oleh

Gubsu Buka Pelatihan Ketahanan Pangan

OKEBUNG|
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kodam I Bukit Barisan menargetkan melakukan pencanangan Program Swasembada Pangan yang dicanangkan Presiden mulai tanggal 16 Januari 2015.

 “Pencanangan dimulai di Desa Wonosari, Tanjung Morawa, Deliserdang. Pelatihan untuk pelaksanaan program itu sendiri sudah dilakukan mulai Senin dan direncanakan Jumat, 16 Januari 2015
akan dilakukan pencanangan Program Swasemda Pangan itu,”kata Gubernur Sumut  H Gatot Pujo Nugroho di Deliserdang, Senin (12/01/2015).

 
Dia mengatakan itu usai acara pembukaan Pelatihan Ketahanan Pangan terkait Program Swasembada Pangan di tingkat jajaran Kodam I B/B di Balai Benih Padi di Tanjung Morawa, Deliserdang.

Menurut Gubernur Sumut didampingi Kepala Dinas Pertanian Sumut, M.Roem Siregar dengan pelatihan dan dilanjutkan dengan peninjauan ke berbagai lokasi irigasi dan areal pertanian , Senin itu, semakin memastikan bahwa Pemprov Sumut-Kodam I BB benar-benar siap menjalankan Program Swasembada Pangan yang merupakan program Presiden Joko Widodo (Jokowi).
   

Gubernur berharap semua masyarakat mendukung program itu, apalagi TNI kembali menunjukkan lagi kemanunggalan TNI dengan rakyat.
   
Kepala Dinas Pertanian Sumut, M.Roem, mengatakan, tahun 2015, produksi padi Sumut ditargetkan bisa mencapai 4.156.590 ton dari 3.604.802 ton di tahun 2014.
  
Pada tahun 2015, produktivitas lahan padi di Sumut ditargetkan 5,55 ton per hektare dari 5,05 ton per hektare di tahun lalu.
  
Dia menjelaskan dari empat provinsi  di bawah Kodam I BB, diperkirakan hanya Sumut dan Sumatera Barat yang bisa surplus padi hingga tahun ketiga program swasembada pangan nasional itu, sementara Riau dan Kepri belum.
  

Pada 2017, Sumut akan menyumbang padi 1.642.399 ton dan Sumatera Barat disebutkan di atas jumlah Sumut.
  
Mengingat tanaman pangan juga hanya bukan padi, maka Pmeprov Sumut terus berupaya meningkatkan produksi kedelai, ubi kayu dan jagung yang diakui belum memenuhi kebutuhan yang terus meningkat pesat.
   
Pada 2017 diharapkan semua tanaman pangan sudah swasembada bahkan surplus seperti halnya padi.
Untuk Jagung misalnya, pada tahun ketiga direncanakan kenaikan produksinya sebanyak536.892 ton sehinggga 2017 ada surplus 888.292 ton.
  
Pangdam I BB Mayjen TNI Winston Pardamean Simanjuntak usai meninjau salah satu lokasi yang akan dijadikan sumber pengairan lahan tadah hujan di Desa Paya Bakung, Hamparan Perak, Deliserdang menyebutkan, selain sudah mulai memberikan pelatihan ketahanan pangan, dia bersama jajaran  Muspida Sumut dan Deliserdang serta kabupaten/kota lainnya juga meninjau berbagai kesiapan untuk menjalanakan program itu.
  
“Sungai di Paya Bakung ini misalnya akan menjadi salah satu yang akan dijadikan sumber  pengairan atau irigasi untuk beberapa kawasan lahan pertanian tadah hujan yang ada di sekitar Hamparan Perak,”katanya.
   
Dari data, kata dia, perbaikan dan pembangunan irigasi yang dibutuhkan untuk mendukung program swasembada pangan di Sumut adalah dengan luasan lahan padi 118 ribuan hektare hingga 200-ribuan hektare.
  

Sementara lahan irigasi yang sudah disetujui oleh Kementerian  Pertanian diperbaiki pada tahun 2015 masih seluas 18.450 hektare antara lain di Kabupaten Deliserdang 1.200 hektare, Serdang Bedagai 2.300 hektare, Simalungun 2.000 hektare dan di Asahan, Batubara, Labuhanbatu serta Labuhanbatu Utara.
  
TNI, kata dia, siap mengawal mulai dari pembuatan irigasi, penananman tanaman pangan, penyaluran benihm pupuk  dan alat pertanian ke petani.
  
“Program Swasembdana pangan yang dicanagkan Presiden harus dikawal.Kodam I BB siap mengawal program itu di Sumut dan tiga provinsi lainnya,”katanya.
  
Bupati Dekliserdang, Ansahari Tambuan menyebutkan, Deliserdang memang sudah surplus beras selama ini dan termasuk menjadi salah satu pemberi pasokan kepada hasil beras  Sumut.
   
“Namun seperti halnya Sumut, Pemkab Deliserdang tetap siap untuk meningkatkan produksi mendukung program Swasembada Pangan Nasional 2017 yang dicanangkan Presiden,”katanya.(dof)

News Feed