan rusak. Hasil pertanian juga sulit dipasarkan,” ujarnya.

Pantauan wartawan dilapangan, Senin (08/12/2014) pukul 14.00 WIB. Jalan menuju Dusun Lau Simalem kondisinya masih rusak serta sulit untuk dilalui dengan sepedamotor. Tampak jembatan gantung tak dapat lagi dilalui. Nanun jembatan tersebut masih di gunakan sejumlah warga untuk menyembrang jalan kaki, walaupun hal yang di lakukan warga tersebut sangat membahayakan.

Saat ini warga berharap kepada Pemkab Deli Serdang agar segera membangun dua jembatan tersebut menjadi permanen dan membangun penerangan listrik di Dusun Lau Simalem, Desa Ujung Deleng.

“Kami berharap kepada Pemkab Deli Serdang agar membangun pembangkit listrik di Dusun Lau Simalem serta mengganti jembatan gantung berlantai papan menjadi jembatan permanen agar kendaraan bermotor roda empat mengangkut hasil pertanian masyarakat dapat melintas sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat,” ujar Andarias Sinulingga (37).(ali/admin)

Foto ,ist/

News Feed